Sedot APBD Banten, Rehab Perempatan Palima Disinyalir Dikerjakan Diluar Spek.

Posted on Updated on

Rehab Jalan Palima Di Depan SPBU Milik Keluarga Besar Gubernur Banten, Jum'at (11/03)

Banten, Buser Trans OnLine

Pelaksanaan pembongkaran Perempatan Jalan Palima yang dilakukan Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Jum’at (11/3) baru baru ini menjadi pusat perhatian publik, baik dari lapisan masyarakat dan bahan pembicaraan di kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat. Pasalnya, kegiatan yang dilaksanakan itu tepatnya di Depan SPBU Keluarga Besar Gubernur Banten dan tidak jauh dari lokasi berdiri kokoh gedung Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten.

Dari hasil pantuan Buser Trans OnLine di lokasi kegiatan, salah satu warga ketika dimintai komentarnya, Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa selaku warga kami sangat senang dengan adanya pembangunan jalan itu. Tapi, anehnya baru tahun kemaren dibangun, kenapa sekarang dibongkar lagi yah, mau ditaroh apalagi…? Hal senada, Kondektur salah satu bis angkutan umum jurusan Labuan – Kalideres, ”Di sana bang, jalan yang saban hari dilintasi banyak jalan yang rusak, kenapa nga itu saja diperbaiki,” ungkapnya disela-sela kemacetan

Ketika dikonfirmasi Buser Trans OnLine, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Sulaiman mengakui bahwa kegiatan yang sedang dilaksanakan itu ada dibawah kendalinya, sambil merinci volume fisik pekerjaan. Ketika disinggung kenapa dilokasi tidak ada ditempatkan Papan Proyek, ia menjelaskan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dalam bentuk swakelola bukan kontraktuil, jelasnya. Sulaeman tidak dapat menjelaskan berapa hari target penyelesaian pekerjaan rehabilitasi Jalan Palima ketika dipertanyakan Buser Trans OnLine melalui Short Message Short (SMS) dan ia juga enggan mengomentari keluhan masyarakat yang menyatakan bahwa infrastruktur di depan SPBU milik keluarga besar Gubernur menjadi preoritas pihak Dinas terkait, sementara masih banyak jalan yang layak untuk diperbaiki ..? tak ada jawaban dari PPTK

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Aset Negara Repbulik Indonesia (LSM PANRI) Banten, Aang Kunaefi saat diminta komentarnya terkait Rehabilitasi Jalan Palima yang sedang dalam tahap pengerjaan itu, Aang mengatakan apa yang dikeluhkan lapisan masyarakat adalah hal yang wajar. Sebab, dibeberapa titik ruas jalan provinsi kondisinya saat ini banyak mengalami berbagai kerusakan, bahkan ada yang tidak layak dilalui. Oleh karena itu, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi Banten melalui kepanjangan tangan Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang. Ironisnya, jalan yang rusak itu hanya sebagai tontonan yang cukup memprihatinkan, meresahkan bagi lapisan masyarakat, dan sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan masyarakat pengguna. Pemprov Banten kita nilai tidak cepat tanggap dalam hal kerusakan jalan itu. Tapi, yang anehnya untuk jalan Palima itu, pihak BMTR selalu memberi perhatian khusus, apa karena SPBU itu milik keluarga besar Gubernur Banten..? Jangan ada tebang pilih dalam merealisasikan APBD untuk pemerataan pembangun, tegasnya

Untuk itu, PANRI sendiri turut mengikuti tahap-tahapan sejak dimulainya pembongkaran Jalan Palima. Dari hasil pantauan yang kami lakukan di lapangan, PANRI menemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan rehabilitasi Jalan Palima, Aang masih merahasiakan temuan PANRI yang diduga kuat menyimpang dari Spesifikasi Teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Aang menambahkan, walaupun kegiatan itu dilaksanakan secara swakelola tapi tetap harus mengacu kepada spesifikasi teknis maupun Rencana Angaran Belanja (RAB) bukan berarti kegiatan rehab itu dikerjakan asal jadi. APBD Tahun Anggaran 2011 kan uang rakyat, bukan uang perorangan. Jadi realisasi anggaran untuk rehab itu harus benar-benar dilaksanakan dengan optimal untuk kemaslahatan orang banyak. ” Besok dibongkar lagi dan seterusnya demikian, mau dibawa kemana Banten ini ?” Apalagi masih segar dalam ingatan kita, dilokasi yang sama pemprov Banten mengelontorkan APBD Tahun Anggaran 2009 ± Rp.3 Milliar untuk membangun ruas jalan Palima. Ternyata, anggaran yang cukup besar itu belum juga mampu meningkatkan kwalitas jalan Palima. Sehingga ada kesan anggaran tahun 2009 itu sudah tersedot habis dan terindikasi sarat unsur korupsinya. Indikasi itu diperlihatkan pihak BMTR Banten kepada Publik seiring dilaksanakannya kegiatan rehab Jalan Palima, cetusnya. Ia menambahkan setelah bukti-bukti lapangan Rehab Jalan Palima kita anggap sudah cukup, PANRI akan melayangkan klarifikasi, kita harapkan pihak Dinas BMTR berkenan memperlihatkan Bestek, Spesifikasi dan RAB kegiatan Rehab Jalan Palima, ungkap Ketum PANRI, pungkasnya (bin/Buser Trans OnLine)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s