Pedagang Pasar Tradisional Griya Tetap Bertahan

Posted on Updated on

Para pedagang pasar Gyiya Al-Masoem yang berlokasi di Desa Bojongloa Dangdeur Rancaekek, tidak mau pidak ke bangunan yang baru

Kab. Bandung, Buser Trans Online,.
Keberadaan pasar Gyiya Al-Masoem yang berlokasi di Desa Bojongloa Dangdeur Rancaekek, mendesak pemerintah daerah bisa mengeluarkan ijin berjualan, hal tersebut dikatakan pengelola  pasar Gyra Al-Masoem Cece Kusnadi di sekretariat, Selasa (10/05).

Pengelola Pasar Griya Al-Masoem di kawasan Dangdeur, Desa Bojongloa, Rancaekek meminta pihak Pemkab Bandung bisa keluarkan izin agar lahan Pasar Griya tetap dipergunakan pedagang untuk berjualan dan tidak dialihkan ke lokasi lain. “Jika ijin bisa keluar tentunya pasar griya ini bisa menambah pendapatan asli daearah (PAD),” kata Cece Kusnadi.

Lebih jauh Cece mengatakan para pedagang sendiri hingga saat ini tetap mau bertahan dengan tempat yang sudah ada dan tidak lagi mau berpindah-pindah “pada dasarnya para pedagang pasar Griya sudah merasa betah di tempat berjualan sekarang, dan tetap mau bertahan tidak mau pindah, pihaknya sendiri sangat menghormati apa yang sudah menjadi peraturan Pemkab Bandung”tambahnya.

Lahan yang saat ini di pakai untuk berjualan merupakan lahan milik salah satu keluarga, serta diakui Cece dirinya sudah mendapatkan kuasa sepenuhnya dari pemilik untuk menggunakannya bagi kepentingan umum. Surat kuasa tersebut diberikan dari pemilik lahan kepada penerima surat kuasa diatas segel dari Imas D. Masoem, Ir. H. Ceppy Nasahi, M.S. dan Yuyun Yuhanah, S.H.
Manajer Pasar Griya Al-Masoem Encang Suganda, pihaknya menegaskan tidak ada rencana pasar tersebut akan pindah dan direlokasi ke tempat lainya “yang jelas para pedagang tetap tidak mau pindah, sebab lahan tersebut sudah di kontrak selama 30 tahun”tegasnya. Pendirian Pasar Griya Al-Masoem telah sesuai dengan surat dari Muspika Tripika Rancaekek bernomor 511.23/290/SKRT tahun 2007.
Ade Djaja selaku tokoh masyarakat Rancaekek mengharapkan, keberadaan Pasar Griya tetap harus dipertahankan hal ini sesuai kultur masyarakat Kab. Bandung. Selain itu, pihak Pemkab Bandung harus bijak dalam menyikapi masalah ini. “Kita tidak ingin kondisi Rancaekek yang sudah nyaman turut terusik sehingga para pedagang menjadi resah,” kata Ade Djaja. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s