Pelu Jembatan Layang Menuju Bandung

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online
Sejumlah warga yang ada di Kp. Munggang Kaler, Desa Mekargalih, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang mendambakan jembatan penyebrangan orang untuk melintasi jalur padat kendaraan Jln. Raya Garut-Bandung yang dekat dengan desa tersebut. Jembatan penyebrangan itu untuk menghubungkan pejalan kaki antara Kec. Jatinangor dengan Kec. Rancaekek, Kab. Bandung.  
Pentingnya, jembatan penyebrangan itu, mengingat tingginya aktivitas warga yang ada di kawasan tersebut. Selama ini, warga untuk melakukan aktivitasnya dengan cara menyebrangi jalur jalan tersebut, ditengah hiruk pikuk dan padatnya kendaraan yang melintas dari dua arah yang berlawanan. Dengan adanya kebiasaan warga menyebrang jalur jalan yang padat itu, membuat mereka hawatir dan was-was.
Tidak jarang pula di jalur jalan tersebut terjadi kecelakaan lalulintas. Di antaranya orang yang tertabrak kendaraan saat hendak menyebrang. Belum lama ini, dikabarkan ada warga yang tertabrak mobil saat menyebrang hingga mengakibatkan luka cukup parah. Bahkan, sempat ada anak SMP yang tewas seketika akibat tertabrak mobil. Seringnya terjadi kecelakaan di jalur itu, karena berada pada jalur kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.
“Pembangunan jembatan penyeberangan orang itu sangat penting. Soalnya, banyak warga yang membutuhkan untuk menyebrang guna aktivitas sehari-hari,” kata tokoh masyarakat sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa Mekargalih, Nana Suryana kepada wartawan di Desa Mekargalih, Minggu (29/1).
Menurut Nana, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah warga ada yang memaksakan diri naik angkot jurusan Majalaya-Cileunyi saat akan menyebrang jalan. Karena kebetulan, angkot tersebut melaju memutar ke jalur jalan yang ada di sebrangnya. Hal itu dilakukan oleh para orang tua maupun warga yang membawa anak-anak. Tetapi banyak juga orang yang nekat menyebrang, kendati jalur jalan itu padat kendaraan.
“Banyak para orang tua yang takut saat akan menyebrang dan memotong jalur Jalan Bandung-Garut, dari kawasan Desa Mekargalih ke Kec. Rancaekek. Sehingga mereka memaksanakan diri naik angkot, disaat akan menyebrang jalur jalan tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, tingginya para pejalan kaki yang sewaktu-waktu menyebrang jalur jalan tersebut, mengingat keseharian sebagian warga di desa tersebut bekerja menjadi pedagang, karyawan pabrik dan bekerja di bidang keahlian lainnya. Dengan kegiatannya sehari-harinya itu, kata dia, banyak warga yang nekat menyebrangi jalan. Kendati mereka tahu persis resiko dari menyerang jalur jalan yang padat kendaraan dengan kecepatan tinggi itu.
“Kami sebagai warga Desa Mekargalih, mengharapkan kepada pemerintah terkait mau memperhatikan kebutuhan warga akan kebutuhan jembatan penyebrangan orang. Jembatan penyebrangan itu sangat penting sekali, guna kebutuhan aktivitas sehari-hari warga di daerah tersebut,” katanya.
Dikatakannya, pembangunan jembatan di jalur jalan tersebut, dengan panjang sekitar 30 meter. Untuk mendorong pelaksanaan pembangunan jembatan penyebrangan itu, pihak desa setempat berencana menganggarkan biaya tambahan untuk membangunan jembatan tersebut. yaitu, dialokasikan dari alokasi dana desa (ADD). Anggaran itu hanya sebagian kecil saja, sehingga masih banyak kekurangannya untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. “Dana dari ADD sepertinya tidak akan mencukupi untuk membangunan jembatan penyebrangan yang benar-benar permanen dan aman jika dilintasi warga. Kami berharap, pemerintah mau membantunya,” katanya.Kepala
la desa Megargalih, Arip maulana mengatakan, pihak desa sempat mengajukan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan jembatan melalui musrembang di tingkat desa pada 2011 lalu. Namun hingga kini belum terealisasi. Usulan dana itu untuk menanggapi keinginan warga setempat yang mengharakan adanya pembangunan jembatan penyeberangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s