dr. Kifli : Klinik di Kecamatan Toili Terindikasi Malpraktek

Posted on

“Bupati Banggai Diminta Mutasikan Oknum Dokter Nakal”

Kab. Banggai, Buser Trans

Sebagai seorang dokter tentu sudah selayaknya mengetahui kode etik dokter, bila klinik tidak mempunyai izin operasional maka seharusnya tidak beroperasi, sebut dr. Zulkifli Panggato, M.Kes saat dikonfirmasi buser trans di kediamannya belum lama, menyangkut klinik yang di miliki oknum dr yang berinisial (CTPL) dan istrinya (YLD) itu sangat melanggar kode etik kedokteran dan tidak mempunyai kompetensi keahlian.

Seperti di katakan kifli sapaan akrabnya, seorang dokter yang ingin membuka praktek di klinik harus mempunya kompetensi semisal bersertifikat dan keahlian. “Sebaiknya klinik tersebut ditutup jika tidak mempunyai ijin,” tegasnya.

Katanya, praktek yang dilakukan oknom tersebut sama halnya melakukan malpraktek dan sangat merugikan pemerintah daerah. Oleh dia berharap Bupati Banggai H.M Sofhian Mile segara memutasikan oknum dokter tersebut di rumah sakit umum Luwuk kabupaten Banggai, sehingga bersangkutan bisa diawasi dan diberikan pemahaman agar tidak lagi melakukan kegiatan terlarang itu.

“dr. TCPL dengan sengaja tidak menghidupkan Puskesmas untuk fasilitas negara, hal ini merugikan masyarakat. Bersangkutan lebih mengutamakan kegiatan di kliniknya ketimbang tugas pokoknya di Puskesmas Toili, apalagi dia sebagai pegawai negeri sipil di daerah ini,” beber Kifli.

Masih menurut Kifli, kegiatan malpraktek klinik itu merupakan pelanggaran kode etik kedokteran, apalagi dia seorang dokter Umum yang dengan secara sengaja melakukan atau menyiapkan ruang USG untuk beberapa penyakit yang konon telah melakukan kesalahan pemeriksaan pada beberapa pasien.

“Dokter itu pernah memeriksa pasien seorang ibu hamil berinisial ASTN. Hasil USG oknum dr. CTPL itu rupanya tidak sesuai dengan kelahiran sang bayi. Hasil USG laki-laki, yang lahir  perempuan. Ini membuktikan pembohongan kepada masyarakat,” cetusnya.

Lanjut Kifli, masalah ini sudah di laporkan kepada Kadis Kesehatan dr. H. Hariadi, M.Kes, namun sampai dengan saat ini belum ada tanggapan atau tindakan yang serius dari Kadis Kesehatan Banggai.

Pada kesempatan lain menurut informasi salah seorang  petugas yang pernah menangani pasien di puskesmas Toili, sering berkata “kalau ingin selamat maka bawa saja pasien tersebut ke klinik yang dimaksud.” Ada apa sebenarnya mengapa puskesmas tidak bisa mengatasinya, dan mengapa harus di bawa ke klinik yang tidak mempunyai izin tersebut?.

Yang lebih anehnya, kendaraan puskesmas (ambulance) selalu nampak diparkir di klinik tersebut, padahal kendaraan ambulance itu adalah kendaraan operasional puskesmas yang setiap saat harus berada di puskesmas untuk mengatasi keadaan darurat yang terjadi, guna pelayanan masyarakat.
Menanggapi masalah diatas, dr. CTPL beberapa kali di konfirmasi, selalu tidak berada di tempat. (udin Buser trans)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s