Arus Mudik, Korban Laka Lantas Didominasi Pengendara Sepeda Motor

Posted on

KULONPROGO – Puluhan kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran di sejumlah daerah di Jateng-DIY. Sedikitnya lima pemudik tewas dalam laka lantas tersebut.

Di Kulonprogo, tercatat ada 14 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari kejadian itu,empat pemudik tewas dan sisanya mengalami luka berat serta ringan. Angka ini mengalami penurunan dibanding arus Lebaran tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Data Ops Ketupat Polres Kulonprogo Iptu Sutarno mengatakan, korban tewas terjadi di empat lokasi yang berbeda, yakni Kokap, Galur, Sentolo dan depan Mapolres Kulonprogo. “Sebagian besar kecelakaan terjadi melibatkan sepeda motor dengan plat nomor luar (daerah),” katanya saat ditemui di Mapolres Kulonprogo, kemarin.

Menurutnya, ada beberapa penyebab terjadinya kecelakaan. “Faktor utamanya karena kelelahan. Kulonprogo memang merupakan titik lelah perjalanan dari Jakarta,Bogor Bandung dan lainnya.Para korban cenderung memaksakan diri melaju meski staminanya sudah tidak fit,”jelasnya.

Faktor penyebab kecelakaan lainnya karena pemudik, khususnya yang menggunakan sepeda motor, terlalu banyak membawa barang bawaan.“Sudah berboncengan berempat dengan kedua anaknya, masih ditambah barang bawaan banyak yang lebarnya melebihi lebar stang motor,”ungkapnya.

Secara kuantitas, tambahnya, angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.Tahun lalu ada 40 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak sembilan orang.

Kepala Subbag Humas Polres Kulonprogo AKP Hendri Multi menambahkan, meski angka kecelakaan selama Lebaran tahun ini turun, tapi kecelakaan yang terjadi tetap menjadi bahan evaluasi tidak terjadi lagi tahun depan.

Peran aktif masyarakat, khususnya pemudik menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan tersebut. “Polisi sudah bekerja keras, namun tanpa ada dukungan masyarakat ya sama saja,” ungkapnya. Dia berharap,ke depan masyarakat lebih berhati-hati serta mengindahkan imbauan dari kepolisian atau dinas terkait lainnya.

Sedangkan di Boyolali, sebanyak 26 kasus kecelakaan terjadi selama arus mudik hingga H+6 Lebaran. Kecelakaan mengakibatkan satu nyawa melayang, dua luka berat dan 40 orang lainnya luka ringan.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Boyolali Iptu Sugino mengatakan, tiga kasus kecelakaan di wilayahnya melibatkan pemudik yang tengah melintas. Rata-rata kecelakaan melibatkan antarsepeda motor dengan jumlah mencapai 80%. “Kecelakaan paling banyak justru terjadi bukan di jalurjalur utama yang digunakan untuk arus mudik dan balik. Namun di jalur-jalur desa dan kecamatan,” kata Iptu Sugino, kemarin.

Sedangkan faktor penyebab beragam mulai dari manusia, kendaraan,maupun kondisi sarana dan prasarana.Faktor manusia lebih disebabkan karena pengendara mengalami kelelahan dan mengantuk. Sehingga saat melaju tidak bisa mengendalikan kendaraannya secara benar.

Sementara untuk faktor saran dan prasarana, utamanya disebabkan kondisi jalan di Boyolali yang banyak tikungan tajam dan tanjakan. Kondisi geografis semakin diperparah dengan minimnya penerangan.

Namun secara umum, data kejadian Lakalantas tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. “Selain kecelakaan, arus mudik dan balik sempat diwarnai beberapa kali kemacetan di sejumlah titik,”bebernya.

Serupa di Kabupaten Klaten, terjadi dua kasus kecelakaan selama arus mudik Lebaran. Kecelakaan melibatkan sepeda motor dan korbannya hanya luka-luka. “Korban mengalami luka ringan dan tidak ada korban meninggal,” kata Kasat Lantas Polres Klaten, AKPYuswanto Ardi. chol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s