SUDAH DISERSI DAN TERBUKTI ISAP NARKOBA, BRIPTU FRENGKY CHANDRA MULIA ARITONANG TIDAK DI PECAT

Posted on

Catatan Wartawan Bandung

Bandung, Buser Trans Online

Sudah melakukan Disersi lebih dari 100 hari. Sudah menjadi Narapiana penghuni Lapas Narkoba Jalekong untuk melaksanakan Putusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2130 K/PID. SUS/2010 tanggal 27 Januari 2011 yang mengikat ( in kracht van gewisje ), namun pria bernama Frengky Chandra Mulia Aritonang, Pangkat Brigadir Satu  ( Briptu ) masih tetap menerima gaji sebagai anggota Polres Bandung Polda Jawa Barat.

Siapa sih pria berusia sekitar 26-an tahun ini ? Kita pantas berdecak kagum. Pria ini memang hebat. Jauh lebih hebat dari Pria bernama Norman Kamaru yang juga sempat menyandang pangkat Briptu bertugas di Polda Gorontalo. Hanya karena melanggar disiplin meninggalkan tugas sebagai anggota Polri selama 84 hari berturut-turut. Dirinya sudah di PTDH dari anggota Polri. Penjatuhan sanksi atas Norman berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. Ini menurut versi Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Lisma Dunggio.

“ Briptu Norman Kamaru di PTDH tanggal 6 Desember 2011 karena melanggar disiplin meninggalkan tugas sebagai anggota Polri selama 84 hari berturut-turut. Penjatuhan sanksi atas Norman berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri “, ucap Lisma Dunggio.

REKOR MURI

Dari berbagai sumber Media Elektronik ( Masuk ke internet, buka geoogle, Ketik Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang ) maupun dari berbagai Media Cetak,  Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang telah lalai dan meninggalkan tugas serta tanggung jawab sebagai anggota Polres Bandung lebih dari 100 hari, bahkan, berdasarkan Putusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2130 K/PID. SUS/2010 tanggal 27 Januari 2011 yang mengikat ( in kracht van gewisje ), Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang telah dieksekusi oleh Kajari Bale Bandung dan sudah menjadi Narapidana di Lapas Narkoba Jalekong Kabupaten Bandung.

Namun, hingga tahun 2011 sudah berganti, Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang masih tetap tercatat sebagai Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Polres Bandung dan juga masih tetap menerima gaji sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Polres Bandung Polda Jawa Barat.

Tampaknya, ini merupakan suatu prestasi gemilang dan pantas dicatat dalam Museum Rekor Indonesia ( MURI ) ?. Deputy Manager MURI, Damian Awan Raharso pernah berkata kepada Perss, rekor yang tercatat di MURI berdasarkan kriteria tertentu, salah satunya adalah factor superlative (yang paling).

Prestasi Briptu Frengky Chandra Mulia Aritonang rasanya sudah tergolong dalam katagori superlative (yang paling). Artinya sudah memenuhi persyaratan Rekor MURI. Anggota Polisi ini sudah melakukan Disersi lebih dari 100 hari yang otomatis melanggar Undang-Undang No. 2 Tahun  2002 Tentang Polri, Peraturan Kapolri No. Pol. : 7 Tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia serta  Peraturan Kapolri No. Pol. : 8 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Oknum Polisi ini juga sudah melanggar Peraturan Pemerintah Pasal 12, 13 dan pasal 14. Namun masih digaji oleh Pemerintah.

Apa ini bukan termasuk suatu kejadian luar biasa dan pantas dicatat dalam Museum Rekor Indonesia ( MURI ) tentang kehebatan seorang anggota Polisi yang sudah melakukan Disersi lebih dari 100 hari dan juga sudah melanggar Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2003 Pasal 12, 13 dan pasal 14 tentang Peraturan Disiplin Polri, Pelanggaran Kode Etik Professi Polri, Peraturan Kapolri No. Pol. : 7 Tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia serta  Peraturan Kapolri No. Pol. : 8 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia, namun tidak tersentuh sanksi Disiplin yang berlaku di institusi Kepolisian RI dan masih menerima gaji dari Pemerintah ?. Atau memang sudah sering terjadi pelanggaran serupa ditubuh Polri khususnya di wilayah Polda Jawa Barat hingga tidak perlu diperbincangkankan ?. Entahlah !. Tentunya hanya Kapolda Jabar yang mengetahuinya. ( Buser Trans On line )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s