Pengadaan KTP Elektronik Bantul Molor

Posted on

BANTUL- Seperti sudah diduga sebelumnya, pelaksanaan E- KTP di Bantul bakal mundur dari rencana awal. Padahal semula dijadwalkan akan dimulai Agustus. Namun karena persoalan teknis, pelaksanaannya menjadi mundur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul Bambang Guritno yang dihubungi via ponselnya menyatakan pesimistis E-KTP akan selesai Desember seperti yang diminta pemerintah pusat.

Penundaan tersebut, kata Bambang, lagi-lagi karena alat dari pusat masih kurang dan belum terkirim dari yang ditargetkan. ’’Dari 58 alat untuk 17 kecamatan, baru terkirim 17 unit minggu lalu, dan itu tidak sesuai jadwal semula,’’ kata Bambang.

Menurut Bambang, semestinya minggu ketiga bulan Juli seluruh alat sudah sampai. Kemudian, minggu keempat Juli bimbingan teknis. ’’Kemudian ada surat dari sekjen Kemendagri kalau maksimal 15 Agustus 2011 alatnya dating. Tapi kenyataannya baru Jumat minggu lalu,’’ jelasnya.

Hingga saat ini, 17 alat tersebut masih menganggur dan belum bisa diberdayakan. Selain itu, petugas konsorsium dari pusat juga belum melakukan penyettingan dan pemasangan jaringan secara online. ’’Kami masih belum mengetahui kapan alat itu dating. Kalau sudah datang, baru kami re-schedulling lagi, ’’ paparnya.

Pembagian alat, akan disesuaikan dengan jumlah penduduk per kecamatan. Untuk kecamatan yang melebihi 30 ribu wajib KTP, seharusnya memiliki unit yang lebih. Itu misalnya kecamatan Banguntapan yang memiliki 80 ribu wajib KTP, idealnya mendapat enam unit.

Oleh karena itu, jumlah alat yang diterima Bantul sebanyak 58 unit. ’’Dua alat per kecamatan saja belum bisa dipenuhi, apalagi tambahan alat sesuai jumlah penduduk,’’ ujarnya seraya menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi serta mempersiapkan 116 operator yang siap dididik. “Itu kami lakukan sejak Juli,” ujarnya.

Mereka berasal dari  dua lembaga, yakni 58 orang PNS dan 58 hasil kerjasama dengan STMIK AKAKOM. Selain itu, Rp 570 juta tambahan untuk pengadaan E-KTP juga sudah dianggarkan di APBD Perubahan. ’’Untuk saat ini pelayanan KTP reguler masih berlanjut. Sebab, E-KTP jadinya belum tahu,’’ ujarnya.

Terkait dengan E-KTP, anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Effendi menilai pemerintah terlalu cepat menargetkan E-KTP harus selesai pada Desember. Padahal, berbagai kelengkapan seperti alat datang terlambat. ’’Sebaiknya diundur dulu pelaksanaannya,’’ paparnya saat ditemui di DPRD Bantul.

Kendala lain, lanjutnya, hingga saat ini alat pembaca (reader)  chip dalam E-KTP tersebut belum ada. Bahkan bank-pun belum punya. Dengan begitu, tidak ada beda antara KTP biasa dengan E-KTP. ’’Masak nanti kita disuruh membawa fotokopi E-KTP.Ya wagu. Lantas apa bedanya dengan KTP,’’ tandasnya. chol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s