Terpidana Narkoba Briptu Frengky Aritonang Akhirnya, Berhasil Di Eksekusi

Posted on Updated on

Kepala Kejaksaan Negeri Bale Bandung Yuquaiyum Hasib, SH.

Soreang, Buser Trans Online

Tim Bagian Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bale Bandung Kamis berhasil mengekseksi Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang (27), terpidana kasus narkoba yang selama ini menjadi buronan.
Seperti diberitakan oleh Buser Trans Online 23 Juni 2011 lalu, Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang yang bertugas di Bagian TAUD Polres Bandung melarikan diri ( Disersi ) saat mengetahui adanya panggilan eksekusi dari kejaksaan Negeri Bale Bandung.

Kepala Kejaksaan Negeri Bale Bandung Yuquaiyum Hasib, SH cukup kesal mengetahui panggilan eksekusi ini tidak diindahkan oleh terpidana. Pihaknya segera melayangkan panggilan kedua dan ketiga tanggal 17 dan 22 Juni 2011 yang seluruh panggilan  dialamatkan melalui Kapolres Bandung.

Yuquaiyum Hasib baru mengetahui bahwa terpidana sudah kabur setelah menerima balasan surat dari Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya tanggal 7 Juli 2011 yang menjelaskan bahwa Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang sudah tidak melakukan tugasnya sebgai anggota Polrtes Bandung dan ketika dicari kerumahnya, juga tidak ada.

“ Ini tugas kami untuk mengeksekusi terpidana dan kami akan memburu terpidana hingga keujung dunia  “, ucap Yuquaiyum tegas. Yuquaiyum menjelaskan pula, adalah satu kebodohan bagi terpidana yang sudah divonis MA untuk menjalani hukuman pidana penjara 2 tahun untuk melarikan diri. Karena selamanya. terpidana tersebut akan dikejar bayangan. “ Kadaluwarsa DPO hanya akan berakhir bila terpidana sudah meninggal dunia. Jadi selama hidupnya, akan tetap menjadi DPO “, ucap Yuquaiyum yang dikenal oleh para wartawan ramah namun sangat tegas ini.

Sidang Kode Etik Polres Bandung

Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang diringkus jaksa di Markas Polres Bandung Jln Bhayangkara Soreang. usai terpidana ini tiba-tiba muncul sebagai saksi  pada Sidang Kode Etik Polres Bandung yang digelar Kamis di Aula Polres Bandung.

Kepala Kejaksaan Negeri Bale Bandung Yuquaiyum Hasib, SH yang mengomandoi langsung penangkapan terpidana mengungkapkan, begitu menerima informasi keberadaan terpidana, ia segera memerintahkan JPU Wignyo Yulianto. SH bersama personelnya menuju Polres Bandung.

“ Walaupun ada protes dari keluarganya dan pengacaranya, namun eksekusi berjalan dengan lancar. Terutama dengan adanya bantuan dari petugas Provost dibawah komando dari Kasi Propam Iptu. (Pol) Karyaman, dan terpidanapun berhasil dibawa dengan menggunakan mobil Polisi Avanza berwarna putih  “, ucap Kasi Pidum Rully Mutiara , SH mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Bale Bandung Yuquaiyum Hasib, SH.

 Terpidana wajib untuk menjalani hukuman penjara sesuai dengan putusan MA No. 2130 K/Pid.Sus/2010 yang menjatuhi vonis pidana penjara selama 2 tahun. “ Saat ini terpidana sudah resmi menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA, Kel. Jelekong, Kec. Baleendah, Kab. Bandung “, kata Kepala Kejaksaan Negeri Bale Bandung Yuquaiyum Hasib, SH

Kasi Propam Polres Bandung Iptu (Pol) Karyaman kepada Wartawan berkata, tidak menduga Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang akan muncul sebagai saksi pelapor pada Sidang Kode Etik Polres Bandung yang gagal digelar tanggal 14 Juni lalu.

Sidang Kode Etik Polres Bandung ini digelar sebagai tindak lanjut laporan dari Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang No. LP/11/IV/2010/P3D Tanggal 12 April 2010 yang melaporkan penyidik Kanit Sie Narkotik Polres Bandung Iptu (Pol) Sujarwo dan 2 orang anggotanya yang diduga melakukan pelanggaran kode etik sebagaimana Peraturan Kapolri No. 7 tahun 2007 Pasal 5. “ Dalam Etika perkembangan setiap anggota Polri wajib menjalankan tugasnya sesuai dengan visi dan misi Lembaga Polri yang dituntun oleh asan pelayanan serta didukung oleh pengetahuan dan keachlian.

Menurut saksi pelapor Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang sewaktu masih berstatus tersangka perkara penyalahgunaan Narkotika di Unit Restik Sat Reskrim Polres Bandung, pelapor telah dijanjikan oleh penyidik dan penyidik pembantu bahwa perkara pidana yang dipersangkakan tersebut tidak akan dilanjut dan dilimpahkan ke  Kejaksaan Bale Bandung dan Pengadilan umum hanya sebatas bahan laporan ke Kapolres Bandung.

3 orang terperiksa menolak tuduhan dan mengatakan bahwa mereka telah melakukan tugas Negara sesuai dengan prosedur. “ Kami diperintahkan oleh Kapolres Bandung untuk mengadakan penyidikan tehadap tersangka. Kami juga sudah menjelaskan, bahwa tersangka berhak didampingi oleh Pengacara. Sebelum BAP ditanda tangani, BAP dibaca terlebih dahulu oleh tersangka, dan setelah berkas dinyatakan P-21 oleh Jaksa, kami menyerahkan berkas dan tersangka ke Kejaksaan Bale Bandung “, ucap Iptu (sekarang AKP dan bertugas sebagai Kanit Reserse Polsek Cileunyi ) Sujarwo tegas.

Sidang Kode Etik Polres Bandung ini diundur untuk mendengar putusan hingga September yad. Sementara saksi pelapor  Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang, saat ini sudah resmi jadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA, Kel. Jelekong, Kec. Baleendah, Kab. Bandung. Tidak diketahui, apakah terpidana sabu-sabu Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang ini akan di PTDH ?.

Karena menurut informasi, sudah melakukan disersipun, terpidana masih menerima gaji. Perlu diketahui, Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya, saat ini  sedang melaksanakan umroh. (Red***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s