6 Tahun Rumah Tergenang Rembesan Air Pabrik

Posted on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Hampir setiap pagi Mansyur (53) berserta keluarganya harus membersihkan rembesan air yang masuk kedalam rumahnya , 2-3 ember air perhari bisa di terkumpul bila mengeringkan lantai, walaupun upaya penambalan kerap dilakukan tetap saja rembes. Masnyur menuding bahwa air tersebut datangnya berasal dari rembesan penampungan air pabrik tekstil PT. Kewalram yang memang benteng setinggi 4 meter hampir berdempetan dengan rumahnya.

Karena dibiarkan terus-menerus terjadi, rembesan juga berimbas pada retaknya lantai rumah. Kejadian rembes itu belum pernah terjadi sebelum penampungan itu dibangun tahun 2007, dan sampai saat ini kerusakan yang dialami semakin parah saja.

“Sudah 6 tahun keadaan ini terus terjadi, padahal upaya penambalan pada bagian yang rembes sudah sering dilakukan seperti menambal dengan semen, namun air tetap saja keluar,”ujar mansyur saat ditemui dirumahnya di Dusun Bojongbolang, Desa Sukadana Kecamatan Cimanggung , Rabu (4/5).

Ditambahkan Mansyur kejadian tersebut sudah diadukan kepada pemilik pabrik, namun sampai saat ini belum juga memberikan jawaban yang pasti terkait nasib rumahnya yang semakin parah bahkan beberapa lantainya menjadi bergelombang dan retakan terjadi di setiap sudut rumahnya.

“Kerusakan ini terjadi secara berkala, hari ini tiba-tiba 1 lantai keramik retak dan begitu seterusnya sampai saat ini hampir keseluruhan lantai retak, bahkan di beberapa bagian bergelombang,”lanjut Mansyur.

Selain Mansyur yang merasakan hal tersebut, 5 rumah warga lainya juga mendapatkan dampak yang sama serta 48 kontrakan di sekitar rumahnya, tetapi karena jaraknya agak berjauhan rembesan tak sebanyak yang dialami rumah Mansyur.

Ditambahkan dia, tak jauh dari penampungan dibangun juga torn penampung air yang terbuat dari tembok coran setinggi 30 meter yang persis berdampingan dengan rumahnya.

“Torn air yang di buat pabrik membuat saya khawatir, sebab jika ambruk akan menimpa rumah saya yang terbilang berdampingan, sedangkan sampai sekarang belum ada kesepakatan dan jaminan keselamatan secara tertulis jika terjadi kecelakaan,”tandasnya

Mansyur dan 4 KK lainnya berharap pihak pabrik Kewalram membeli wilayah rumah yang terkena rembesan ini, mengingat tidak mungkin lagi penghuninya bertahan dengan keadaan rumah yang tidak bisa diperbaiki lagi.(Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s