KEJARI BALIKPAPAN SEBAR FOTO KASUS NARKOBA

Posted on Updated on

BALIKPAPAN – BUSER TRANS ONLINE

Kejaksaan negeri (kejari) Balikpapan telah  menetapkan dua orang masuk daftar pencarian orang (DPO)  kasus narkoba masing-masing  Idrus bin Kainudin dan Ariyati binti Ibramsyah kedua tersangka sebelum melarikan diri  merupakan warga Jl Telaga Sari  III RT 34 No 23 Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Selatan.  Kedua terdakwa ini terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 1997  Tentang Narkotika.

“Betul mas foto kedua DPO ini telah kami sebar dan ditempel didinding,” kata Kajari Balikpapan Sukamto SH MH kepada wartawan kemarin.

Menurut Sukamto, pihaknya meminta bantuan kepada seluruh instansi penegak hukum yang ada di seluruh Indonesia agar membantu menangkap tersangka yang sampai saat ini masih buron.

“Kejari selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memantau dimana sasaran maupun keberadaan para buronan ini,” ujar dia.

Sebelumnya, kejari juga  telah menetapkan dua orang DPO korupsi masing-masing Ketua Koperasi Nelayan Mandiri Balikpapan Sumang dan bendaharanya Kaharuddin sebagai tersangka kasus korupsi bantuan nelayan sebesar Rp 645 juta. Dana tersebut berasal dari APBN 2007 melalui Kementrian Perikanan dan Kelautan dan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Balikpapan. “Iya benar Sumang dan Kaharuddin masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” tuturnya.

Dia mengatakan kasusnya telah  memasuki tahap penyidikan bagian Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Balikpapan.

“Kami telah menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana koperasi ini. Jadi bagi yang mengetahui keberadaan para DPO ini silakan menghubungi 0542-763841,” tandasnya

“Saya berharap  kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Sumang dan Kahar agar segera melaporkan pada kejaksaan ataupun kepolisian setempat sebagai wujud kerjasama antara masyarakat dan penegakan hukum. Begitu juga dengan DPO lainya,”pintanya.

Sukamto mengaku, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui alokasi dana tersebut. Saksi saksi tersebut di antaranya bekas Kepala Kantor Perikanan Balikpapan, Adriani, serta para pengelola Koperasi Nelayan Mandiri. “Uang Rp 645 juta tersebut seharusnya untuk modal koperasi simpan pinjam yang didirikan para nelayan Balikpapan bukan untuk kepentingan yang lain,” terang Sukamto.

Dia menambahkan, pemerintah mengalokasikan dana tersebut langsung kepada Kantor Perikanan Balikpapan. “Pencairan dana tersebut hanya bisa dilakukan koperasi yang sudah ditunjuk Kantor Perikanan setempat,” pungkasnya. (imam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s