Oknum Pengusaha Krudung Cicalengka Rugikan Pengusaha Ketering

Posted on Updated on

Buser Trans Online. Kabupaten Bandung.

Pengusaha ketering Ardi mengaku dirugikan pengusaha kerudung ratusan juta rupiah  berinisial H. AF (50).pelaku tercatat warga Kp. Cipeutag RT. 01 RW. 09 Desa. Tenjolaya Kecamatan. Cicalengka Kabupaten Bandung. kerugian akibat jual beli rumah dan bangunan sampai kini belum terbayarkan senilai 450 jt yang terletak di By pas Cicalengka.

kejadian berawal dari kesepakan jual beli rumah bersama orang tuanya bernama H. Ade Komarudin kepada AF. dengan bangunan seluas 211 m2 dan tanah 179 m2 bersetifikat, lokasi di Kp. Cipeutag RT. 01 RW.09n Desa Tenjolaya Kec. Cicalengka, tertanggal 05 Noverber 2014 disepakati nilai seluruhnya 900 jt, AF memberikan uang muka pada saat  itu 300 jt Kepada H. Ade sisanya 600 jt AF akan di bayar ke bank swasta karena sertifikat tersebut dianggunkan.Jelas Ardi di kantor redaksi Buser Trans Online.

Lebihlanjut ia menuturkan setelah menunggu beberapa bulan perjanjian pelunasan ke bank tidak kunjung diselesaikan akhirnya pihak keluarga menanyakan kepada AF perjanjian pembayaran sisa penjualan tersebut.”malah pembeli, kembali meminta waktu pembayaran dan membuat perjajian akan menulasi pada tanggal 27  pebruari 2015, bahkan dalam perjanjian tersebut pembeli siap menganggap batal bila tidak di selesaikan”.Ungkap Ardi.

Ia sangat bingung menghadapi penyelesai jual beli, sementara pihak bank terus menagih pembayaran sertikat dan bank mengancan akan melelang jaminan pinjaman pada hari ini ( Senin, 27/4),”semestinya pak Haji Patah membayar sisa pembelian rumah dan tanahnya sehingga permasalahan cepat selesai, apalagi orang tua sedang sakit, butuh biaya”. lanjutnya dengan mata berkaca – kaca.

Kini orang tuanya perlu perawatan medis dan butuh biaya berobat yang besar, uang hasil menjual rumah tanah  yang menjadi andalan biaya berobat kini tidak jelas pembayarannya.”Padahal satu – satunya rumah yang dimiliki dijual sebagian untuk biaya berobat, dengan harapan orang tua bisa sehat kembali, tapi apalah daya, nasib yang dialami keluarga”. pungkas Ardi.

semua cara sudah ditempuh bahkan dirinya beberapa kali ke rumah AF, tidak ada penyelesaian yang pasti.

Orang tua ardi dan usaha keteringnya harus tutup dan meninggalkan rumah. Karena rumah dan bangunan sudah di huni keluarga AF.

Ditempat terpi

sah H. AF yang kesehariannya memiliki udaha kerudung saat diminta hak jawabnya, tidak mau memberikan hak jawab kepada media.(team Buser trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s