Diduga Pelaku Utama Kasus Debitur Bank Syariah Cab. Serang Rp.226 Millyar Belum Tersentuh Hukum

Posted on

Banten, Buser Trans OnLine

Vonis Pengadilan Negeri (PN)  6 Tahun dan putusan banding 4 Tahun penjara terhadap H. Asri Uliya dalam Kasus Kredit Rp.226 Millyar di BRI Syariah Cabang Serang terkesan dikorbankan..? Pasalnya, sesuai informasi yang kita dapat  bahwa  hingga saat ini Direksi BRI Pusat Dan BRI Syariah Cab Serang Cuci Tangan atau belum tersentuh hukum, ungkap Eman kepada Buser Trans OnLine usai melayangkan surat laporan aksi unjuk rasa ke Polresta Cilegon baru-baru ini.

Eman Suyaman SE salah satu pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Anti Korupsi (DPW GEPAK) Banten, Eman mengatakan bahwa laporan yang kita sampaikan ke Polresta Cilegon adalah rencana aksi unjuk rasa GEPAK dan GAMAYASA ke BRI Syariah Cilegon dengan isu Penegakkan Hukum dan meminta pelaku utama kasus debitur BRI Syariah Cab Serang harus diseret ke meja hijau. Tapi, sebelum kami turun melakukan aksi unjuk rasa,  pihak BRI Syariah Cabang Cilegon melayangkan surat jawaban melalui BRI Syariah Unit Serang sambil memperlihatkannya lembaran jawaban yang difaksimile itu.

Menanggapi surat balasan dari BRI Syariah Cab Cilegon yang tertanda tangan Pimpinan Kantor Cabang Cilegon, Mulyana itu. Eman menjelaskan bahwa jawaban Pimpinan Cabang yang dikirim lewat faxsimile melalui BRI Syariah Unit Serang patut kita hormati, dan menjawab surat No.009 disebutkan bahwa dasar alasan dilakukannya unjuk rasa oleh Gamayasa dan Dewan Pimpinan Wilaya Gerakan Pemuda Anti Korupsi (DPW GEPAK) Banten adalah karena para pelaku utama transaksi fiktif belum tersentuh oleh hukum. Dapat kami sampaikan disini bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Justru masalah tersebut telah diajukan dan putus oleh Pengadilan Negeri (PN) Serang pada tanggal 21 April 2010 melalui Putusan No.938 dan Putusan No.939.  Putusan No.939 menyatakan bahwa para terdakwa yakni 2 (dua) orang pegawai Bank BRI (mantan Pimpinan Cabang dan mantan Account Officer) secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korpsi yang dilakukan secara bersama-sama dan menjatuhkan putusan pidana dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun bagi mantan Pimpinan Cabang dan 4 (empat) tahun bagi mantan Account Officer berikut denda masing-masing Rp.100.000.000,- dan memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan  . Sedangkan Putusan No.938 menyatakan bahwa Direktur Utama (Dirut) dan Komisaris Utama  PT. Nagari Jaya Sentosa  dan 4 (empat) tahun penjara berikut denda Rp.150.000.000,- dan kewajiban membayar uang pengganti masing-masing Rp.79.461.673.427,08 serta memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan. Putusan tersebut kemudian dilanjutkan dengan keluarnya putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banten pada tanggal 16 Juli 2010 melalui Putusan No.74 dan Putusan No.75 yang menyatakan bahwa para terdakwa yakni 2 (dua) orang pegawai Bank BRI secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama dan menjatuhkan putusan pidana dengan pindana penjara selama 4 tahun bagi mantan pimpinan cabang dan 4 tahun bagi mantan account officer berikut denda masing-masing Rp.100 juta dan memerintahkan agar terdakwa mantan pimpinan cabang tetap berada dalam tahanan.  Sedangkan putusan No.74 menyatakan bahwa Direktur Utama dan Komisaris Utama PT. Nagari Jaya Sentosa (yang juga merupakan pengurus PT. Javana Artha Buana) secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan dijatuhi hukuman pidana dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun berikut denda masing-masing sebesar Rp.150 juta dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp.37.872.119.796,06 bagi Dirut PT. Nagari Jaya Sentosa  Rp.79.461.673.427.08,- bagi Komisaris Utama PT. Nagari Jaya Sentosa serta memerintahkan terdakwa (Dirut PT. Nagari Jaya Sentosa) tetap berada dalam tahanan. Apapun jawaban itu, kami hargai, karena semua yang disampaikan adalah hasil putusan Pengadilan Negeri Serang dan Pengadilan Tinggi Banten, tegasnya.

Eman melanjutkan, bila melihat kronologis  kasus kredit BRI Syariah Cabang Serang terkesan sarat unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)  antara Bapak  Arif Basir “Avalist” sebagai Kakak Kandung SB (Periode Pencairan Pemberian Kredit mulai Maret 2006 s/d Juli 2007) buat Proyek Bantar Gebang Dan Plaza Nagari Pakubuwono dengan mempergunakan instrument berupa PKS yang selanjutnya diserahkan ke BRI Syariah Cab. Serang agar di tanda tangani oleh Saudara H. Asri,  yang sebenarnya PT. Javana Artha Buana (Dirut M. Sugirusi) dan PT. Nagari Jaya Santosa (Dirut. Amir Abdullah) di ACC buat mendapatkannya, paparnya

Dan ada Peran Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Antara Bapak Arif Basir “Avalist” sebagai Kakak Kandung SB (Periode Pencairan Pemberian Kredit mulai Maret 2006 s/d Juli 2007) buat Proyek Bantar Gebang Dan Plaza Nagari Pakubuwono dengan mempergunakan instrument berupa PKS yang selanjutnya diserahkan ke BRI Syariah Cab. Serang agar di tanda tangani oleh Saudara H. Asri. Seharusnya perjanjian kerjasama tersebut antara BRI Pusat Jakarta dengan ke-2 P.T bahwa  yang memprakarsai Kredit itu Saudara Eko. B. Suharno dan Jajarannya di UUS BRI atasan AU yang perannya hanya diminta menganalisa kemampuan membayar dari Debitur. Tapi hanya AU, MS, AA yang jadi tersangkanya sedangkan Direksi BRI Pusat Dan Serang Cuci Tangan. Untuk itu, tentunya kita akan terus melakukan upaya mendesak penegak hukum, dalam hal ini Kejagung untuk menyeret pelaku utama kasus kredit Bank BRI Syariah Cab Serang. Jika Kejagung ada kesan mengendapkannya kita berharap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengambil alih kasus Bank Syariah Cab Serang. Agar masyarakat Indonesia, khusus provinsi Banten merasakan adanya keadialan dalam penegakan hukum di Indonesai,  Kejagung jangan tebang pilih dalam menuntaskan Kasus Bank BRI Syariah Cab Serang, tandasnya.  (Binsar Gultom/Buser Trans OnLine)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s