Koalisi RBM Akan Aksi Kutuk Pernyataan Asisten Manager PLTU Labuan 2 Banten

Posted on

Banten, Buser Trans OnLine

10 (Sepuluh) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bawah garis komando Koalisi Rakyat Banten Menggugat (KRBM) akan melakukan aksi unjuk rasa ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) 2 labuan Banten, Selasa (12/07) Salah satu tim negoisator KRBM, Entus kepada Buser Trans OnLine memaparkan bahwa aksi KRBM buntut dari pada pemberitaan Media Swara Nasional Edisi 04 s/d 10 Juli 2011. Asisten Manager PLTU 2 Labuan dalam pemberitaan itu menyampaikan statment bahwa Banten terkenal dengan sejuta ulama, sejuta santri, sejuta jawara, sejuta preman dan sejuta proposal yang tujuannya untuk merongrong. Pernyataan itu, jelas menciderai dan melukai hati masyarakat Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang. Mewakili rakyat Banten, KRBM mengecam dan mengutuk apa yang telah disampaikan oleh Asisten Manager PLTU 2 Labuan Banten, Charles Sitorus yang telah menghina dan merendahkan warga Banten dengan menyatakan bahwa Banten terkenal dengan sejuta ulama, sejuta santri, sejuta jawara, sejuta preman dan sejuta propasal yang tujuannya untuk merongrong (Swara Nasional Edisi 04 s/d 10 Juli). Untuk itu, kami  akan menyuarakan kutukan dan tuntutan terhadap Management PLTU 2 Labuan Banten yang didukung seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Labuan Kab. Pandeglang dengan massa 1000 orang sesuai laporan yang kami serahkan kepada pihak penegak hukum Polres Kab Pandeglang, paparnya

Entus menegaskan dalam aksi itu, KRBM menuntut  Charles Sitorus harus dituntut secara hukum, walaupun pihak management sudah beretikad baik melakukan permintaan maaf melalui media cetak harian lokal dan Radio Krakatau. Tapi, KRBM meminta agar permintaan mohon maaf dari Management PLTU 2 Labuan  dilakukan selama 10 (sepuluh) hari berturut-turut di Media Cetak Nasional. Dan KRBM mendesak agar pihak Management PLTU 2 Labuan Banten agar aktif melakukan pembinaan dan peduli terhadap masyararakat sekitar, tegasnya

Entus mengungkapkan kronologis munculnya permasalahan, yakni bermula ketika Panitia PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional) Kecamatan Labuan mengajukan proposal kegiatan PHBN dalam rangka menghadapi 17 Agustus ke pihak Management PLTU 2 Labuan Banten. Kebetulan Panitia PBHN yang diserahkan ke Permata, Karang Taruna dan FKPPI pingin audiensi dengan Manager PLTU 2 Labuan Banten, Bapak Sapto melalui Bapak Agus, kata Pak Sapto untuk pertemuan dengan Bapak Sapto dijadwal hari Jum’at jam 9.00 Wib kepada teman-teman saya sampaikan. Diwakili 10 orang diterima, setibanya di PLTU kami diterima bapak Agus dan Charles Sitorus. Pada saat itu Charles Sitorus menyeletuk dengan kata-kata arogansi, apa-apaan ini menyampaikan proposal sebanyak ini, jangan begini caranya, pake marah-marah. Lantas saya jawab, bukan begitu pak..! kami, ingin bertemu dengan Manager. Pemerintaan untuk bertemu Bapak Sapto melalui Bapak Agus.

Kami pun ngobrol dengan Bapak Sapto didampingi Bapak Agus tidak ada konflik dengan Bapak Sapto, beliau orangnya baik. Ironisnya, muncul masalah lewat pemberitaan Media Cetak Swara Nasional Pos Edisi 04 s/d 10 Juli 2011. Dalam pemberitaan itu, ada statment yang dilontarkan Asisten Manager Charles Sitorus yang menyatakan Banten terkenal dengan sejuta ulama, sejuta santri, sejuta jawara, sejuta preman dan sejuta proposal yang tujuannya untuk merongrong. Itulah yang membangkitkan amarah masyarakat Banten, khususnya masyarakat dan mahasiswa serta LSM yang ada di Kab. Pandeglang, Pungkasnya

Saat dikonfirmasi Buser Trans OnLine kepada salah satu pihak Management PLTU 2 Labuan, Bapak Agus melalui telepon selularnya memberi komentar  terkait Aksi Unjuk Rasa KRBM, Selasa (12/07),  Agus mengatakan pada dasarnya memaklumi aspirasi yang akan disampaikan masyarakat kepada pihak Management PLTU 2 Labuan. Untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pihak Management PLTU 2 Labuan sudah mempersiapkan diri tentunya dibantu pihak keamanan dari Polres Kab. Pandeglang, ungkapnya

Agus menjelaskan bahwa pihak management PLTU 2 Labuan telah melakukan rapat khusus internal dalam rangka menindak lajuti permasalahan Asisten Manager. Dari tiga tuntutan itu, yakni; permintaan maaf, mencabut pernyataan dan Charles Sitorus tidak ada lagi di Banten. Karena ini isu nasional, maka pihak management PLTU 2 Labuan sudah menayangkan iklan permohonan minta maaf di Harian Radar Banten, Jumat,  Koran Swara Nasional terbit hari Minggu, tapi fisiknya belum saya terima dan permohonan maaf lewat Radio Krakatau selama 3 (tiga) hari berturut-turut serta melayangkan surat permohonan maaf secara lisan kepada seluruh masyarakat Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang. Intinya Bapak Charles Sitorus keluar dari Ranah Banten (tidak ada lagi di Banten) sesuai tuntutan masyarakat, pungkasnya

Camat Labuan, ketika dihubungi Buser Trans OnLine melalui telepon genggamnya untuk mendapatkan keterangan tidak mau mengangkat dan Short Massege Short (SMS) yang dikirim pun tidak dibalas hingga berita ini diturunkan. ( Binsar Gultom / Buser Trans OnLine)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s