Warga Jatinangor Bingung Jika Terusir Dari Tanah Pemprov Jabar

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.
Rencana pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana pada tahun ini yang akan memperluas kawasan pendidikan SMA 1 Jatinangor, namun terkendala 9 kepala keluarga (KK) dari warga RT.05 RW.07 Kampung Cisaladah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor. 

Terkait arahan pemprov yang mengaharuskan mereka pindah 3 bulan kebelakang, pada dasarnya warga menyadari jika tanah yang didiaminya merupakan milik Pemprov Jabar, namun jika disuruh pindah mereka hanya meminta ganti rugi bangunan yang sudah dibangun memakai uang pribadinya.

Kesembilan KK ini sudah melayangkan Surat keberatan kepada Pemprov dibantu Pihak sekolah namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari Pemprov. Pihak sekolah sendiri memang mengakui jika tanah yang kini berdiri bangunan sekolah milik Pemprov, termasuk yang didiami 9 KK tersebut.

“Awalnya saya juga tidak tahu jika tanah tersebut milik Pemprov, tapi beberapa waktu lalu datang petugas provinsi yang mendata aset daerah, barulah saya tahu jika itu milik Provinsi,”Ungkap Kepala sekolah SMA 1 Jatinangor Dra. Hj. Yati Sumaryati yang ditemui diruang kerjanya. Selasa(05/04).

Dari rekomendasi petugas Pemprov, pihak sekolah lalu mengajukan surat agar yang menjadi wilayah sekolah dilakukan pemagaran, ini ditujukan bukan untuk mengusir warga, tetapi lebih kepada faktor keamanan aset sekolah saja.

Mengetahui warga sekitar sekolah merasa keberatan, pihaknya mengakui tidak mau bersengketa dengan warga tersebut, “kami baru akan berencana membangun ditanah tersebut apabila tanahnya tidak lagi diperdebatkan, sekolah ini juga kan milik pemprov dan kami tidak akan melakukan apapun, hanya menunggu arahan dari pihak propinsi saja,”Ujarnya.

Disinggung mengenai keberadaan warga yang menempati lahan ini pihkahnya menginginkan adanya penyelesaian secara baik-baik, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi mengganggu aktifitas belajar mengajar siswanya.

“Masyarakat dan pihak sekolah sama tidak punya hak, namun bedanya kalau sekolah itu resmi karena memiliki SK sedangkan masyarakat hanya ujug-ujug membangun tanpa ada kekuatan hukumnya,” tuturnya.

Selain itu, diakuinya jika secara hukum keberadaan warga yang menempati tanah pemprov ini Ilegal, namun secara pribadi miris jika 9 KK yang sudah mendiami tanah ini sejak tahun  1976 ini harus pergi begitu saja.

“Saya juga merasa prihatin jika mereka harus pindah begitu saja, padahal mereka sudah mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk membangun rumah, kendati memang tanahnya milik Pemprov,”pungkasnya.

Kendati begitu,Yati mengungkapkan masih banyak fasilitas sekolah yang masih belum dimiliki  salah satunya laboratorium, Aula,serta gudang, namun dalam perkara pembebasan lahan ini, sebaiknya jangan melibatkan pihak sekolah dulu, sebab dirinya khawatir akan terjadi gangguan terhadap kegiatan belajar mengajar.

Pihak sekolah sendiri pernah didatangi 9 KK tersebut dan menuding pihak sekolah akan mengusir mereka, namun setelah dijelaskan bahwa kebijakan ini dimiliki Provinsi, warga akhirnya meminta bantuan sekolah agar membantu memfasilitasi keinginan masyarakat yang menuntut ganti rugi bangunan.

Sementara itu salah seorang warga Agus Heri (35) warga yang lahir dan tinggal disitu mengatakan, dirinya menyadari jika tanah yang didiaminya milik Pemprov, jika terpaksa harus pindah dari tempat yang sudah didiaminya selama 35 tahun, asalkan mendapatkan ganti rugi atas bangunan yang dibangunnya saja.

“Saya pasti akan pindah karena tanah ini bukan milik saya, tapi jika ada penggantian biaya bangunan yang saya buat ini,”ungkapnya.

Saat ini Agus bersama warga lainnya masih bingung akan pindah kemana jika mereka dipaksa pindah oleh Pemprov sebagai pemilik lahan dan menginginkan kebijakan pemerintah untuk dapat memberikan ganti rugi yang sepadan. (Kos/Buser Trans Onlione)

aro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s