PT. Koryza Diduga Belum Mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan

Posted on Updated on

Rombongan DPRD Kab. Sumedang dari Komisi D saat sidak ke PT. Koryza

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Pembangunan perumahan semi  real  estate  dan  real estate dengan Pengembang Develover PT. Koryza di RW.05  Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor Kab. Sumedang, diduga belum mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB).

Hal tersebut terungkap saat anggota Komisi D DPRD Kab. Sumedang yang dipimpin Dadang Romasyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT. Koryza di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor, Kab. Sumedang, Senin (11/7).

Sedangkan pihak PT Koryza diwakili oleh manejernya Dudi Supardi mengingat Direkturnya sedang berada di Jakarta.

Kehadiran anggota DPRD Kab. Sumedang tersebut langsung menyoroti terkait
perijinan khususnya ijin mendirikan bangunan (IMB). Meskipun, ijin prinsif dan
lokasi telah dimiliki namun khusus IMB tentunya harus  diproses terlebih dahulu.

“Kita ingin setelah ada IMB baru berbagai pengerjaan dikerjakan,” kata Dadang.
Terkait rencana bangunan perumahan tersebut, pihak DPRD Kab. Sumedang menduga
ada masalah terkait ijin prosedur yang dilakukan oleh Pemkab Sumedang. “Kita
khawatir saat pembangunan sudah mau rampung, IMB baru keluar. Makanya, kita akan cross-check ke bagian perijinan Pemkab Sumedang. Bila, nanti belum ada ijin tentu Pemkab Sumedang harus berani menghentikannya,” kata Dadang.

Pada kesempatan  tersebut komisi D DPRD Kab. Sumedang menyoroti secara khusus
pembangunan PT Koryza agar memperhatikan analisis dampak lingkungan (Amdal)
khususnya  lalu lintas. Mengingat, lokasi tersebut merupakan jalur padat di
kawasan Jatinangor.

Komisi D yang sehari sebelumnya melakukan sidak ke beberapa Perusahaan yang diduga menyalahi prosedur perizinan, langsung melakukan rapat koordinasi dengan Komisi A selaku komisi yang membidangi perizinan sekaligus juga akan berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) agar dapat menemukan titik terang permasalahan pembangunan ini.

“ Kami akan melakukan koordinasi menindak lanjuti kunjungan kami ke PT. Koryza di Kecamatan Jatinangor dan PT.Missory Di Kecamatan Cimanggung untuk mencocokan data yang dimiliki dengan temuan kami di lapanganm” Ungkap Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang Dadang Romansyah saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (12/7).

Dijelaskan Dadang untuk PT.Koryza, Komisi D melihat adanya kejanggalan pada prosedur perizinan, Pasalnya UPL UKL yang turun setelah izin lokasi malah terbalik, selain itu penutupan saluran air yang berada di samping proyek juga disinyalir tidak berizin.

“ Idealnya UPL UKL itu setelah Izin Lokasi, yang kami temukan justru terbalik, dan Saluran air juga menjadi sorotan kami, dan selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan BLH sehingga mudah-mudahan secepatnya dapat diketahui jika memang ada pelanggaran,” pungkasnya.

Disinggung mengenai penutupan pembangunan apabila terjadi pelanggaran, Dadang akan mengkaji ulang karena masalah pembangunan ini dinilai krusial karena dalam setiap pembangunan memberikan sisi positif dan negatif bagi masyarakat sekitar.

“ Untuk menutup itu belum ada wacana, masalah seperti ini sangat krusial karena memiliki dampak postif juga bagi masyarakat, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa saja ditutup apabila memang melanggar aturan pembangunan,” pungkasnya lagi.

Dengan melakukan koordinasi dengan Komisi A dan BLH dirinya mengharapkan dapat menemuka kecocokan data yang dimiliki dengan yang terjadi di lapangan.

“ Dengan Koordinasi ini tentunya akan ditemukan kecocokan data, dan jikapun ada yang belum terpenuhi pengusaha bisa nantinya memberikan pengarahan kepada pengusaha untuk menjalani prosedur yang benar,” tutupnya..  

Sebelumnya, pihak pengembang juga melakukan penutupan saluran sungai. Ini
dilakukan tak lain untuk  menambah luas  jalur  keluar  masuk kendaraan yang
menuju proyek tersebut.

Sungai yang  lebarnya  mencapai  4 meter  tersebut,  kini telah tertutup oleh beton yang panjangnya mencapai 25 meter. Sedangkan, lokasi  yang  bersebelahan dengan Hotel La Fasa tersebut
telah  mendapat ijin dari aparat  Desa  Cibeusi mengingat untuk akses jalan menuju  proyek lebih luas. (Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s