Terjepit Ekonomi, Ibu Anak Specialis Nyatroni Rumah Kosong

Posted on

SLEMAN, Buser Trans Onlie

– Perut memang acap bikin orang gelap mata. Seperti Supatmiyati (42), misalnya. Demi menghidupi empat anaknya, ibu rumahtangga asal Wulungan, Sendangadi, Mlati, Sleman, nekat menjadi pencuri spesialis rumah kosong. Parahnya, dalam setiap aksinya, janda yang ditinggal mati suaminya itu selalu mengajak salah satu anaknya, Heri Susilo (19) sebagai partner.

Kapolsek Sleman Kompol Heri Suryanto melalui Kasi Humas Aiptu Lilis Purwaningsih menjelaskan keduanya ditangkap di kontrakannya di Karangasem, Sleman pada Senin dinihari. Tertangkapnya kedua pelaku berawal dari laporan Eko Suharjono, warga Murangan VIII, Triharjo, Sleman.

Cerita buram bermula saat korban melapor rumahnya dibobol maling saat ditinggal ke luar kota. Akibatnya, sebuah TV LCD 42 inci beserta DVD Player di ruang tamunya amblas. “Setelah melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi, maka hasil penyelidikan mengerucut kepada kedua pelaku yang sama-sama berstatus residivis,” jelas Lilis didampingi Panit Reskrim Aiptu Sukatijo, saat ditemui di kantornya, Senin (19/4), kemarin siang.

Sebelumnya, Supatmiyati pernah ditahan selama 9 bulan karena kasus penggelapan HP. Sedang  Heri sendiri pernah ditahan gara-gara mencuri hewan ternak sekitar satu tahun lalu. Setelah polisi mengecek rumah kedua pelaku di Mlati, diperoleh sejumlah barang bukti di antaranya TV LCD dan empat buah boneka milik korban.

Tanpa membuang waktu, polisi pun langsung menggerebek keduanya di kontrakannya. Menurut Sukatijo, pelaku memang ‘gemar’ berpindah kontrakan demi mengincar rumah kosong yang bakal menjadi sasarannya. “Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya mengaku telah beraksi di tiga TKP yang berbeda selama tiga hari berturut,” ungkap Sukatijo.

Setelah menyatroni rumah Eko, keesokan harinya, kedua pelaku menggasak televisi dan VCD player dari rumah Rubiani, warga Tridadi, Sleman. Keesokannya lagi, kedua pelaku menggotong tape recorder, tabung gas, dan termos es dari TK Salsabila di Brayut, Pandowoharjo, Sleman. Dalam aksinya, Supatmiyati yang berperan sebagai eksekutor, sedangkan Heri bertugas berjaga di luar.

Setelah memastikan rumah sasarannya kosong, Supatmiyati langsung masuk dengan menjugil jendela menggunakan pangot (alat pencungkil kelapa, red). Barang yang berhasil digondol kemudian digotong berdua dan disimpan di kebun sebelah rumah sebelum diangkut ke rumahnya dengan becak,” terang Sukatijo.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Chol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s