POLISI TERLIBAT NARKOBA, HARUS DI PTDH

Posted on

KAPOLDA JABAR IRJEND POL DRS. PUTUT EKO BAYUSUSENO, SH

Laporan Tim Wartawan SK. Barisan Baru dari Bandung

 

Pertanyaan tentang prilaku Anggota Polres Bandung Frengky Candra Mulia Aritonang berpangkat Briptu                     ( Brigadir Polisi Tingkat Satu ) yang melakukan tindak pidana Penyalahgunaan Narkoba jenis sabu-sabu awal tahun 2010 lalu, terjawab sudah. Melalui jawaban Surat Wawancara tertulis yang ditujukan  kepada Kapolri Jederal Timor Pradopo maupun kepada Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno, SH, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen. Pol. Drs. Usman Nasution, MH. MH mewakili Kapolri dan Kabid Propam Polda Jawa Barat Kompes Pol. Drs. Supratman, MH mewakili Kapolda Jawa Barat menegaskan,                    “ Sebagai upaya untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan agar tidak dicontoh oleh anggota Polri lainnya, Polda Jawa Barat  berkomitmen untuk memberikan hukuman secara tegas kepada Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang berupa usulan PTDH ( Pemecatan Tidak Dengan Hormat ) sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhadap anggota Polri yang melakukan penyalahgunaan Narkoba “.

***

Dengan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2130 K/ Pid. Sus/ 2010 yang mengikat ( in kracht van                  gewisje ), terhadap Terpidana  Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang dapat diajukan ke sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri dengan tuntutan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat ( PTDH ). Demikian antara lain jawaban atas pertanyaan SK. Barisan Baru.

Memang, antara tanggal 15 Juni 2011  Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang kabur dan meninggalkan tugas serta tanggung jawab sebagai anggota Polri (Disersi).  Tapi pada tanggal 12 Agustus 2011, JPU Wignyo Yulianto, SH dari Kajari Bale Bandung berhasil menyelesaikan tugasnya mengeksekusi Terpidana ini dan sekaligus menyerahkannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Kelas II A Bandung yang terletak di Jln Rancamanuk, Kelurahan Mekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. DCengan pnyerahan ini, status Terpidana berubah total.  Bintara ini sudah menjadi Warga Binaan. Selain masih menjadi Anggota Polisi, Briptu FCMA juga menyandang status baru sebagai Narapidana Narkoba. Memalukan !

Cukup menarik. Anggota Polisi yang sudah divonis 2 tahun Pidana penjara oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia karena terbukti secara syah dan meyakinkan mempegunakan Narktika jenis sabu-sabu ini, Ternyata masih tetap menerima gaji.

Tertulis pada Bab III, Pasal 12 ayat 1 PPRI No. 1 Tahun 2003, bahwa Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberhentikan  tidak dengan hormat dari Dinas Kepolisian Negera Republik Indonesia,                apabila  : a) Dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan menurut pejabat yang berwenang tidak dapat dipertahankan  untuk tetap berada dalam dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia. B).Diketahui kemudian memberikan keterangan palsu dan/atau tidak benar pada saat mendaftarkan diri sebagai calon anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Pada Pasal 13, PP No. 1 Tahun 2003 ditegaskan pula,bahwa Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia karena melanggar sumpah/janji anggota Kepolisian Negera Republik Indonesia, sumpah/janji jabatan, dan/atau Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sedang pada Pasal 14, dipertegas lagi, Anggota Kepolisian Negera Republik Indonesia diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Republik Indonesia apabila : a). Meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. B). Melakukan perbuatan dan berprilaku yang dapat merugikan dinas kepolisian.

Setidaknya inilah kesan buruk terhadap Institusi kepolisian yang harus segera dibenahi. Masa ya, Polisi yang seyogyanya menangkapi penjahat dan menjebloskannya ke Penjara, justru dijebloskan ke penjara. Status punbertambah. Selain  masih terdaftar sebagai anggota Polisi Negara Republik Indonesia, juga menyandang predikat Narapidana Narkoba. Kapolri harus tegas. Tetapkan salah satu. Menjadi Bhayangkara Negara ( Polri ) atau menjadi Narapidana Narkoba.

