Antisipasi Bahaya Sekunder Merapi

Posted on Updated on

SLEMAN – Buser Trans Online

Akibat letusan Gunung Merapi Oktober 2010 lalu telah menghasilkan material vulkanik yang besar di lereng Merapi. Apabila material di lereng gunung itu tidak diantisipasi, pada musim hujan nanti akan bisa membahayakan masyarakat dan perkampungan, termasuk aset-aset berharga lainnya yang berada di bawahnya. Hal ini disampaikan PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen PU Dwi Purwantoro ST, MT, di kantornya beberapa waktu lalu.

Upaya mengantisipasi bahaya sekunder Merapi itu harus dilakukan, mengingat musim penghujan tahun ini sudah di depan mata. Bahaya sekunder dimaksud adalah aliran pasir bercampur batu-batu yang meluncur bersamaan dengan air hujan, yang bisa berupa banjir bandang. Inilah yang akan membahayakan perkampungan dan masyarakat di aliran sungai yang akan dilewati.

Menurut Dwi Purwantoro, kemungkinan sungai yang akan dilewati aliran material ini adalah kali Gendol dan kali Opak. Melihat palung kali Gendol lebih dalam dari pada palung kali Opak, diperkirakan banjir lahar dan material itu akan lebih banyak mengalir ke kali Gendol. “Saya kira aliran material gunung Merapi akan banyak yang melalui kali Gendol” katanya.

Untuk antisipasi aliran yang besar instansinya sebenarnya telah melakukan pekerjaan tanggap darurat dengan membuat tanggul dan pengerukan sungai yang sudah penuh dengan material lahar. “Selain pengerukan sedimentasi, juga dilakukan pekerjaan penguatan tebing di beberapa titik Kali Gendol dan Kali Opak,” ujar Dwi.

Disinggung tentang pembangunan sabo dam yang rusak, pihaknya akan membuat masterplan yang baru karena masterplan yang dibuat pada 2001 sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan yang sekarang. Maklum, pada letusan tahun 2010 ini sabo dam yang rusak sebanyak 44 buah dari 244 yang sudah dibuat. Kerusakan sabo dam bervariasi dari rusak ringan sampai rusak berat.

Dwi mengungkapkan, pihaknya juga sedang melakukan kajian untuk melakukan penguatan dam sabo yang sudah ada. Sebab, pada perencanaan dasar awal (master plan) lama, sistem dam sabo ini hanya mampu menampung material sedimen sebanyak 9.000.000 meter kubik, sedangkan sisa erupsi yang ada saat ini mencapai 90.000.000 meter kubik.

Menurutnya, menahan lahar panas dan awan panas bukan fungsi dam sabo. “Meski demikian, hal itu tetap dipikirkan dalam kajian sabo mendatang. Menjelang erupsi Merapi di tahun-tahun depan, penanganan terhadap dam sabo sudah dilakukan,” jelas Dwi. Lies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s