Tak Aspiratif, 22 Raperda Bantul Dicabut

Posted on Updated on

BANTUL, Buser Trans Onlie

Sebanyak 22 retribusi dalam rancangan Peraturan Daerah (Perda) DPRD Bantul dibatalkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Puluhan pungutan itu dinilai tak sesuai dengan UU pajak dan retribusi daerah dan dinilai menghambat investasi.

Retribusi yang ditolak Kemenkeu tersebut terdapat dalam Raperda Retribusi Jasa Usaha, Jasa Umum dan Raperda Retribusi Perijinan Tertentu. Berkas koreksi Kemenkeu tersebut disampaikan ke dewan awal Maret lalu.

Dalam berkas itu terinci sebanyak 18 jenis retribusi Jasa Umum tak sesuai dengan UU nomor 28/2010 tentang pajak dan retribusi daerah. Misalnya, dalam raperda itu Pemda berencana memungut bayaran atas pemberian hak pemanfaatan kios untuk pasar tradisional, pungutan biaya mutasi uji kendaraan bermotor, retribusi penggantian biaya cetak KTP dan akte catatan sipil bagi yang terlambat mengurus, pungutan perubahan bentuk kendaraan bermotor serta sejumlah pungutan lainnya.

Besaran pungutan beragam. Untuk tarif penggantian biaya cetak KTP dan akte catatan sipil misalnya dikenai biaya antara Rp10.000-Rp50.000. Sedangkan perubahan bentuk kendaraan bermotor dipungut Rp7.000-Rp10.000.

Dalam raperda Retribusi Jasa Umum juga terdapat pasal karet mengenai pungutan di bidang layanan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium.

Ketua Badan Legislasi DPRD Suwardi menyatakan, dalam rertribusi layanan kesehatan dan pemeriksaan laboraotirum, UU sudah membakukan hanya delapan item jenis pungutan, tapi rapreda menambahkan adanya pungutan lain. “Kata pungutan lainnya itu, yang bisa karet, makanya dihapus, karena UU sudah membakukan jenis pungutanya apa saja,” terangnya. Chol

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s