Polisi Diam Saat Wartawan Di Intimidasi

Posted on Updated on

Banten, Buser Trans OnLine

Sifat arogansi dan adanya kesan intimidasi yang dilakukan oknum Wakasek dan Kaur TU SMAN I Carenang terhadap salah satu rekan wartawan menjadi potret buram lembaga dunia pendidikan di Kabupaten Serang.

Hal itu, terungkap dari pengakuan salah satu rekan wartawan Metro Aktual yang kini menjadi Kabiro Kompas Indonesia di Kab/Kota Serang, MH (30). Pengakuan Hafid kepada Buser Trans OnLine, bahwa dirinya menerima perlakuan tidak menyenangkan  dari pihak SMAN I  Carenang berawal disaat dirinya, menerima masukkan  dari salah satu orang tua murid SMAN I Carenang. Orang tua murid itu mengakui bahwa anaknya belum menerima Kartu Peserta Ujian Nasional (UN) karena administrasi belum dilunasi.

Adanya keraguan orang tua murid itu, dimana anaknya tidak bisa mengikuti UN. Lantas, saya konfirmasi kepada pihak sekolah. Saat itu, Kepala Sekolah (Kepsek) tidak berada di tempat, saya diterima Wakil Kepala Sekolah (Wakasek). Permasalahan yang saya sampaikan kepada Wakasek bukan mendapat jawaban, malah Wakasek menunjukkan sifat arogansi, maka terjadilah debat yang disaksikan guru-guru, ungkapnya.

Hafid menambahkan, tragisnya lagi, disaat kehadiran Kaur Tata Usaha (TU) inisial (T) langsung menuding konfirmasi yang saya sampaikan fitnah. Tidak cukup sampai disitu dengan emosinya, Kaur TU juga hendak menonjok kepala saya. Pihak sekolah pun memanggil aparat penegak hukum dari Polsek Carenang. Kanit Reskrim bersama temannya datang. Pemanggilan aparat Polsek itu, menurut saya kesannya ingin  menakut-nakuti saya.  Karena persamalahan semakin memanas, maka Kanit menghubungi Kapolsek. Selang beberapa menit kemudian Kapolsek datang bersama anggotanya. Ditengah-tengah kehadiran Kapolsek untuk  menenggarai permasalahan. Anehnya, saya dipaksa oleh  Waksek dan Kaur membuat pernyataan konfirmasi keliru. Kalau tidak mau membuat maka tidak diperkenankan keluar, dengan alasan untuk laporan ke Kepsek, paparnya.  Ia melanjutkan, sebelum saya buat surat pernyataan, saya sempat meminta tanggapan kepada Kapolsek, gimana pak menurut bapak pihak sekolah minta saya mengakui salah secara tertulis. Lantas dijawab sama Kapolsek nga apa kalau itu demi kebaikan bersama kalau ada apa sampai ke Polres (Polisi Resort) Serang, saya yang bertanggung jawab, kata Kapolsek. Jawab saya, punya pimpinan dan segalanya, terus pihak sekolah emosinya tinggi lantas saya ditekan dengan bahasa kejawaraan. Disitulah saya terpaksa mengantisipasi pihak sekolah melakukan pemukalan. Karena menjaga ada rasa kekhawatiran keselamatan diri saya, maka surat pernyataan itu dengan terpaksa saya buat, sebagai saksi dalam surat pernyataan itu, Kanit Reskrim, hal itu disaksikan oleh Kapolsek, jelasnya.

Menyikapi adanya indikasi arogansi dan intimidasi yang dilakukan oleh Wakasek dan Kaur TU terhadap MH, ketika dikonfirmasi kepada Kepala Sekolah SMAN I Carenang, H. Enceng Soleh Spd. Mpd  di ruang kerjanya, kepada wartawan Buser Trans OnLine, Eceng mengakui bahwa dirinya sudah mendapat informasi adanya permasalahan antara oknum wartawan MH dengan bawahannya. Tapi sampai sejauh ini belum mendapat laporan. Eceng membenarkan salah satu muridnya belum menerima Kartu peserta ujian UN, tapi tiga hari kemudian siswa sudah diberi kartu peserta ujian, terangnya. Ketika dipertanyakan wartawan, apa tindakan Kepsek terhadap Wakasek dan Kaur TU yang terkesan telah melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap kinerja wartawan dengan gaya arogansi dan intimidasi..? Eceng tidak dapat memberi jawaban yang signifikan, nantilah saya koordinasikan sama Wakasek dan Kaur untuk mendapat penjelasan dan kebenarannya. Ketika disinggung apa sudah menerima bukti surat pernyataan …? Belum jawab Eceng kepada wartawan.

Ketua Umum KOMPAK ( Komunitas Masyarakat Pemantau Kriminalitas) Banten, Mas Awong Marwan ketika diminta komentarnya. Awong dengan tegas menyesalkan sikap oknum Wakasek dan juga Kaur TU SMAN I Carenang yang menunjukkan sikap arogansi, bahkan sampai melakukan intimidasi kepada rekan wartawan MH. Jika benar hal itu terjadi, jelas sudah merupakan salah bentuk pelanggaran terhadap tugas seorang jurnalis. Jurnalis dalam menjalankan tugasnya berupaya mencari, menggali dan menyampaikan informasi. Jadi, bila ada informasi yang didapat maka si wartawan wajib untuk melakukan konfirmasi maupun mengklarifikasi apa yang ditemukannya kepada pihak-pihak terkait.  Upaya itu, untuk mencegah agar jangan sampai terjadi pemberitaan sepihak dengan kata lain berita fitnah. Menurut saya, apa yang dilakukan oleh rekan wartawan MH sudah sesuai dengan etika jurnalis yang diatur dalam   UU No.40 Tahun 1999 tentang Tugas Pokok Dan Fungsi Pers. Jadi, apa yang dipertanyakan wartawan, silakan ditanggapi dengan pemikiran jernih. Tapi, bila itu bukan wewenangnya, arahkanlah si wartawan agar dapat bertemu dengan orang yang berhak memberikan komentar. Bukan berarti arogansi bahkan sampai melakukan intimidasi.  Intimidasi salah satu bentuk  pelanggaran hak azasi manusia (HAM). Hal yang tidak layak ditampilkan seorang pendidik. Bagaimana dunia pendidikan kita maju, kalau penyelenggara pendidikan itu sendiri tidak tanggap terhadap apreasiasi yang disampaikan oleh masyarakat, khususnya wartawan. Di era keterbukaan informasi tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Semuanya sudah diatur dalam UU No.14 Tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik).  Untuk itu, KOMPAK akan melakukan upaya  mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang segera memanggil oknum Waksek dan Kaur TU, elemen masyarakat mengharapkan kepada Kadis  dapat menjatuhkan  sanksi displin PNS seberat-beratnya kepada oknum Wakasek dan Kaur TU SMAN I Carenang itu.  Yang dibutuhkan masyarakat, bukan arogansi, tapi guru yang  memiliki dedikasi yang tinggi, berwibawa dan menjadi panutan dilingkungan sekolah maupun ditengah-tengah masyarakat. Jika masih bercokol penyelenggara pendidikan yang bersifat arogansi dan mau melakukan intimidasi, mau dibawa kemana dunia pendidikan kita..? Dan tidak tertutup kemungkinan, dampak daripada intimidasi,  korbannya dapat menempuh jalur hukum, pungkasnya. (Binsar Gultom/Buser Trans OnLine).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s