Sebagai Kawasan Perkotaan Jatinangor Layak Bersyarat

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Bertempat di Hotel Puri Katulistiwa Jl. Jatinangor Sumedang, Jum’at (25/03) Rombongan dari Depdagri yang  berjumlah 39 orang dan mewakili 11 Kementerian diantaranya Kemendagri, Bappenas, Kementerian PU, Kementrian Pertambangan dan Energi, Kemenkominfo, Kementerian Kesehatan serta kementerian lainnya, secara serius  mendengarkan paparan dari pejabat Pemkab Sumedang juga menerima masukan dari perwakilan warga dan desa di wilayah Jatinangor.
Dalam pembahasan tersebut disimpulkan  Jatinangor sebagai kawasan perkotaan, teah memiliki ciri perkotaan dan layak bersyarat untuk dikembangkan menjadi kawasan perkotaan dengan kategori Kota Sedang. Adapun, beberapa persyaratan yang perlu mendapat perhatian dan skala prioritas terutama terkait pelayanan perkotaan prasarana dan fasilitas dasar perkotaan.Yaitu  dengan ketersediannya air bersih, sistem pengelolaan sampah, drainase dan sistem pembangunan limbah cair serta insfrastruktur.

Sekretaris Bappeda Sumedang,yang juga ketua pelaksana kegiatana Herman Suyatman mengatakan, pihak Pemkab Sumedang hanya membahas dan mempersiapkan satu tahun kedepan  perencanaan pembangunan kawasan Jatinangor. Sedangkan, layak  atau tidaknya menentukan kawasan pembangunan Jatinangor merupakan kewenangan  Depdagri setelah mendapat masukan dari berbagai pihak.

”Kami  khusus membahas program jangka pendek untuk kesiapan setahun kedepan,”ujarnya.

Sedangkan  persiapan kawasan pembangunan Jatinangor, menurutnya  hingga kini masih berjalan apa adanya dan belum menemukan hambatan yang berarti dan sumber daya manusia sudah disiapkan secara utuh.

”Kami upayakan, hambatan dapat dilalui dan yang terpenting,untuk rencana pembangunan mendapat respon yang baik dari pihak pusat,”kata Herman. Pihak pusat,menurut Herman  akan mulai menganggarkan secara
khusus perencanaan pembangunan kawasan Jatinangor mulai tahun 2012.
Perwakilan dari Kementrian Depdagri, Obertua Butar Butar mengatakan, pihaknya hanya bertindak sebagai fasilitator terutama untuk rencana perkembangan pembangunan Jatinangor 2012.”Dalam masalah ini, kami  hanya memfasilitasi saja agar ke depan Jatinangor akan dijadikan model apa, belum bisa dijelaskan,”jelasnya.

Kehadiran 11 lintas kementrian tersebut menurut  Obertua sebagai
salah satu respon dari pemerintah pusat ke Pemkab Sumedang setelah adanya
masukan secara langsung ke pusat.

”Pertemuan seperti ini sudah beberapa kali terjadi, malahan  pihak Kementerian
Depdagri secara khusus memanggil Bupati Sumedang untuk menjelaskan konsep
kawasan pembangunan Jatinangor,namun kami datang langsung baru pertama kali dilakukan,”ujar Obertua.

Selain melakukan dengar pendapat,  tim dari perwakilan 11 kementrian tersebut, Juga melakukan peninjauan secara langsung ke lapangan yang terbagi empat kelompok yakni tempat pemukiman, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan pusat kegiatan ekonomi kebeberapa tempat yang ada di Jatinangor.

Dari program yang direncanakan, tidak semua berjalan dengan baik ada salah salah satu kepala desa yang merasa kecewa rombongan yang sedianya akan berkunjung ke desa ternyata batal datang entah apa yang menjadi alasanya “kami sudah menyiapkan apa yang dibutuhkan bahkan lokasi yang akan di kunjungi di desa kami sudah dipersiapkanya, eh malah tidak datang” ungkap salah satu kades Kecamatan Jatinangor. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s