Warga Pro Keistimewaan Gelar Topo Pepe

Posted on

YOGYA – Jelang memperingati hajatan akbar 66 tahun Amanat 5 September 1945, ratusan orang yang tergabung dalam Masyarakat Pro Keistimewaan (MPK) mendatangi Keraton Yogya, pagi tadi Senin (5/9).

Kedatangan massa MPK yang mengenakan surjan dan blangkon tak hanya menyampaikan dukungan terhadap keistimewaan DIY dengan ciri khas penetapan gubernur dan wakil gubernur DIY.

Namun mereka juga melakukan aksi topo pepe di alun-alun utara. Persis di depan Bangsal Pagelaran Keraton Yogya siang ini menjadi tempat digelarnya peringatan 66 tahun Amanat 5 September 1945.

Topo pepe merupakan aksi berjemur duduk bersila di tengah alun-alun. Di masa lalu, topo pepe merupakan media curhat rakyat Jogja menyampaikan uneg-unengnya kepada rajanya. Aksi topo pepe ini pernah populer di era Sultan Hamengku Buwono VIII saat rakyat memprotes kenaikan tarif pajak.

Tapi dalam aksi tersebut MPK menyuarakan aspirasi lain. “Aspirasi kami ingin keraton dan Sultan tetap menjadi pengayom semua rakyat,” ujar Ketua MPK Inti Suandito seraya menambahkan bahwa menjadi pengayom keraton harus terhindar dari praktik politik praktis, terutama menjelang hajatan politik seperti pemilihan wali kota Yogya.

Keraton sebagai lembaga budaya, jelas Inti, harus terhindar dari klaim-klaim atau keberpihakan pada kelompok tertentu. “Keraton harus menjadi pemersatu masyarakat, tanpa kecuali,” harap Inti.

Menurut keterangan Inti, MPK yang berasal dari berbagai elemen seperti tukang parkir, pengemudi becak, pedagang kaki lima, bakul sayuran dan lainnya. Mereka mengaku gelisah dengan adanya upaya klaim orang-orang tertentu terhadap kelembagaan keraton.

“Keraton harus tetap menjadi simbol keadilan, keluhuran dan kejujuran,” harapnya.
Ketiga hal itu, sambung dia, sampai kapan pun harus dipelihara dengan baik. Keluhuran keraton sebagai simbol budaya dan pemersatu tak boleh diciderai hanya karena adanya kepentingan politik sesaat. “Apalagi kepentingan politik jangka pendek,” imbaunya.

Usai satu jam melakukan topo pepe, massa MPK melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju Beteng Vredeburg. Selama perjalanan, sebagian dari peserta aksi membentangkan beberapa poster dukungan terhadap keistimewaan DIY. Di antaranya, Keistimewaan DIY adalah Penetapan, Pro Keistimewaan = Pro Penetapan, dan Amanat HB IX 5 September 1945 Dasar Negari Ngayogyakarta.

Di sisi lain dalam berbagai kesempatan HB X menegaskan sikap keraton. Raja Keraton Jogja yang juga gubernur DIJ itu memberikan garansi selama proses pemilihan wali kota (Pilwali) Jogja sikap keraton tidak akan kemana-mana. Sebagai institusi budaya, keraton akan bersikap netral. Secara pribadi, HB X juga tak bakal memobilisasi massa demi mendukung calon yang maju dalam Pilwali 25 September 2011 ini.

“Kalau saya tak ada istilah dukung mendukung, kalau ada itu (dukung mendukung) malah salah saya. Siapa pun yang jadi (wali kota dan wakil wali kota) silakan. Itu semua pilihan rakyat,” ungkap HB X usai paripurna istimewa penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK di Gedung DPRD DIJ beberapa waktu lalu.

Ia tak memasalahkan dengan rencana PDIP menjadikan salah satu adiknya GBPH Prabukusumo menjadi juru kampanye (jurkam) bagi pasangan Haryadi Suyuti-Imam Priyono. HB X juga telah memberikan izin sekaligus restu bagi orang kepercayaannya KPH Projo Negoro atau Tri Harjun Ismaji yang mantan Sekprov DIY mendampingi Hanafi Rais sebagai calon wakil wali kota. ”Jadi jurkam, ya urusannya sendiri. Keraton tak ada sikap. Terserah saja,” kilahnya.

Raja yang naik tahta sejak Maret 1989 itu mengingatkan di dalam lingkungan tembok keraton dikenal kehidupan individu seperti hubungan kakak dengan adik. Dalam melaksanakan hak individu itu memiliki kebebasan menentukan pilihan politiknya. ”Ya terserah saja. Menjadi jurkam atau maju sebagai calon bukan atas nama keraton,” tandasnya. chol

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s