Rampas Motor Warga, Empat Orang DC Diamankan Polisi

Posted on Updated on

images-2

Garut, .- Aksi Debt Collector (DC) di jalanan semakin meresahkan warga. Rabu Sore (20/01/2016), berniat merampas satu unit sepeda motor di jalan, empat orang oknum petugas debt collector (DC) malah harus rela dua unit sepda motor yang digunakannya dibawa petugas polisi. Bukan hanya itu, kini mereka juga harus berurusan dengan polisi karena dianggap melakukan perbuatan pidana berupa perampasan sepeda motor di jalan.

Nasib naas yang menimpa empat oknum petugas DC itu terjadi Rabu (20/1/2016). Saat itu mereka tengah nongkrong di sekitar Bunderan Simpang Lima Tarogong sambil mengincar sepeda motor yang diduga bermasalah dengan pihak leasing. Tiba-tiba di depan mereka melintas seorang lelaki paruh baya dengan mengendarai sepeda motor. Tanpa pikir panjang, keempat oknumpetugas DC inipun langsung berupaya menghentikan laju sepeda motor yang dikendarai pria paruh baya tersebut dengan cara memepetnya.

Secara kebetulan aksi mereka terlihat oleh Kasat Lantas Polres Garut Ajun Komisaris M Ardi Wibowo yang saat itu sedang melakukan penjagaan di kawasan Simpang Lima. Ardi pun langsung menghampiri keempat petugas DC yang tengah berupaya merampas sepeda motor dari seorang pria paruh baya tersebut dan memberikan peringatan agar tidak melakukan upaya perampasan di jalan.

“Begitu saya lihat ada sejumlah petugas DC yang tengah berupaya merampas sepeda motor seseorang, saya langsung hampiri dan peringatkan mereka agar hal itu tidak dilakukan di jalan. Sayapun kemudian menyuruh si pemilik sepeda motor yang akan dirampas untuk meneruskan perjalanannya,” ujar Ardi sesaat setelah mengamankan empat oknum petugas DC di kawasan Jalan Otista, Rabu (20/1/2016).

Namun setelah itu, Ardi melihat keempat oknum petugas DC tersebut kembali melakukan pengejaran terhadap pengendara sepeda motor yang tadi sempat akan dirampasnya. Melihat gejala tidak baik itu, Ardy yang saat itu didampingi KBO Lantas, Iptu Zainuri, langsung melakukan pengejaran.

“Benar saja, sekitar 300 meter dari TKP pertama di kawasan Simpang Lima, keempat oknum petugas DC yang menggunakan dua sepeda motor itu kembali mengejar dan memepet kendaraan yang tadi mau dirampasnya. Melihat hal itu kami langsung bertindak tegas dengan cara mengamankan mereka. Apalagi saat itu mereka juga tidak menggunakan helm sehingga kita juga kenakan tilang,” kata Ardy.

Selain mengamankan empat oknum petugas DC, tambah Ardy, pihaknya juga mengamankan dua unit sepeda motor yang digunakan mereka. Setelah diperiksa, ternyata mereka tak membawa kelengkapan surat kendaraan yaitu STNK. Dikhawatirkan, sepeda motor yang digunakan para petugas DC ini bermasalah.

Upaya perampasan kendaraan yang dilakukan petugas DC di jalan, menurut Ardy merupakan sebuah tindakan pidana dan hal itu bisa dilaporkan ke polisi. Kalaupun memang motor yang jadi sasaran itu masih ada permasalahan dengan pihak leasing, maka seharusnya hal itu diselesaikan di rumah, bukan di jalanan seperti yang banyak terjadi selama ini.

“Kalau ada masyarakat yang sepeda motornya dirampas petugas DC di jalan, silahkan lapor ke polisi. Kita pasti akan menindaklanjuti laporan tersebut karena itu masuk dalam perampasan. Kalau mau menyelesaikan masalah tunggakan, seharusnya datang langsung ke rumah pemilik sepeda motor bukannya dieksekusi di jalan,” tandasnya.

Tidak saja masuk unsur perampasan, menurut Ardy, aksi yang selama ini sering dilakukan petugas DC juga bisa membahayakan baik bagi pengendara yang jadi sasaran maupun pengguna jalan lainnya. ( Sumber Garut Pos )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s