Desa Tuhembuasi Kecamatan Gido Banjir

Posted on Updated on

Ket Photo : Photo banjir saat di lewati kendaraan, rumah penduduk serta pedangang dan pembeli yang menikmati banjir, (Photo Fesianus Ndraha).

Nias, Buser Trans Online

Desa Tuhembuasi Kecamatan Gido Kabupaten Nias Akhir- akhir ini berobah jadi lautan, ini terjadi stiap musim hujan datang.

Hari sabtu (30/7) hujan sore hari selama 30 menit saja banjair mencapai pinggang orang dewasa, bahkan pekan yang setiap sore sabtu tidak bisa berjalan seperti biasanya.

Kepala Desa Tuhembuasi yang didampingi Sekretaris Desa Fonahia Lombu kepada wartawan mengatakan, desa ini sudah menjadi langanan banjir sejak 8 tahun, dan yang derasnya sekitar 2 tahun ini, di mana sungai siniji dan pengairan / irigasi yang di bangun tidak mampuh menahan air hujan yang datang dari gunung, apalagi kesadarai masyarakat sekitarnya tidak sama sekali.

Masayarakat di sekitar ini kita undang untuk mengadakan gotongroyong bahkan tidak hadir, sementara mereka tetap menyalahkan Kads, sekdes dan aparat lainnya, kita bagaimana menanngulangi hal ini, sementara bila mereka tidak kena raskin / bantuan lain pengaduannya sudah sampai di mana-mana.

Sekdes, Fonahia Lombu menambahkan Pekan sore ini kita usulkan supaya di pindahkan di tempat asal  dan di sana kiusnya sudah ada tinggal ditepati dan tidak terkena banjir bila hujan, hari ini banyak pedagang yang mengalami kerugian banyak, ada yang barangnya hanyut, basah gak bisa terjual, ada yang hanya sampai tidak bisa menjual barang dagangannya. Dan hal ini kita menghimbau kepada semua pihak agar berpartisipasi, jangan di tunggu pemerintah saja.

Salah seorang pedangan yang ditemui wartawan di Lokasi Hujan Ina Sovi Lawolo mengatakan, Hujan kali ini adalah merupakan yang terbesar di tiga bulan terakhir dan barang dagangannya banyak yang basah gak bisa terjual sehingga hari ini mengalami kerugian ratusan ribu rupian.

Koordinator Bhakti Gotongroyong Dusun II Desa Tuhembuasi, Marllyin F.Lawolo (ama Pyian) yang didamping Pengurus, Onerman Halawa (Ketua), Sekhiatulo Halawa (wakil Ketua) Kasinusin Giawa (sekretaris), Fauduli Giawa (Wakil Sekretaris) dan Faoli Laia (bendahara) yang di temui wartawan di tempat kejadian mengatakan, kejadian semacam ini sangat di sayangkan terjadi, dan penghuni sekitar lokasi banjir hanya sebagian kecil yang punya kesadaran yang lain menonton, dan tidak berbuat.

Seandainya penghuni sekitar parit dan aliran sungai ini rajin membersikan selokan / bandar, tidak membuang sampah di aliran sungai hal ini tidak terjadi, bila penghuni pesisir membersilan gorong-gorong dan mengarahkan aliran sungai ini ke sungai siniji dan irigasi yang ada hal ini tidak menjadi pemadangan yang indah.

Sangat kita sayangkan beberapa Pembangunan yang di arahkan di Dusun I ini mulai dari saluran air bersih cuman beberapa bulan di nikmati putus, balai desa yang memakan biaya besar tidak berfungsi karena lokasi banjir, pengairan yang di bangung tidak terpeliharan, mesin Heand traktor (Zetto) di duga sudah di jual satu persatu oleh masyarakat/ pengurus desa sebagai dalil rusak sedang di bengkal, mesin molen, alat gotongroyong desa

Marllyin menambahkan, petugas pintu air pada irisasi itu supaya di cari orang yang benar benar kerja jangan waktu hujan di tutup pad a musim kemarau di buka, dan baut pengunci pintu yang rudak sapaya di ganti, bila masyarakat pengguna gak mau mengganti supaya kepala desa dapat mengisikan dana operasional Desa sebagian kesana guna kepentingan masayakat.

Kita juga mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten, Kecamatan agar membagi perhatiannya terutama pada PMPN Mandiri Pendesaan supaya di lirik dusun II yang jumlah penduduknya banyak, dan mayoritas penghasil kakao, karet dan merupakan lalintas masyarakat desa tetangga seperti Desa Hilimoasio, iraono hura, sisobahili iraono hura, marugazi kec. Idanogawo dan Desa Hiligodu Somolo-molo kecaamatan somolo-molo,

Kita harapkan gotongroyong dusun II merupakan bagian dari solusi ini supaya masyarakat dapat keluar dari ketelisoliran dan kita harapkan kiranya ada pemerintah, wakil rakyat (DPRD) nias dan masyarakat yang mau membantu dan melihat langsung kegiatan ini, agar dapat selesai dalam 2 bulan lagi yang 1.600 meter dengan rabat beton lebar 80 cm, Ucap Marlin Tegas. (Fesianus Ndraha).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s