Kesimpret Birokrasi, 20 Bus Transjogja Mangkak

Posted on Updated on

Armada bus baru Trans Jogja

YOGYA, Buser Trans Online –

– Mangkraknya 20 armada bus baru Trans Jogja disebabkan karena terbelit administrasi pemindahan aset dari Pusat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY. Padahal sesuai aturan, pemindahan aset senilai lebih dari Rp 10 miliar harus melalui persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Keuangan, dan Presiden.

“Setahu saya, surat pemindahan aset sudah ada di meja Presiden. Sampai sekarang, belum ada kabar, surat tersebut sudah beres atau belum,” kata Anggota Komisi C DPRD Provinsi DIY, Arief Budiono, Selasa (19/4/2011).

Arief menjelaskan, Kemenhub RI pertama kali menghibahkan 20 armada bus lama ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Kemudian, bus-bus tersebut dipinjampakaikan ke provinsi, yang operasionalnya dilaksanakan oleh PT Jogja Tugu Trans.

Mengetahui hal tersebut, 20 armada bus baru, oleh pihak Kemenhub tidak lagi dihibahkan ke Kota Yogyakarta, tetapi ke provinsi. Sebab, faktanya, pengoperasian Trans Jogja tidak hanya di wilayah Kota Yogyakarta melainkan  juga Sleman dan Bantul.  “Setahu Pemerintah Pusat, pengoperasian hibah 20 armada bus lama  hanya untuk Kota Yogyakarta. Padahal, praktiknya juga merambah wilayah Sleman dan Bantul,” ujar Arief.

Karenanya, untuk hibah yang kedua, tidak ada lagi istilah hibah pakai, tapi pemindahan aset. Pihak yang menangani pengoptimalan aset adalah Dinas Perhubungan DIY danSatuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Proses penghibahan harus dilakukan. Jangan sampai bus sudah dihibahkan, tapi aset masih tertulis di pusat. Itu tidak benar,” tegasnya.

Oleh karena itu, paparnya, karena bus sudah dikirimkan, maka administrasi harus segera disusulkan. Jika administrasi sudah beres, bus-bus tersebut masuk sebagai aset Pemprov DIY.  “Jika administrasi dari pusat belum beres, pemrosesan di kepolisian akan sulit. Di sinilah letak permasalahan, kenapa plat nomor 20 armada bus baru Trans Jogja tak juga rampung,” urainya.

Jika nanti administrasi sudah beres, kepolisian segera mungkin memroses plat nomor 20 armada bus baru tersebut. Karena merupakan aset daerah, maka akan diplatmerahkan. “Baru setelah Pemprov DIY melakukan kerja sama dengan pihak lain dalam pemanfaatan 20 armada bus baru tersebut, plat akan diganti warna kuning,” terangnya.

Tentunya, nama pemakai adalah perusahaan yang memanfaatkan 20 armada bus baru tersebut, dalam hal ini PT Jogja Tugu Trans. Jadi, secara keseluruhan, PT Jogja Tugu Trans mengoperasikan 40 armada bus.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD DIY Sukamto menyatakan, status kepemilikan bus awalnya milik pemerintah pusat dan akan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nantinya bus tersebut akan menjadi milik Dinas Perhubungan Provinsi DIY dan dipergunakan untuk masyarakat luas. “Tinggal nunggu ijin terus STNK turun dan siap beroperasi,” kata politisi PKB ini.

Sukamto membantah adanya isu mangkraknya bus Trans Jogja karena dipersulit pihak Kepolisian. Menurutnya, polisi hanya melaksanakan tugasnya agar tak terjadi penyelewengan fasilitas negara. “Kapolda DIY kemarin juga sudah menegaskan ke Komisi C, begitu surat ijin dari menteri keuangan keluar, bus itu akan ber STNK dan siap beroperasi,” ujar mantan Ketua DPW PKB DIY ini.

Status bus adalah milik Dinas Perhubungan Provinsi DIY. Karena kepemilikannya adalah provinsi DIY, maka rutenya nanti akan melintasi kabupaten dan kota di DIY. “Mungkin saja besok dari Yogya ke Kinahrejo, ke Wates, atau ke Bantul,” katanya. chol

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s