KERETA API MODERN SIAP DIOPERASIKAN DI BIM

Posted on Updated on

Keretya api modren seperti bus

Buser Trans, Sumbar

Juni 2011 mendatang rel bus kereta api (rangkaian kereta api-red) dengan kapasitas muatan 100 hingga 120 orang akan didatangkan dari Jakarta. Kerangka kereta api tersebut mirip dengan shinkansen, kereta api milik Jepang.

Rangkaian kereta api itu akan melayani penumpang Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Berdasarkan data Dishub setiap harinya ada 600 orang yang berangkat dengan kendaraan pribadi, bus umum dan taksi bahkan dengan ojek ke dan dari BIM. Jumlah ini tergolong tinggi.

Sayangnya kunjungan yang tinggi ke BIM ini tidak didukung dengan transportasi yang dapat efektif untuk jumlah itu. Akibatnya terjadi kemacaten.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala, jadi Juni ini kerangka kereta api ini bisa sampai di Padang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Akmal, kepada wartawan, Rabu (4/5).

Di Jepang, kereta serupa disebut Shinkansen dan sering dipanggil kereta peluru, karena jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways.

“Dalam pekan ini, Surat Menteri Perhubungan RI tentang Penetapan Terrace (Jalur KA) segera pula turun. Surat itu ditujukan kepada Gubernur Sumbar dan bupati/walikota terkait,” terang Akmal.

Diharapkan, dengan keluarnya surat Menteri Perhubungan tersebut yang memberi kewenangan kepada Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota terkait untuk menetapkan jalur KA yang akan dibuat. Dan kepala daerah diharapkan segera dapat menindaklanjutinya di lapangan.

Sedangkan pembangunan jalur kereta apinya dipastikan dimulai tahun 2012 mendatang, karena anggaran sebesar Rp67 miliar diantaranya untuk pembangunan jembatan 1 unit, pengamanan jalur kereta api dan pembangunan jalur kereta itu baru akan dianggarkan pada APBN 2012.

Sementara persoalan pembebasan tanahnya, hingga saat ini Tim Sembilan masih memfasilitasi dengan masyarakat setempat. Namun pada dasarnya tidak ada persoalan yang mendasar karena pada umumnya masyarakat setuju dengan pembangunan jalur KA tersebut dan bersedia melepas tanahnya.
“Kita akan harapkan pembebasan tanah ini dapat berjalan lancar, tidak ada kendala berarti. Apalagi anggaran ganti ruginya sudah dianggarkan dalam APBD Sumbar 2011 sebesar Rp5 miliar,” tambah Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Darat dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sumatra Barat, Juharson.

Pembangunan jalur KA itu direncanakan akan memakai lahan yang sedikit lebih luas dari biasanya karena pada sisi kanan dan kiri rel KA akan dibangun lajur pengaman agar tidak membahayakan masyarakat. Jika pembangunan tersebut selesai nantinya, jalur tersebut langsung dioperasikan untuk mengangkut penumpang langsung dari Simpang Haru hingga ke BIM.

Mencermati kondisi tersebut, Kepala Dirve II PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Sumbar, Yudith Harianto menilai penting pembukaan jalur kereta api Duku ke BIM. Rencana pembangunan itu merupakan porgram jangka pendek bersamaan dengan dibukanya jalur Indarung-Solok untuk kereta barang.
Menurut rencana 2011 ini, PT. KAI juga akan memulai proyek rehabilitasi jalur kereta api yang rusak dan berhenti dioperasikan. Seperti jalur Pariaman-Naras-Sungai Limau dan lainnya.

Dikatakannya, panjang rel sekitar 4,2 Km. Karena hanya menyambung dari fly over Simpang Duku ke BIM. Rencananya pemprov membebaskan lahan selebar 30 meter.

Sementara untuk membuka jalur kereta api dari Simpang Haru ke BIM menelan biaya Rp130 miliar. Dananya dari APBN. Untuk pembebasan lahan dari APBD. (Donny D. Osmond Sumatera Barat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s