Mitos Keperawanan

Posted on Updated on

candi sukuh

Yang pasti, di mata warga Dusun Berjo yang umumnya hidup bertani, Candi Sukuh masih memegang teguh filosofi yang disimbolkan melalui patung lingga yoni tersebut. Sebagai petani, mereka selalu mensyukuri hasil panen yang diperoleh setiap musim. Rasa syukur itu biasanya dimanifestasikan melalui ritual yang mereka sebut Grebek Sukuh. Setiap tahun, tradisi ini selalu disambut dengan ceria oleh seluruh warga Desa Berjo.

Sedang arca maupun relief lingga yoni itu sendiri, di mata penduduk sekitar candi adalah sesuatu yang lumrah. Baginya, segala bentuk arca dan relief yang menggambarkan ketelanjangan, bukanlah suatu pornografi dalam dimensi pemikiran modern. Melainkan sisi kekayaan religius nenek moyang di masa lampau, yang berupaya mengusir roh-roh jahat yang hendak mencelakakan kehidupan manusia.

Di kalangan masyarakat awam, terutama muda-mudinya Candi Sukuh memang lebih dikenal sebagai candi erotis. Ini karena banyaknya patung dan relief yang menggambarkan alat kelamin baik pria maupun wanita yang tak akan pernah ditemukan pada candi-candi lain di Indonesia.

Tapi bagi penduduk setempat, sebagaimana dituturkan sesepuh Desa Berjo Ny. Upik Purwaningsih (64), bahwa arca dan relief linggo yoni tidak hanya memiliki kandungan sakral yang tinggi, tapi juga sekaligus menebarkan hawa magis yang dasyat.

Bahkan menurut cerita rakyat, katanya, di masa lalu relief lingga-yoni itu digunakan untuk membuktikan kesucian seorang gadis. Apabila seorang mempelai perempuan yang akan menikah melangkahi relief tersebut dan kainnya sobek, tandanya sang mempelai tak lagi suci. Demikian sebaliknya. Namun sekarang pintu gerbang tersebut telah ditutup atas berbagai pertimbangan.

Kendati keyakinan tersebut nyaris menjadi mitos, toh nafas erotis dari candi yang terletak di lereng barat Gunung Lawu  ini pun telah menjadi daya tarik tersendiri bagi segala lapisan masyarakat luas. Bagi pasangan muda-mudi, terutama pada hari Minggu misalnya, acap menggunakan kawasan candi sebagai ajang memadu kasih.

Maklum, suasana hening sepi sekitar Candi Sukuh sendiri yang memang amat mendukung, juga udaranya segar sejuk dengan pemandangan indah menghampar. Melihat ke arah barat nampak bukit-bukit menghijau dan samar-samar nampak Gunung Merapi dengan asap tipis di puncaknya.

Nah, pada moment penting inilah tak sedikit pasangan muda-muda yang secara guyon, iseng atau serius, coba membuktikan keyakinan penduduk setempat yang satu itu, uji atau test keperawanan. Caranya, si gadis melompati relief atau patung erotis tersebut.

Bila tak terjadi apa-apa, berarti ia benar-benar masih perawan. Namun bila ujung kain atau roknya kemudian robek dan berdarah, berarti ia sudah tidak suci alias sudah tidak perawan lagi. Benarkah demikian? Wallahu’alam. cholis

Iklan

One thought on “Mitos Keperawanan

    ayusasiho6 said:
    13 April 2014 pukul 5:55 AM

    AKBP IGA.SASIH DARI POLDA BALI
    Candi sukuh yang menggambarkan relief Lingga Yoni berarti hubungan purusa dan predana atau lhubungan laki-laki dngan wanita yang digambarkan dengan alat kelamin laki-laki dengan alat kelamin wanita serta disimbulkan dengan keperawanan, yang sebagian masyarakat meyakini bahwa candi tersebut memberikan anugrah kesuburan kepada para petani yang tinggal disekitar Candi sukuh dengan melaksanakan upacara syukuran atas panen yang dihasilkan, dengan melihat hal tersebut menunjukkan bahwa betapa disakralkannya keperawanan tersebut, keperawananyang disimbulkan dengan yoni sebagai simbul seorang wanita yang harus dijaga martabatnya dalam pergaulan sehari-hari dalam berprilaku, bertutur kata serta hati yang selalu dijaga kesuciannya sampai saatnya bertemu dengan seorang laki-laki yang menjadi pendamping hidup. Wanita dalam sastra Hindu disimbulkan sebagai Ibu Pertiwi sebagai Bumi tempat kita berpijak, sebagai Dewi Saraswati sebagai Ibu Ilmu Pengetahuan dan sebagai Dewi Laksmi Dewi kesuburan, dengan demikian bila kita sebagai wanitia dan mampu menjaga martbat dan kesucian hati kebahagiaanlah yang akan kita capai dalam menjalani kehidupan ini
    Wanita sebagai Dewi Ilmu Pengetahuandisimbulkan sebagai Ibu Pertiwi sebagai bumi tempat kita hidu, wanita sebagai Dewi saraswati yang demikian akan menciptakan keluarga yang sejahtra dan bahagia serta melahirkan putra-putri yang soleh, wanita disimbulkan sebagai dewi kesuburan, dewi Pendidikan serta sebagai Ibu Pertiwikarena wanita yang demikian adihormati dan dihargai oleh keluarga dan masyarakat serta akan mampumampu mengciptakan keluarga yang sejahtra dan agung menunjukakn kesucian seorang wanita yang harus selalu dijaga dengan baik karena

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s