Tidak Ada Curat Coret Hari Terakhir UN

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

256 murid SMAN 1 Jatinangor Sumedang yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di hari terakhir selesai UN diberikan pengarahan agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang kurang baik seperti mencorat-coret seragam seperti yang terjadi di daerah lain. Diharapkan pihak sekolah sebaiknya seragam sudah tidak akan  digunakan diberikan kepada adik kelas ataupun siswa kurang mampu.

Dalam pengarahannyaYati Sumaryati M.MPd Kepala sekolah SMAN 1 Jatinangor menghimbau kepada seluruh siswanya untuk menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan kurang baik seperti mencorat-coret seragam, minum-minuman keras dan lain-lain.

“Daripada seragam yang tak terpakai di corat-coret, lebih bijak jika diberikan kepada adik kelas atau siswa tidak mampu. Jadi tidak mubazir,”Ungkap Yati di depan siswa disaksikan 3 petugas polisi dari Polsek Jatinangor yang sudah sejak hari pertama mengawal jalannya UN.

Lebih jauh dikatakan Wakasek bidang Humas Drs. Maman Rahmana.MM, tahun-tahun sebelumnya di SMAN 1 Jatinangor tidak pernah terjadi kasus melakukan coret-coret atau keributan usai pelaksanaan UN, sebab siswa sebelumnya diberikan arahan, dan memahami maksud dan tujuan larangan tersebut.

“sebelumnya juga kami sudah menerapkan arahan ini, dan alhamdulillah tidak pernah terjadi hal hal seperti itu,”Ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di ruangannya, Kamis (21/4). 

Disinggung mengenai UN tahun ini yang disinyalir adanya kebocoran kunci jawaban, pihaknya membatah dan mengatakan tidak terjadi dilingkungan SMAN 1 Jatinangor, anak didiknya diberikan pemahaman jika mendapatkan kunci jawaban yang tidak pasti sumbernya dikwatirkan malah menjerumuskan siswa itu sendiri.

“Sebelum pelaksanaan UN,2 kali kami melakukan do’a bersama dan Zhikir, ini merupakan pendidikan agar siswa percaya diri dengan apa yang sudah dipelajari di sekolah, sekaligus pembekalan agar berserah kepada usahanya sendiri,”ujarnya.

Dalam pelaksanaan selain beberapa petugas Polisi mengamankan tempat berlangsungnya UN juga petugas polisi mengawal soal ujian, karena SMAN 1 Jatinangor mendistribuskan soal ujian ke beberapa SMA di Jatinangor diantaranya   al-ma’soem, SMA PGRI, Darul fatwa, Dan  Al-Fallah.

“Setiap hari Kami mengambil Soal ke SMAN 1 Sumedang yang kemudian didistribusikan ke beberapa sekolah di Jatinangor, jika selesai kami kembalikan lagi ke Sumedang, makanya keberadaan petugas Polisi bukan hanya membantu berlangsungnya UN tetapi juga mengawal soal yang kami distribusikan setiap hari selama ujian berlangsung,”Jelas Maman.

Lebih lanjut dikatakan Maman untuk memupuk sikap kedisiplinan siswa di SMAN 1 Jatinangor menerapkan poin untuk setiap pelanggaran, besaran poin  tersebut ditentukan dari tingkat pelaggaran yang dilakukan, seperti poin 100 untuk siswa yang kedapatan meminum-minuman keras dan Narkoba.

“Poin 100 adalah poin tertinggi dan siswa harus keluar dari sekolah ini, itu dilakukan setelah membuat perjanjian saat masuk ke SMAN 1 Jatinangor dan surat perjanjiannya bermaterai disaksikan orang tua siswa,”Paparnya.

Ini dilakukan untuk memberikan Efek jera terhadap siswa agar berkelakuan baik sebagaimana siswa yang berpendidikan, mengenai kisaran poin itu sudah ditentukan melalui rapat bersama antara pihak sekolah, siswa dan orang tua siswa saat siswa pertama kali diterima dsini”,ungkapnya.

Setiap penggaran dinilai poin 10 hingga 100 bisa langsung dikeluarkan hal tersebut untuk antisipasi agar tidak melakukan pelanggaran kesepakan tersebut di tandatangani sekolah murid bersangkutan dan orang tua murid.

“Misalnya untuk pelanggaran merokok itu sudah disepakati bernilai 10 poin, jika siswa kedapatan 3 kali melanggar berarti poinnya 30 dan pada kelipatan 30 orang tua di panggil pihak sekolah untuk menindak lebih lanjut,”pungkasnya

Ditambahkan Maman aturan ini tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga bagi guru tentunya sangsi yang diberikan tidak lantas dikeluarkan, tetapi menempuh prosedur tersendiri sesuai ringan beratnya tindak pelanggaran.(Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s