Memperingati Seabad Perguruan Thawalib Putra Padang Panjang

Posted on Updated on

Sumatra Barat, Buser Trans Online

Perguruan Thawalib Padang Panjang pada 2011 ini genap berusia 100 tahun. Memanfaatkan momentum satu abad itu, Ikatan Alumni Thawalib Padang Panjang yang diketuai H. Guspardi Gaus dengan dukungan pengurus perguruan akan mengadakan serangkaian kegiatan, mulai Jumat (27/5) kemarin hingga 26 Juni 2011 mendatang.
Selain bertemu dengan kawan-kawan wartawan, kegiatan kami, anjangsana ke sejumlah panti asuhan di Padang Panjang, Batipuh dan X Koto. Selain untuk memberi spirit, kedatangan kami nanti juga untuk memberikan sejumlah bantuan,” kata Guspardi Gaus kepada sejumlah wartawan di sebuah rumah makan, Jumat (27/5) kemarin.
Guspardi yang saat itu didampingi Pimpinan Perguruan Thawalib H. Firdaus Tamin, ketua panitia AKBP H. Busri Zen serta unsur pengurus dan panitia lainnya menyebutkan, acara lainnya yang akan digelar dalam peringatan bertema “Mambangkik Batang Tarandam,” seminar nasional, tabligh akbar, rapat kerja nasional dan olahraga jantung sehat.
Seminar nasional akan digelar pada 23 Juni 2011 di aula H.Abdul Karim Amarullah, Komplek Perguruan Thawalib Padang Panjang. Menkominfo H. Tifatul Sembiring akan menjadi pembicara kunci dengan topik “Reformasi pendidikan berbasis teknologi informasi dalam dinamika perubahan sosial umat Islam di Indonesia.”
Pembicara lainnya Prof. Dien Syamsudin (Ketua PP Muhammadiyah) dengan topik ‘Peran ulama dalam menghadapi dinamika perubahan sosial,” Prof. Burhanudin Daya (PR I UIN Jakarta) dengan topik “Potret Perguruan Thawalib, dulu, kini dan masa mendatang.”
Kemudian Syukri Batubara (Dirjen di Kementrian Kominfo) dengan topik “Undang-undang tentang informasi, teknologi dan inovasi dalam pengembangan pendidikan,” serta Prof. Amsal Bachtiar dengan topik ‘Reformulasi kurikulum Perguruan Thawalib dalam menghadapi dinamika pendidikan Islam di Indonesia.”
“Para pembicara yang kita hadirkan dalam seminar ini umumnya alumni Thawalib Padang Panjang. Kita ingin pemikiran-pemikiran mereka untuk kemajuan Thawalib ke depan akan muncul. Sebab, tak bisa kita pungkiri, Thawalib yang dulunya menasional, bahkan mendunia beberapa tahun terakhir justru meredup. Dengan momen satu abad ini, kita bertekad mengembalikan kejayaan Thawalib,” timpal Busri Zen.
Banyak sukses
Dulunya Thawalib memang dikenal hingga ke Malaysia, Brunei Darussalam dan beberapa negara tetangga lainnya. Alumninya banyak yang sukses dan menjadi tokoh nasional, yang bukan hanya dalam bidang keagamaan dan perguruan tinggi, tapi juga di dunia politik, usaha, TNI, Polri, bahkan kesehatan, kata pengusaha dan politisi. (Donny D. Osmond Sumatera Barat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s