Buruh Tani Tersambar Petir, Sekujur Tubuh Hangus

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Cuaca buruk yang melanda kawasan Jatinangor hari-hari terakhir ini mengakibatkan jatuh korban, seperti yang dialami seorang buruh tani Nani Rohaeni (39) warga kampung Bojong Reungit Reungit RT 03/05 Desa Jatimukti harus meregang nyawa karena tersambar petir ketika dirinya sedang menyemai benih padi di sawah.

Akibat tak mengindahkan hujan disertai petir yang turun 3 jam tersebut, sekitar pukul 14.30 korban yang sedang berdiri menyebar benih malah tewas dengan luka bakar  di sekujur tubuhnya dan baju yang dikenakannya pun ikut terbakar akibat tersambar petir, bermula korban yang ditemani seorang tetangganya Apong (44) yang sama-sama akan menyemai benih padi tidak mau beranjak dari sawah sebab di akuinya pekerjaan tersebut besoknya akan dilanjutkan sehingga siang tadi, Kamis (24/03) mereka berdua menyiapkan bibit padi untuk di tanam esok harinya.

Beruntung petir tak merenggut nyawa Apong sebab pada saat kejadian Apong dalam posisi jongkok dan hanya mengalami luka bakar ringan pada kedua bagian bawah kakinya. “Pada saat itu, saya sedang dalam keadan jongkok,s edangkan Nani sedang berdiri tak jauh dari tempat saya,”Ucap Apong ketuka ditemui di rumahnya dan masih tergolek karena trauma usai kejadian.

Dituturkan Apong, awalnya ia tidak mengetahui kalau korban sudah meninggal, namun dirinya kaget ketika dihampiri korban sudah tersungkur dengan bibir yang berbusa dan tubuhnya menghitam.

Korban meninggalkan Suami dan 5 orang anaknya, diakui suami korban Abin( 39) istrinya pergi ke sawah pada pukul 1 siang bersama 3 orang lainnya. Pada saat mulai turun hujan dua orang rekan istrinya berteduh di gubuk sekitar areal persawahan yang akan disemai benih.

Sayangnya  Apong dan Istrinya melanjutkan pekerjaannya kendati hujan besar dan petir mulai mengguyur sawah, istrinya tidak berhenti bekerja karena tanggung benih-benih padi itu harus ditanam esok harinya. “Istri saya biasa kerja di sawah dan istri saya berangkat ke sawah pada pukul 1 siang ditemani tetangganya yang sama-sama mau tebar benih juga,”Ungkap Abin yang ditemui di rumah duka.

Walaupun kajadian mengenaskan ini harus merenggut nyawa istrinya, Abin tidak ingin menyalahkan siapapun termasuk pemilik sawah tempat istrinya bekerja,“saya hanya bisa berlapang dada, cobaan ini sudah menjadi takdir tuhan,”pungkasnya dengan raut wajah sedih mendalam. (Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s