***

FAKTOR LIKE DAN DISLIKE

Siapapun dia, bila melakukan tidak pidana harus dihukum sesuai dengan KUHP, Undang-Undang  dan atau Peraturan Pemerintah. Jangan berdasarkan faktor like atau faktor dislike. Sesuai dengan Pasal 30, UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Polri, pemberhentian anggota Polisi dibenarkan. Demikian juga ditegaskan pada Peraturan Pemerintah  No. 1 tahun  2003 Pasal 11, bahwa anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberhentikan tidak dengan hormat, apabila melakukan tindak pidana, melakukan pelanggaran, meninggalkan tugas atau hal lain.

Diterbitkannya  UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Polri dan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2003 Tentang Pemecatan Anggota Polri, pasti sudah diketahui setiap anggota Polri. Namun UU No. 2 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2003 ini, agaknya tidak berlaku bagi seluruh anggota Polri. Keputusan PTDH tampaknya diambil tergantung dari ankum masing2.

Perihal PTDH dari keanggotaan Polri ini masih terkesan adanya Faktor Like dan Dislike. Artinya  ” Bila ada faktor like, sebesar apapun kesalahan si anggota  ” its oke aja “. Tapi bila ada faktor dislike,sekecil apapun kesalahan seorang anggota Polri, maka ” tiada maaf bagimu “.

Salah satu contoh, adalah yang terjadi di Polres Bandung. Terpidana Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang  (27 tahun)  anggota Polres Bandung tanggal 09 January 2010 terdeteksi melakukan pelanggaran Pidana mengisap Narkoba jenis sabu sabu.

Pada persidangan tingkat I Pengadilan Negeri Baleendah yang dipimpin oleh Hakim Ketua Dodong,  Briptu “FCMA” divonis bebas. JPU segera melakukan perlawanan hokum dengan Kasasi ke Mahkamah Agung. Tanggal 27 January 2011, Mahkamah Agung RI Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bale Bandung  dan Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung No.448/PID.B/2010/PN.BB tanggal 13 Juli 2010.

Selanjutnya MA Mengadili sendiri, Menyatakan Terdakwa FRENGKY CANDRA MULYA ARITONANG Bin BERNARD ARITONANG terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana “telah menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri” Menghukum oleh karena itu Terdakwa FRENGKY CANDRA MULYA ARITONANG Bin BERNARD ARITONANG dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun ;

Begitu menerima Salinan Lengkap Putusan Kasasi, Kajari Bale Bandung segera mengirim surat kepada Briptu Frengky melalui Kapolres Bandung dan meminta kepada terpidana untuk menjalani hukuman sesuai dengan Putusan   No. 2130 K/ Pid. Sus/ 2010.

Namun, Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang   bahkan melarikan diri atau melakukan Disersi lebih kurang 60 hari. Kajari Bale Bandung baru berhasil mengeksekusi terpidana ini pada tanggal 12 Agustus 2011 dan langsung memasukkannya ke Lapas Narkoba Kelas 2 A di Jalekong Kab. Bandung.

TERANCAM DI PTDH

Sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun  2002 Tentang Polri, Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2003 Tentang  Pemberhentian Anggota Polri,  Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Polri, Kode Etik Professi Polri, Peraturan Kapolri No. Pol. : 7 Tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia serta  Peraturan Kapolri No. Pol. : 8 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia, apa yang telah dilakukan oleh seorang Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang   merupakan perbuatan nekad.

Tertulis pada Bab III, Pasal 12 ayat 1. PP No. 1 Tahun 2003 ini, bahwa Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberhentikan  tidak dengan hormat dari Dinas Kepolisian Negera Republik Indonesia, apabila  : a) Dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan menurut pejabat yang berwenang tidak dapat dipertahankan  untuk tetap berada dalam dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia. B).Diketahui kemudian memberikan keterangan palsu dan/atau tidak benar pada saat mendaftarkan diri sebagai calon anggota Kepolisian Republik Indonesia.

 

Pada Pasal 13 ditegaskan pula, bahwa Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia karena melanggar sumpah/janji anggota Kepolisian Negera Republik Indonesia, sumpah/janji jabatan, dan/atau Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sedang pada Pasal 14 disebutkan bahwa Anggota Kepolisian Negera Republik Indonesia diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas Kepolisian Republik Indonesia apabila : a). Meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. B). Melakukan perbuatan dan berprilaku yang dapat merugikan dinas kepolisian.

