Kerap Telan Korban, Warga Cibenda Tanam Pohon Pisang Dijalan Berlubang

Posted on

IMG20160405131506

PANGANDARAN, Buser trans

Jalan raya Pangandaran – Parigi, tepatnya di RT 01/23 Dusun Sucen, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi. Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dalam kondisi rusak parah dan berlubang dengan diameter sekitar 50 sampai 70 centimeter dan kedalaman 10 hingga 15 centimeter. dan rusaknya jalan tersebut membuat warga sekitar geram hingga jalan yang berlubang itu ditanami pohon pisang karena kerap menelan korban kecelakaan lalu lintas.

Jalan raya milik Provinsi sepanjang 5 kilometer itu baru satu tahun diperbaiki dan menelan anggaran sekitar Rp33 milyar dan digarap oleh pihak rekanan PT KS, kini jalan raya itu sudah sejak lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki.

Menurut Nasrudin (42) warga setempat mengaku, kesal melihat kondisi jalan yang rusak dan berlubang itu dibiarkan sejak lama tanpa ada upaya perbaikan dari pemerintah daerah ataupun provinsi melalui dinas terkait,” Kondisinya cukup mengkhawatirkan, karena aspalnya yang terkelupas dan  sangat membahayakan para  pengendara terutama saat hujan turun,” ujarnya.

Nasrudin mengatakan, bahwa kondisi jalan sangat rawan, terlebih jika lubang-lubang tertutup genangan air dan tidak terlihat, bahkan tak jarang kendaraan terutama sepeda motor yang melintas terperosok dan terjatuh.

“ Belum juga satu tahun jalan sudah rusak begini. aksi tanam pohon pisang di jalan raya ini merupakan puncak rasa kekecewaan warga,” Cetus Nasrudin.

” Kami berharap jalan tersebut segera di perbaiki agar tidak ada lagi korban-kotan lakalantas lainnya, dan lakalantas kerap terjadi dimalam hari,apa lagi kalau sedang turun hujan jalan tampak bagus tidak terlihat berlubang,” harapnya.

Terus, lanjut Nasrudin,  adapun dilakukan perbaikan hanya sebatas di tambal biasa dan terkesan asal-asalan, ” Seharusnya perbaikan jalan di hotmix bukan hanya ditambal saja, apalagi ini Pangandaran ini sudah menjadi Kabupaten,” sindirnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Dewi (43) warga setempat menambahkan, jalan yang rusak dan berlubang itu sudah menelan korban sedikitnya 10 kendaraan sepeda motor yang melintas dari arah Parigi menuju Pangandaran, ” Karena jalan yang lurus membuat para pengendara khususnya sepeda motor selalu melaju kencang, karena tidak tahu ada lubang akhirnya mereka terperosok dan terjatuh,” tambahnya.

Kerusakan jalan provinsi itu selain disebabkan dari beban atau kelebihan tonase, Dewi menduga, perbaikan jalan yang di kerjakan oleh pihak rekanan PT berinisial KS itu tidak sesuai dengan spek,” Diharapkan pemerintah maupun pemborong kalau mengerjakan perbaikan jalan jangan sampai asal-asalan dan harus sesuai spek,” harapnya.

” Masyarakat sekarang juga tahu kalau rekanan harus mendapatkan keuntungan, tapi jangan sampai pekerjaannya tidak sesuai dengan spek,kualitas juga harus di utamakan dong,” sindirnya.

Dewi mengatakan, truk-truk yang bermuatan barangpun harus sesuai tonase jalan jangan sampai melebihi tonase karena bisa merusak jalan, apalagi kualitas jalannya tidak memenuhi standar,” Saya yakin kalau truk muatannya sesuai dengan tonase, aspal jalan di pastikan akan tahan lama. jadi harus di imbangi antara tonase dengan beban kapasitas jalan,” katanya.

” Dulu mah jalan ini ( Cibenda ) bisa tahan sampai 4 tahun lebih, tapi sekarang baru satu tahun saja sudah rusak lagi, tapi perbaikan jalan raya Babakan sampai  Wonoharjo sampai sekarang masih bagus,” terang Dewi.

Ditempat terpisah, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengaku bahwa jalan yang rusak dan berlubang itu merupakan jalan Nasional,” Dalam wakti dekat saya akan melayangkan surat ke Satuan Kerja (Satker) Bina Marga Provinsi Jawa Barat dan Pusat.” akunya.

Jeje mengaku kesal terhadap rekanan atau pemborong yang mengerjakan proyek jalan tersebut. bahkan kerusakan jalan tersebut kerap menelan korban,” Kenapa pihak pemborong dalam masa pemeliharaan tidak segera memperbaikinya.” kata Jeje.

Kalau saja Pemerintah Daerah ( Pemda ) memiliki kewenangan, tegas Jeje. pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut.Apalagi saat ini pihaknya memiliki sekitar 200 drum aspal.

“Kalau saja memang kerusakan jalan tersebut kewenangan pemerintah daerah saya siap intruksikan untuk segera diperbaiki. Tapi ini kan masih dalam masa pemeliharaan dan kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya. ( Andriansyah )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s