Diduga Uang Pemkab Nias Barat Bobol

Posted on

Nias, Buser Trans Online

            Uang Pemerintah Kabupaten Nias Barat Bobol akibat  dugaan pemalsuan tanda tangan Bendahara Umum Daerah (BUD) atas nama Amati Zalukhu,A.Md yang di lakukan oleh HJH Direktur CV.Rajawali Perkasa untuk mencairkan Dana Proyek APBD Nias Barat TA.2010 senilai Rp 268.840.000,-

            Dugaan Bobolnya Uang Pemerintah Kabupaten Nias Barat akibat pemalsuan tanda tangan Bendahara Umum Daerah  Kabupaten Nias Barat Amati Zalukhu,A.Md yang tertera dalam Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tertanggal 06 Desember 2010 Pada Proyek Pengkayuan Hutan Rakyat(Pengadaan Bibit) Pada Dinas Pertanian,Perkebunan,Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Nias Barat TA.2010 sesuai dengan Kontrak No 522/08/SPP-Bit-Hut/DISTAN/2010 tanggal 25 Agustus 2010.

            Hal ini terungkap atas pengaduan Aliansi LSM Peduli Nias Barat yaitu Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Nias Barat Taufik Fatizaro Gulo,SE, Ketua Presidium Aliansi Gerakan Rakyat Nias Barat (Agrenisbar) Atoni Waruwu,Spd. dan Koordinator Daerah Gerakan Pemberantas Korupsi (Garansi) Kabupaten Nias Barat Yusman Gulo kepada Kapolres NIas pada tanggal 02 Agustus 2011 dengan tembusan Kapolda sumatera Utara,Bupati Nias Utara,Kejari Gunungsitoli,Ketua DPRD Nias Barat,Kepala Dinas Pertanias Perkebunan,Kehutanan dan PeternakanKabupaten Nias Barat dan Pimpinan SKPD Se-Kabupaten Nias Barat.

            Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten nias Barat Taufik F.Gulo,SE yang di konfirmasikan oleh wartawan Monitor di Kantornya di Jalan Onolimbu-Lahomi Kabupaten Nias Barat 5/8 mengatakan kita sudah melaporkan kepada Kapolres Nias dan Lima Kepala Daerah di Kepulauan Nias antara lain Bupati Nias Utara, Walikota Gunungsitoli,Bupati Nias,Bupati Nias Utara dan Bupati Nias Utara atas  hasil temuan kita di Dinas Pertanian,Perkebunan,Kehutanan dan PeternakanKabupaten Nias Barat dalam  tindak pidana pemalsuan tanda tangan BUD Kabupaten Nias Barat atas nama Amati Zalukhu,A.Md yang di duga dilakukan oleh Direktur CV.Rajawali Perkasa an HJH.

            Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Presidium Agrenisbar Kabupaten Nias Barat Atoni Waruwu,Spd kepada Monitor 5/8 mengatakan Kita sudah melakukan Investigasi kepada Bendahara Umum Daerah Kabupaten Nias Barat Amati Zalukhu,A.Md menjelaskan kepada kita bahwa SP2D pada Proyek Pekayuan dan Pengkayaan Hutan Rakyat( Pengadaan Bibit) Pada Dinas  Pertanian,Perkebunan,Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Nias Barat TA.2010 yang dilaksanakan oleh Direktur CV.Rajawali Perkasa an Herman Jaya Harefa belum pernah menanda tangani selaku Bendahara  Umum Daerah(BUD) Kabupaten Nias Utara, sehingga ada dugaan pada Pelaksanaan Proyek tersebut tidak sesuai dengan Bestek atau tidak mempunyai sertifikasi sehingga BUD Kab Nias Barat enggan menanda tangani Surat Perintah Pencairan Dana tersebut.

            Koordinator LPM-Garansi Kabupaten Nias Barat kepada Monitor mengatakan Diminta kepada Kapolres Nias agar segera memproses kasus tersebut karena bila terjadi di beberapa Kabupaten Kota di Kepulauan Nias hal yang sama  maka apa kata Dunia?, dalam hal ini kita melaporkan kepada Kapolres Nias melalui Aliansi LSM Peduli Nias Barat untuk tidak terulang dan menjadi pembelajaran bagi pengusaha dan rekanan sesuai dengan Undang-undang yang diamanatkan Pepres 54 Tahun 2010.Tambahnya diminta kepada seluruh Pemerintahan Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias agar CV Rajawali Perkasa yang di rekturnya HJH di Black List.  

            Ketika Kapolres Nias  AKBP. Mardiaz Kusin Dwihananto, SIk, M.Hum melalui Kasat Reskrim Polres Nias E.Hulu,SH di konfirmasikan mengatakan Pihak Polres Nias telah menerima laporan pengaduan tersebut dan kita akan melakukan penyelidikan sesuai dengan prosedur, tegasnya

            Ketika di Konfirmasikan kepada Bupati Nias Barat melalui selulernya tidak aktif begitu juga saat di sms tidak di balas

             Saat di hubungin Direktur CV.Rajawali Perkasa Herman Jaya Harefa 06/8 melalui selulernya mengatakan Pengaduan Satu,dua,tiga LSM yang tergabung dalam Aliansi Peduli Nias Barat,itu sah-sah saja jadi saya mengucapkan terimakasi mereka telah melaporkan saya, hanya saja mereka perlu banyak  belajar lagi karena mereka itu ku menganggap masih anak-anak,jadi  saya tantang mereka membuktikan laporan mereka tersebut,tegasnya. (Fesianus Ndraha)

Iklan

One thought on “Diduga Uang Pemkab Nias Barat Bobol

    ucok gulo said:
    25 Agustus 2011 pukul 1:40 PM

    bagi2 lah hasil nya ama aku……….
    aq kok ga di ajak ?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s