Semrawutnya Perparkiran Cicalengka

Posted on

Jalan Raya Cicalengka dipadati kendaran yang parkir di bahu jalan.
Jalan Raya Cicalengka dipadati kendaran yang parkir di bahu jalan.

Buser Trans Onlien. Buser Trans Online

Kemacetan yang sering terjadi di kota Cicalengka selalu saja menjadi persoalan. Tidak hanya pagi hari siang dan sore hari, perlu adanya penataan kendaraan yang akan berhenti atau parkir hal ini diharapan warga Cicalengka.

Meskipun polisi berusaha keras mengurai kemacetan dan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpunkan kendaraan. Namun kemacetanpun tidak bisa dihindari lagi. Salah satunya yang terjadi di ruas Jalan Raya Cicalengka atau sekitar alun-alun, di sekitar itu selalu dipenuhi kendaraan yang terparkir disembarang tempat.

“Kemacetan terjadi akibat banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan,”keluh Dedi Suherlan warga Cicalengka.

Menurutnya, sebaiknya ada penertiban kepada kendaraan yang memarkir sembarangan, jangan malah ada petugas yang memungut retrebusi perpakiran tanpa adanya karcis yang jelas.

“Seharusnya jika ada petugas parkir, tentunya harus jelas karcis retrebusinya larinya kemana. Jangan malah setiap sudut kota Cicalengka ada petugas parkir seolah parkir sembarangpun dilegalkan. Sebenarnya petugas parkir itu siapa yang bertanggungjawab,”Tanya Dedi.

Sementara itu salah seorang petugas juru parkir yang enggan di korankan namanya mengaku, dirinya ditempatkan sebagai petugas juru parkir setiap minggunya harus menyetorkan uang kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

“Setiap minggunya saya harus membayar Rp 150 ribu. Kadang dalam seminggu uang yang harus di setor kurang dan saya coba tawar Rp 120 ribu, tetapi petugas tidak mau tahu. Dan tetap saya harus membayar Rp 150 ribu dalam seminggunya,”ungkapnya.

Sementara itu Kepada Desa Cicalengka Kulon, Usep Ridwan saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui jika para juru parkir harus menyetor sejumlah uang kepada petugas tertentu. Padahal wilayah alun-alun dan sekitarnya merupakan wilayah desanya.

“Kami pihak desa tidak tahu siapa yang mengelola petugas perparkiran. Seharusnya jika ada pungutan sebaiknya ada koordinasi dengan pihak desa agar jelas uang setoran itu larinya kemana,”tutupnya.

Sementara petugas Dinas Perhubungan yang juga penanggungjawab terminal Cicalengka R Beben Setiawan, mengaku soal perparkiran di wilayah Cicalengka bukan menjadi tanggungjawabnya.

“Memang untuk perparkiran ada penanggungjawabnya sendiri. Meskipun sama-sama orang Dishub tetapi tidak masuk kedalam struktural penanggungjawab terminal Cicalengka,”tuturnya. (Iwan taruna/Ajat Sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s