Ketua LSM GEPAK DPW Banten Dianiaya “ Kuat Dugaan Suruhan Kadis BMTR Banten “

Posted on Updated on

Banten, Buser Trans OnLine

Ketua DPW LSM GEPAK Banten, Eman Suryaman SE saat Divisum Di RSU DKT Kencana Sabtu (02/07) Pkl 23.30 Wib Setelah Dianiaya Oknum Yang Mengaku Dari KOPASUS.

 Di ruang UGD (Unit Gawat Darurat) RSU DKT Kencana Pkl 23.00 Wib, Eman Suryaman SE Ketua DPW LSM GEPAK (Gerakan Pemuda Anti Kekerasan) Banten kepada Buser Trans OnLine. Lebih jauh Eman menuturkan sejak GEPAK usai melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten saban hari teror dan intimidasi melalui nomor selular yang tidak dikenal masuk ke nomor saya. Sambil memperlihatkan SMS peneror, diantaranya; “ Kalau memang sudah memiliki data A1 kenapa tidak dilanjut aja, kenapa harus ke PU (Pekerjaan Umum) tidak ke Kejaksaan atau Kepolisian untuk mengusut. Apa itu tidak terindikasi upaya menjatuhkan pencitraan saja pada individu. “Saya sebagai senior hanya menyarankan hati-hati tidak semua orang tidak suka dengan gerakan anda. Apalagi kalau tidak murni bakal jadi bumerang” dan terakhir “Man kamu kan yang demo kemarin”..? teror dan intimidasi semacam ini sudah menjadi sarapan pagi saya dan itu tidak saya ambil pusing, ungkapnya

Eman pun menceritakan kronologis sebelum penganiayaan terhadap dirinya, bermula ada orang mengetuk pintu rumah, setelah pintu saya buka.. dua orang tamu itu menanyakan kamu Eman kan..? Ia, sambil saya persilahkan masuk,  tidak usah di luar saja, kamu yang mau aksi ke PU Provinsi Banten Senin.  Dari mana Pak..? Gak usah banyak ngomong, kenapa kamu demo ke Dinas PU saja kenapa tidak ke Dinas lain saja,  apa mau kamu..? lantas jawab saya mau permasalahan jalan di Selatan bisa di atasi, ini hanya sebuah aspirasi. Oknum itu dengan tegas mengatakan Gak ada itu demo-demo, jangan demo ke PU lagi sebab Wilayah saya! Kamu nggak menghargai pejabat, kamu mau mati atau hidup..? Hidup atau Mati udah ada yang menentukan Pak..! jawab saya.

Jawaban saya itu, langsung disambut dengan pemukulan dibagian belakang kepala saya sehingga tidak menyadarkan diri. Saya dibopong warga masuk ke dalam rumah dalam kondisi pingsang sambil berlumuran darah, setelah sadar di ruang UGD, bagian kepala belakang sobek, pipi bengkak, rusuk memar akibat tendangan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku dari Taman. Penganiayaan yang saya alami ini kuat dugaan berhubungan dengan aksi GEPAK yang akan dilaksanakan hari Selasa, 05/07 dan musibah ini bukan menyurutkan langkah kami. Tapi menjadi motivasi bagi kami dalam rangka mempertanyakan kejelasan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran APBD 2010 sebesar Rp.47 Millyar. Yang kami nilai penggunaan anggaran tersebut tidak menghasilkan pekerjaan hasil yang maksimal. Jika ada oknum pejabat setingkat Kepala Dinas memerintahkan orang-orangnya untuk melakukan penganiayaan terhadap Ketua dan anggota LSM maupun Wartawan yang melakukan tugas sosial kontrol dapat dikatakan pejabat tersebut tidak bermoral lebih jahat dari teroris. LSM dan Pers bukan musuh Negara, Kedua lembaga itu adalah salah satu Pilar Pembangunan, tegasnya.

Adanya penganiayaan yang dialami Ketua LSM  Gepak DPW Banten, Eman ketika diklarifikasi Buser Trans Online dengan mengajukan pertanyaan melalui SMS kepada Kepala Dinas BMTR Banten, Ir. H. Shaleh MT, bahwa penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap Ketua LSM Gepak Eman, Sabtu Pkl 23.00 Wib. Yangmana sebelum Eman dianiaya oknum aparat yang mengaku dari Taman itu mengatakan kepada Eman, kamu mau demo ke PU Provinsi lagi ya, kenapa tidak ke Dinas lain saja. Kamu tahu PU adalah Wilayah kami. Atas dasar pengakuan itu,  yang melakukan penganiayaan terhadap diri Eman disinyalir  suruhan Bapak Haji selaku Kadis BMTR..? Lewat SMS, Shaleh menjawab saya, tidak tahu menahu masalah tersebut, katanya.

Ditemui di Sekretariat LSM KOMPAK (Komunitas Masyarakat Peduli Anti Kriminilitas) Banten, Mas Awong Marwa saat dikonfirmasi terkait adanya musibah yang menimpa Ketua DPW LSM Gepak, Eman.  Awong menilai bahwa peristiwa yang dialami Eman sudah anarkis. Karena apa..? Dua orang yang datang ke rumah Eman tersebut bukan berniat bertamu, tapi sudah ada niat jahat melakukan penganiayaan. Jadi, praktek-praktek seperti sudah tidak lazim dilakukan di era reformasi. Bila melihat kejadian yang sesungguhnya ada niat pihak yang akan di demo untuk meredam langkah GEPAK melakukan aksi unjuk rasa yang akan mereka gelar Selasa (5/07) ini dengan menghalalkan segala cara. Jika hal seperti ini dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan akan muncul Eman-Eman baru. Ini menjadi pembelajaran bagi LSM yang ada di provinsi Banten, khusus di Kabupaten/Kota Serang dan  mengantipasi adanya tindakan teror, intervensi maupun penganiayaan terhadap Ketua dan anggota LSM. Maka beberapa LSM sudah menyatakan diri membentuk Solidaritas Aktivis Anti Kekerasan. Kita berharap terbentuknya Solidaritas tersebut untuk mengusut tuntas kasus yang dialami Eman dan  bentuk kekerasan yang mungkin akan dialami LSM nantinya, dan kita siap turun ke jalan. Sebab apa, LSM KOMPAK pernah mengalami hal yang sama ketika  melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, sebelum kami sampai di DBMTR disinyalir oknum KOPASUS menghadang kami, agar jangan sampai demo di DBMTR. Adanya tindak-tindakan seperti itu, tentunya sudah melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tegasnya.

Ketua Trauma (Transparansi Untuk Masyarakat) Banten, Edi Rana menambahkan adanya penganiayaan yang menimpa Eman menjadi cacatan bagi pejabat SKPD jangan mengandalkan pihak ketiga untuk meredam langkah pergerakkan LSM. Pejabat adalah pelayan masyarakat. Oleh karena itu, pejabat siap menampung segala bentuk aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Bukan berarti menakut-nakuti, meneror, mengintimidasi melalui pihak-pihak ketiga. Eman dianiaya, bukan berarti pergerakkan LSM menjadi trauma atapun  mati surih, tapi menjadi motivasi bagi pergerakkan di Banten dalam menuntaskan penyimpangan tindak pidana korupsi, khusus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM), paparnya. (Binsar Gultom/Buser Trans OnLine).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s