Sebuah Yayasan Diduga Berani Palsukan Tandatangan Walikota

Posted on

Polisi Diminta Segera Bertindak Demi Menjaga Nama Baik Kota Bandung

Kota Bandung, Buser Trans Online

Sebuah kasus penerbitan buku dengan judul “Bandung Kota Wisata” Profil Dan Peta Wisata Kota Bandung, yang melibatkan Event Organizer  diduga telah melakukan penipuan dengan memalsukan tandatangan Walikota Bandung, Dada Rosada.

Tak tanggung-tanggung, masalah yang disinyalir juga melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung tersebut berjalan cukup lama dan ditengarai telah memakan korban cukup banyak serta uang ratusan Juta rupiah, namun, sampai dengan berita ini dirilis, belum ada sanksi apapun yang diberikan kepada pihak Yayasan.

Ironisnya, menurut sumber yang layak dipercaya, pihak Yayasan malah tidak perduli dan tetap menjalankan aksinya meminta dana dari berbagai perusahaan dan donatur dalam angka yang cukup besar sampai puluhan juta rupiah, meski masalah ini telah dilaporkan oleh salah satu LSM ke aparat kepolisian.

Ihwal masalahnya sendiri menurut sumber bermula ketika Yayasan dimaksud meminta rekomendasi dari Walikota Bandung untuk menerbitkan sebuah buku dengan tema “Bandung Kota Wisata” Profil Dan Peta Wisata Kota Bandung. Beberapa waktu kemudian, Walikota Bandung mengeluarkan rekomendasi dengan nomor surat 481/324-DISBUDPAR tertanggal 12 Februari 2010 yang ditujukan pada Yayasan pemohon.

“Sejak dikeluarkannya rekomendasi itu, team kami mendapati bahwa pihak Yayasan telah memalsukan beberapa bahagian dari rekomendasi tersebut diantaranya, perihal nomor surat, aslinya ditulis tangan, sementara yang palsu diketik, tanggal surat yang asli ditulis tangan sedangkan yang palsu diketik, dalam Perihal surat yang asli themanya adalah Penerbitan Buku “Bandung Kota Wisata” Profil Dan Peta Wisata Kota Bandung, sementara yang palsu themanya Penerbitan Buku : “Bandung Kota Wisata Seni & Budaya”. papar Ungkap. M, Sekretaris Jenderal LSM PENJARA kepada Buser.

“Demikian pula tentang tujuan surat, dimana yang aslinya sesuai data di kami adalah kosong dan diyakini ditujukan kepada  keberadaan Yayasan Pembangunan dan Transmigrasi Veteran Republik Indonesia, sedangkan yang palsu langsung ditujukan, jadi seakan-akan Walikota Bandung yang meminta tolong pada perusahaan-perusahaan untuk ikut berpartisipasi. Ada pula tulisan pada alinea Pertama yang berbeda, yaitu aslinya tertulis : dalam rangka……..mengenai visi serta mendukung 7 agenda prioritas Kota Bandung,………., yang mana tulisan mendukung 7 agenda prioritas Kota Bandung telah dihapus, juga tulisan pada alinea yang dihitamkan terdapat perbedaan, yaitu aslinya tertulis : “Bandung Kota Wisata” Profil dan Peta Wisata Kota Bandung, sedangkan yang palsu tulisan Profil dan Peta Wisata Kota Bandung telah diganti menjadi Seni & Budaya, demikian pula tulisan pada alinea Kedua yang berbeda, dimana aslinya tertulis Sehubungan.……….., kami sampaikan kepada semua pihak………………dalam rangka penerbitan……………, sementara yang palsu tulisan sampaikan telah diganti menjadi Menghimbau dan dalam rangka penerbitan ditambah tulisan Mensukseskan.” tambah Ungkap menerangkan.

Masih menurut Ungkap, mereka mendapati pula stempel atas nama Walikota Bandung yang dipalsukan dan dibuat yang basah serta tanda tangan Walikota diyakini telah berbeda dengan aslinya.

“Yang lebih parahnya lagi, ada brosur yang dikeluarkan oleh pihak Yayasan mencantumkan gambar dan statement Walikota Bandung, dimana dalam brosur tersebut diterakan seakan-akan Walikota menghimbau agar setiap pihak bersedia untuk menerima tawaran pihak Yayasan Pembangunan dan Transmigrasi Veteran Republik Indonesia, hal ini sungguh-sungguh sudah keterlaluan dan perlu untuk disikapi karena menyangkut nama baik seorang Walikota. Makanya hal ini sudah kami laporkan ke Polrestabes Bandung.” terang Ungkap.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Buser trans Online masih memantau perkembangan masalah tersebut, dimana menurut keterangan Pengurus LSM PENJARA, mereka sudah mencoba untuk melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk ke pihak Yayasan, namun belum ada tanggapan, malah pihak Yayasan seakan semakin berani dan tidak berniat untuk mengembalikan dana yang telah mereka ambil dari para donatur tersebut. red/Buser Trans Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s