Sanksi pelanggaran sesuai dengan PP No. 1 Tahun 2003 yang dilakuklan pleh Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang  seyogyanya sudah memenuhi unsure untuk mengahiri  propesinyanya dari keanggotaan Polri. Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang  sudah melakukan tindak pidana dan sudah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkrah) dan juga meninggalkan tugas dan tanggung jawab lebih dari 30 hari secara berturut turut dan dengan prilakunya mengisap Narkoba, betul-betul mencoreng nama institusi Polri.

Pejabat yang dilaporkan oleh Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang, diantaranya Kapolres Bandung yang ketika itu dijabat oleh AKBP. Drs. Imran Yunus, Kompol Fatmah,Bripka. Suharwoyo, AKBP. Lena Suhayati,Sik ( Kini Kapolres Majalengka ) dan Kompol Euis Kartini ( kini Kabag Bin Polres Bogor ). Menurut bintara Polri ini,  pejabat tersebut telah melakukan pelanggaran Disiplin dengan cara menyalahgunakan wewenang.

Namun menurut Kabid Propam Polda Jawa Baratr Kombes Pol. Supratman, MH, dari hasil penyelidikan dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Subbid Paminal Bid Propam Polda Jabar,  tidak ditemukannya bukti . Artinya disini,  laporan Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang  lebih cendrung disebut finah. “ Oleh karena itu, tidak perlu digelar Sidang Kode Etik dan Professi Polri ? “, ucapnya.

SEDANG DIPERSIAPKAN !

Ditemui oleh Barisan disela-sela Sertjab Kabid Humas Polda Jawa Barat di Sasana Riung Mungpulung Mapolda Jabar, Jalan Soekarno – Hatta Bandung belum lama ini, Kapolres Bandung AKBP. Sony Sonjaya menjelaskan bahwa Sidang Kode Etik Pofessi Polri Polres Bandung untuk memeriksa terperiksa Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang sedang dipersiapkan.

Sementara itu, sumber Barisan yang layak dipercaya di Polres Bandung mengatakan, bahwa Kapolres Bandung sudah mengirim surat kepada Kapolda Jabar  U.p. Binkum Polda Jabar berupa Permohonan Saran Pendapat Hukum untuk pelaksanaan Sidang Kode Etik Profesi Polri/ Sidang Disiplin a.n. Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang dengan jabatan terakhir Ba Sium Polres Bandung.

Dalam Surat dengan Nomor Agenda B/839/X/2011/SIPROPAM Kapolres Bandung tersebut, disebutkan bahwa terhadap Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang sudah digelar Sidang Kode Etik dan Professi Polri di Polres Bandung tanggal 05 Maret 2010 yl. Hanya putusan diundur sambil menunggu Putusan Sidang Pidana Umum.

Seperti diketahui, Putusan Sidang Pidana Umum sudah in kracht van gewisje. Yakni dengan terbitnya Putusan MARI No. 2130 K/Pid.Sus/2010. Bahkan Briptu Frengky Candra Mulia Aritonangpun sudah menjalani hukuman di Lapas Jalekong untuk  jangka waktu 2 tahun. Namun demikian, Briptu Frengky Candra Mulia Aritonang  masih tetap berstatus Anggota Polri dan juga tetap mendapatkan gaji setiap bulan. Aneh !

Apakah Briptu “FCMA” akan tetap menerima gaji sebagai anggota Polri walaupun berada di Penjara ?. Kita tunggu saja. Hanya saja Kapolri Jederal Timor Pradopo pernah berkata bahwa Anggota Polri yang memiliki prilaku yang buruk, terutama menjadi pecandu narkoba,tidak akan dibiarkan ditubuh Kepolisian ” Saya tidak mentolerir anggota Polri sebagai pengguna narkoba, jika ada yang terbukti akan diberhentikan,sebab masih banyak yang mampu menjadi polisi yang baik,” demikian Kapolri. Apakah Kapolres Bandung Bapak AKBP. Sony Sonjaya selaku angkum sependapat dengan komitmren Kapolri ini ?. Entahlah ! (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s