Tim EBB : Sumbar Rawan Dengan Longsor Dan Banjir

Posted on

Sumatra Barat, Buser Trans Online

Tim Ekspedisi Bukit Barisan (EBB) yang telah tiga bulan berada di Sumbar, Tim EBB tersebut terdiri para peneliti yang berasal dari LIPI, ITB, UI, Undip dan UGM. Selain itu dilibatkan juga organisasi pecinta alam Wanadri dan PMI. Sedangkan personel TNI yang dilibatkan berasal dari Kopassus dan Kostrad sejumlah 447 orang. Total ada 762 orang yang mengikuti ekspedisi selama 6 bulan ini.

Dalam penelitian tersebut Tim EBB menemukan beberapa ancaman bencana di Sumbar, yakni longsor dan banjir. Bencana ini dikarena kondisi hutan di perbukitan sudah banyak yang gundul akibat dari pembalakan liar.
Titik bencana terdapat di beberapa daerah, seperti Agam, Padang Panjang, Solok Selatan, Bukittinggi dan Kabupaten Solok. Demikian disampaikan tim EBB kepada Wakasad TNI-AD, Letjen TNI-AD Budiman di sela-sela kunjungannya ke Agam, Jumat (27/5).
Dari hasil penelitian tersebut ditemukan beberapa kawasan hutan bekas pembalakan liar. “Dari hasil yang didapat tim, untuk di Sumbar daerah yang paling banyak aksi pembalakan liar yakni di daerah Solok, Agam, dan Tanah Datar,” kata Budiman.
Dia menambahkan, untuk mencegah terjadinya bencana alam di sepanjang Bukit Barisan, pihaknya telah melakukan penanaman pohon pohon mahoni. “Aksi penanaman pohon dan reboisasi dapat membantu menghentikan erosi, memperbaiki kerusakan lahan akibat penebangan pembalakan liar,” ujarnya.
Selain itu, Tim Ekspedisi Bukit Barisan juga menemukan beberapa spesies hewan langka yang hidup di sepanjang hutan Bukit Barisan.
Menurutnya, spesies hewan langka yang ditemukan tersebut yakni sepasang burung Ciung-Mungkal Sumatra alias Cochoa Beccani Salvadori 1879 pada kawasan Gunung Singgalang serta Golden Cat atau Kucing Emas di pada kawasan hutan di sekitar Lampung. Kemudian penemuan cacing merah di kawasan hutan Bengkulu di mana dalam satu hari bisa menyuburkan tanah, masih banyak lagi hewan langka yang belum diketahui namanya.
Dia menambahkan, Tim EBB selain menemukan spesies hewan langka juga menemukan flora langka di sepanjang hutan kawasan Bukit Barisan.
Di antara yang ditemukan itu adalah Begonia Hirtellia (tumbuhan herba berukuran kecil yang daunnya dapat dimakan), Begonia Multangula (tumbuhan herba yang memiliki batang bertubuh halus), Bulbophyillium SP (sejenis anggrek tropis yang langka).
“Tim EBB juga menemukan flora-fauna unik lainnya seperti Macodes Jamaica, Macodes Petola, Melastoma Velutinosum, Melhotoria Marginata, Nepenthes Singalana, Nephelium Tenuifolium, Paphiopedilum, Spathoglottis, Urophyllum, Abroscopus Superciliaris atau sejenis burung berbulu kekuningan,” katanya.
Tim ekspedisi ini, lanjut Budiman Sudarsono melakukan tiga kali tahap dalam penelitian dan penjelajahan disepanjang hutan kawasan Bukit Barisan.
“Tahap kedua telah berakhir pada 26 Mei 2011, Tim Ekspedisi akan melakukan konsolidasi serta koordinasi dengan pemerintah setempat. Penelitian akan dilanjutkan pada 18 Juni 2011 mendatang,” ungkapnya.

Tim Ekspedisi Bukit Barisan melakukan penjelajahan di Gunung Leuser (Aceh), Sinabung (Sumut), Singgalang (Sumbar), Kerinci (Jambi), Seublat (Bengkulu), Dempo (Sulsel) dan Tanggamus (Lampung). (Donny D. Osmond Sumatera Barat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s