Kisruh Soal Jaring, Jeje Siap Tinggalkan Jabatan Ketua HNSI

Posted on Updated on

IMG-20160328-WA0000

Buser Trans Online Pangandaran

Peledakan kapal FV Viking yang dilakukan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) di Pantai Pangandaran, tepatnya di kawasan Batu Mandi, Pantai Barat beberapa pekan lalu itu menimbulkan pro kontra. Permasalahannya antara lain, diduga merusak ekosistem biota laut, terumbu karang serta dugaan pencurian sejumlah barang yang ada di atas kapal FV Viking.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (27/3) sekitar pukul 19:30 WIB. puluhan nelayan mendatangi Pos TNI AL, karena tidak ada yang berjaga, puluhan nelayan pun beralih menuju ke KUD Minasari untuk mempertanyakan ratusan jaring yang sebelumnya diamankan oleh TNI AL dan sudah diserahkan ke KUD,Namun, setelah ratusan jaring diamankan oleh pihak KUD muncul rumor bahwa ratusan jaring hasil dugaan pencurian di kapal FV Viking itu akan dijual ke daerah Cilacap Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata, melakukan audensi dengan ratusan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Timur, Senin (28/3) siang terkait adanya dugaan pencurian jaring dari kapal FV Viking yang berada di Pantai Barat Pangandaran.

Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata yang juga sebagai Ketua HNSI Pangandaran itu
mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai Ketua HNSI dan Koperasi Nelayan Pangandaran, jika para nelayannya sulit diatur dan malah memberikan preseden buruk.

Kepada sejumlah awak media, Jeje menegaskan, bahwa jaring yang diduga hasil curian itu sudah diamankan oleh pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran dan disimpan di gudang koperasi,” Sedangkan sebagian jaring sebanyak satu truk berada di Polsek Patimuan untuk dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

“Secara pribadi maupun atas nama Pemkab Pangandaran saya tidak bisa membagikan jaring tersebut kepada nelayan manapun, karena itu kewenangan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP),” tegas Jeje.

Dalam audensi dengan ratusan nelayan, Jeje mengaku siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua HNSI Pangandaran. “Kepada seluruh nelayan di Pangandaran, saya siap mundur dari jabatan Ketua HNSI, untuk itu saya sarankan kepada seluruh nelayan untuk memilih Ketua HNSI yang baru dan dapat dipercaya guna memimpin nelayan dan koperasi nelayan.” cetusnya.

“Saya akan memberikan batas waktu hingga tanggal 10 April mendatang untuk mencari pengganti Ketua HNSI, Pasalnya, saya akan fokus di kepemimpinan pemerintahan sebagai bupati. Jadi, sudah saatnya ada regenerasi kepemimpinan di tubuh nelayan dan koperasi nelayan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan Pangandaran, Ibrahim mengatakan, bahwa sedikitnya ada lima orang Kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS) yang ditangkap oleh pihak kepolisian, terkait dugaan penjualan jaring dari kapal FV Viking.

“Kelima orang itu sudah ditangkap di daerah Jawa Tengah. Diharapkan kelima pelaku itu bisa berubah fikiran dan tidak lagi mengulangi perbuatannya, serta tidak memalukan nama baik nelayan Pangandaran,” singkatnya. (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s