Korupsi Massal Dewan Gunungkidul

Posted on

GUNUNGKIDUL , Buser Trans Online

Lagi-lagi anggota dewan Gunungkidul terseret kasus dugaan korupsi dana tunjangan anggota DPRD Gunungkidul TA 2003-2004. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 32 tokoh Gunungkidul, baik yang masih menjabat di dewan maupun yang tidak, kini ditetapkan menjadi tersangka.

Akibat perbuatan yang diperkirakan menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 2,8 miliar itu. “Setelah proses hukum berjalan selama lima tahun sejak tahun 2006, sebanyak 32 anggota dewan tersebut, ditetapkan sebagai tersangka setelah mereka tidak mengindahkan pengembalian dan ada indikasi merugikan negara,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunungkidul Eko Siwi Iriani SH.

Dari jumlah tersebut ada 7 orang yang kini masih aktif sebagai anggota dewan. Sebanyak 4 orang sebagai anggota DPRD Gunungkidul dan 3 orang lainnya sebagai anggota DPRD Propinsi DIY.

Saat ini, pihaknya tengah memfokuskan permasalahan tersebut, terhadap orang yang paling bertanggung jawab dalam pencairannya termasuk anggota DPRD waktu itu yang telah menerimanya.

Dari data yang ada, untuk sementara dana tunjangan anggota DPRD yang diperkarakan tersebut meliputi beberapa pos anggaran, seperti misalnya tunjangan pemeliharaan kesehatan, perawatan pengobatan serta tunjangan bahan bakar minyak (BBM) dan oli.

Tak hanya itu, dugaan kasus korupsi tersebut, terjadi lantaran pencairan dana tersebut menjadi bentuk penyimpangan karena pencairannya dilakukan tidak melibatkan pihak ketiga. Sekretaris dewan (Sekwan) DPRD Gunungkidul, I Ketut Santosa, mengatakan sampai saat ini, ia belum mendapatkan surat dari Kejari, terkait adanya penetapan 32 tersangka tersebut. “Sampai saat ini, surat belum saya terima, dan saya masih belum bisa memberikan komentar,” katanya seraya menambahkan bahwa kasus yang menyeret beberapa mantan anggota DPRD ini, ada beberapa di antaranya yang bukan berada di masa jabatannya.

Kasus tersebut menjadi temuan, setelah beberapa anggota dewan tidak mengembalikan uang tunjangan, sejak keluar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan IV DIY tertanggal 28 Maret 2005 pada pos anggaran Sekretaris DPRD 1999-2004.

Kasus ini juga sempat menyerat nama Almarhum Wasito Donosaroyo, suami Bupati Gunungkidul Badingah. Namun yang bersangkutan tercatat sudah mengembalikan jatah dana yang diterimanya. Chol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s