UPJ Rancaekek Di Nilai Arogan, Diduga Peras Pelanggan

Posted on Updated on

DSCF1790

Buser Trans. ( Kab. Bandung )

Sejumlah pelanggan PLN mengeluhkan pelayanan yang dilakukan PLN UPJ Rancaekek di nilai arogan dan diduga adanya pemerasan oleh pihak PLN dengan harus menandatangani piutang, padahal konsumen tidak bersalah.

Salah satunya korban yang dialami Iwan Setiawan, IDPEL/NOPEL : 53533534167 /330790347, alamat : Kp Cikuya Cicalengka Kabupaten Bandung. Ia memngaku harus menandatangani piutang oleh oknum petugas di kantor PLN Rancaekek.

Pada tanggal 17 Desember 2013, narasumber kedatangan dari pihak PLN untuk mengecek intalasi listrik, kemudian petugas PLN memutus Jaringan listrik ke rumahnya dengan alasan adanya kerusakan segel meteran.

Setelah adanya pemutusan jaringan, Iwan menanyakan alasan memutus jaringan ke UPJ Rancaekek. di kantor UPJ Rancaekek narasumber harus menandatangani surat tagihan/piutang sebesar 7.229.833 oleh petugas, bila tidak mau diancam akan terus dipadamkan. Jumlah tersebut dari rekapitulasi sepihak oleh PLN.

Menurutnya,ia beserta keluarganya tidak pernah merusak segel tersebut, bahkan, setiap ada gangguan listrik di rumahnya selalu mengontak petugas jaga PLN Cicalengka, dan oleh petugas PLN Cicalengka gardu meteran diperbaiki dan nyala kembali. ” sebagai adat ketimuran, saya memberi uang roko kepada petugas ”.Jelasnya.

lebihlanjut Iwan menyayangkan sikap dari petugas PLN yang datang kerumahnya, untuk memutus jaringan listrik, tanpa diketahui dirinya.”apalagi menurut tetangga, petugas datang lebih dari 5 orang, nampak arogansinya ”.pungkas iwan.

Wartawan datang ke UPJ Rancaekek Manager Endang Sutaryo untuk meminta klarifikasi, sangat disayangkan, dari pihak PLN tidak ada yang mau menemui wartawan, terkesan tertutup buat media.         Berselang beberapa hari, UPJ PLN  menyampaikan surat ke Redaksi Buser Trans Online, dalam isinya PLN meminta maaf atas kekurangan pelayanan, namun, seluruh tagihan tetap di bebankan kepada pelanggan.

Nurdin Senjaya tokoh pemuda Cicalengka juga Caleg dari Partai Nasdem. Menyayangkan sikap dari pejabat PLN yang kurang mementingkan masyarakat, terlihat kekalapan pejabat PLN yang tidak mampu menutupi kebocoran tagihan pemakaian, hal ini, terkesan dirasakan masyarakat sebagai bentuk pemerasan.

Masalah yang dialami Iwan mestinya petugas PlN jeli terhadap intalasi yang ada dalam tanggung jawabnya. “kan pencatat meter datang tiap bulan ke tiap rumah, harusnya cepat diketahui.

masa sudah 7 bulan baru dipermasalahkan, tidak masuk akal, ada permain apa ini ?.”.Jelas Nurdin.

Nurdin berharap masyarakat agar jeli terhadap petugas PLN yang datang untuk memperbaiki intalasi listrik ke rumahnya, ”jangan sampai bisa merugikan pelanggan”. Pungkasnya. ( A. Sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s