Dewan Ancam PT. Koryza Dan PT. Missori Hentikan Proyeknya

Posted on Updated on

Rombongan Komisi D DPRD Sumedang di dampingi Muspika Cimanggung saat meninjau PT. Missori

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Komisi D DPRD Sumedang melakukan Inspeksi mendadak (sidak), dalam sidak tersebut 5 orang anggota langsung menuju tiga lokasi perusahaan yang diduga belum melengkapi perizinan pembangunan tempat usaha diantarnya PT. Koryza Jl. Raya Jatinangor Sumedang, perusahaan tersebut bergerak di bidang properti, Perusahan Bekas Pabrik Susu yang masih di wilayah Kecamatan Jatinangor dan PT. Missouri merupakan perusahaan cukup besar bergerak di bidang ayam petelur.

Ketiga perusahaan tersebut ditemukan berbagai kejanggalan terkait perizinan saat anggota dewan datang ke lokasi PT Koryza yang bergerak dibidang properti izin Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) belum terpenuhi dan masih menggunakan yang lama dan tidak berlaku lagi.

Dikatakan Ketua Komisi D Dadang Romansyah pihaknya sudah menjadwalkan untuk datang langsung ke tempat pembangunan yang bertujuan untuk upaya pengawasan pengendalian ruang jangan sampai pembangunan Kecamatan Jatinangor menjadi semrawut.

“Kedatangan kami dalam upaya pengawasan kepada pelaku usaha yang disinyalir menyalahi aturan perizinan dan penataan ruang,” ungkapnya, Senin(11/7).

Ditambahkan dia, siapapun investor yang masuk wilayah Jatinangor tetap perizinan secara mutlak harus di tempuh terlebih dahulu, selain itu pihaknya juga menegaskan jika memang ada terjadi pelanggaran pengerjaan, proyek tersebut akan segera ditutup.

 “Jatinangor ini memiliki potensi pembangunan yang tinggi, tetapi investor yang menanamkan modalnya disini harus selalu dipantau bagaimana perizinannya, apakah sudah melalui prosedur yang benar atau tidak,” tambahnya.

Selanjutnya Komisi D menekankan kepada PT. Koryza untuk mengurus dulu perizinan dengan menempuh prosedur yang ditentukan, sebelum mulai memasarkan propertinya.   

“Kami menekankan pihak PT. Koryza untuk menyelesaikan UPL dan UKL sebelum memasarkan propertinya, jika memang melanggar aturan tidak menutup kemungkinan bisa ditutup,” tandasnya.

Selesai sidak ke PT. Koryza, rombongan anggota dewan menyambangi proyek pematangan lahan bekas pabrik susu yang berada di kawasan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung, namun hanya ditemui koordinator lapangan saja sehingga rombongan dewan tidak bisa bertemu dengan pihak pengembang langsung.

“ Biar lebih jelas siapa yang harus bertanggung jawab untuk sementara pengerjaan proyek harus diberhentikan dulu karena harus ada ijin yang belum ditempuh,”pungkasnya.

Sementara itu seusai sidak di dua tempat di daerah Jatinangor, rombongna langsung meluncur ke pembangunan PT. Missori yang berada di wilayah Kecamatan Cimanggung, didampingi Camat Cimanggung Asep Aan Dahlan serta unsur muspika lainnya, anggota dewan ditemui pihak PT. Missori yang diwakili bagian teknisi Edi Warsiri,

Saat berada di lokasi PT. Missori Rombongna Dewan Komisi D DPRD Sumedang terheran- heran saat melihat lokasi seluas 43 hektar ini hanya ada UPL dan UKL saja padahal seharusnya juga ada amdal

“ Secara teknik harus ada pemantauan lagi terkait amdal dan juga status lahan yang sebenarnya, mungkin hari rabu mendatang kami akan datang lagi untuk melihat dokumen yang sudah ada,” tandasnya.

Disisi lain Anggota Dewan langsung menemui salah seoarang warga di lokasi proyek PT. Missori, Ijay (31) warga Dusun  Santaka RT 02/01 Desa Cikahuripan Cimanggung langsung saja menyampaikan unek-uneknya kepada rombongan bahwa rumahnya dua kali terkena longsoran air berlumpur dari proyek tersebut dan diperoleh keterangan pihaknya belum pernah memberikan ijin apapun terkait adanya proyek diwilayahnya.

“Tidak ada basa-basi sama warga terdekat juga, harusnya pihak perusahaan meminta ijin dulu warga, padahal rumah saja sudah dua kali dihantam tiap hujan lumpur masuk rumah, bahkan ada rumah yang hampir roboh,” ungkap Ijay.

Sementara itu pihak PT. Missori saat dikonfirmasi melalui Edi Warsiri bagian teknisi mengatakan bahwa, nantinya sekitar 80% tanah akan ditanami pohon kembali.

“ Ini baru pematangan lahan saja, tentunya kami akan melakukan penanaman pohon kembali, dari 43 hektar lahan, sekitar 80% akan kami hijaukan kembali,”pungkasnya. (Kos/Buser Trans Online)

One thought on “Dewan Ancam PT. Koryza Dan PT. Missori Hentikan Proyeknya

    darto said:
    11 Juli 2011 pukul 10:02 PM

    sidaknya yg bener ya bapak2,jangan ujung2nya duit,……

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s