Pendidikan di Kab. Bandung Tengah Bersolek

Posted on

KAB. Bandung, (Buser Trans Online).-

Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kab. Bandung, dalam beberapa bulan terakhir ini tengah bersolek. Sebagian pengelola SD ada yang sedang melakukan rehab. Ada pula yang sedang membangun baru gedung perpustakaan.

Upaya dan kerja keras di kalangan pendidikan itu tak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Apalagi saat ini pemerintah tengah menggadang-gadang wajib pendidikan 12 tahun, setelah sebelumnya pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat wajib pendidikan 9 tahun.

Untuk itu sebagai pola dukung pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan masyarakatnya dengan cara mempercantik sekolahnya melalui rehab tadi.
Untuk pembangunan fasilitas pendidikan itu pemerintah telah menggelontorkan anggaran hingga miliaran rupiah pada setiap kecamatan yang ada di Kab. Bandung. Untuk itu, baik pemborong maupun pelaksana pembangunan melalui swakelola harus sama-sama meningkatkan kualitas prasarana dan fasilitas pendidikan.

Namun lain halnya dengan di lingkungan SDN Solokanjeruk 6 Kec. Solokanjeruk Kab. Bandung. Sabana Yusuf, Kepala SDN Solokanjeruk 6 belakangan ini tengah membenahi prasarana dan fasilitas pendidikan.

“Meningkatkan kualitas prasarana dan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam pendidikan,” kata Sabana kepada wartawan belum lama ini.

Sebagai langkah awal yang dilakoni Sabana, yaitu dengan cara membenahi WC siswa dan guru. “Kalau kondisi WC nya sehat, berarti orang-orangnya yang mengisi dan berada di lingkungan sekolah tersebut senang menjaga kesehatan. Sebaliknya jika kondisi WC-nya kurang sehat,” ujar Sabana.

Memperhatikan tempat WC siswa dan guru itu, ketika Sabana pertama kali masuk dan mengabdikan dirinya di lingkungan sekolah tersebut dalam beberapa bulan terakhir ini.

Setelah memperhatikan kesehatan WC, Sabana pun memperhatikan kebutuhan air minum para siswa. Selain itu, di antara para siswa pun diberi makanan bubur kacang pada waktu-waktu tertentu.
“Di setiap ruang kelas itu, kami menyiapkan air mineral. Persediaan air itu supaya para siswa betah saat belajar,” katanya.

Hanya itu, ia juga memperhatikan persediaan buku paket bagi para siswa. “Saya berusaha untuk mengecek kebutuhan buku paket yang ada di masing-masing kelas. Jika ada kekurangan, kami pun akan berusaha untuk melakukan penambahan yang dananya bersumber dari dana bantuan operasional sekolah,” katanya.

juga kerap memperhatikan kebersihan lingkungan sekolah. Begitu melihat ada sampah berserakan langsung dia ambil. “Cara demikian untuk memberikan contoh kepada para siswa,” katanya.

Ternyata dengan cara itu, para siswa maupun guru-guru dengan sendirinya mengambil sampah ketika melihat ada di sekitarnya. “Jadi memberikan contoh kepada para siswa dan guru itu, harus dengan perbuatan dan tidak dengan cara basa basi,” katanya. **

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s