Maraknya Miras di By Pass Cicalengka,ada Oknum Petugas Diduga “Main Mata” Dengan Pedagang Miras

Posted on Updated on

IMG_20151024_151814

Kab. Bandung,Buser Trans Online

Maraknya peredaran miras di by pass Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa – Barat resahkan masyarakat, walaupun razia selalu digelar, tetapi, hasinya tidak maksimal, diduga sudah ada “kong kalingkong”antara pedagang miras dengan oknum aparat setempat saat akan digelar razia.

Selain warung penjual miras selalu tutup, gudang miras yang ada diabaikan. Daerah ini sangatlah rawan tindakan kriminal dari mulai penjamretan sampai penodongan, kepada para pengemudi yang kebetulan lewat jalur tersebut, ini dipicu dengan peredaran miras yang tinggi.

Dengan mahalnya harga minuman tidak merendahkan pembeli, mengingat pengganti harga mahal minuman, pedagang miras sudah menyediakan “Tuak” sebagai penggantinya, hanya berbekal 5 rb sudah dapat 1 liter tuak yang dibungkus kantung kresek.

Ahmad (14) mengakui, ia membeli tuak sebagai campuran obat dextro, diminum sekaligus 30 butir obat dextro, ia kosumsi setiap 1 hari sekali sebelum bekerja sebagai pengamen, lain hal dengan junaedi (16), kepada pencari berita mengatakan membeli minuman murah dengan alasan, uang jajan dari orang tuanya sedikit ” jadi saya kumpulkan sama teman-teman”.

Dengan maraknya minuman keras dan pengosumsinya selalu meningkat angka kriminal kembali melonjak, pengguna jalan raya, terutama kendaraan roda dua hendaklah berhati-hati bila akan melintas By pas Cicalengka, angka kriminal menurut cacatan kami sangatlah tinggi, dari mulai penjamretan tas sampai penodongan.

Pedagang Miras kucing – kucingan dengan FPI.

Saat di gelar razia besar – besaran miras oleh FPI ( Fron Pembela Islam ) berapa waktu lalu, tidak satupun warung tuak buka, diduga razia ini bocor. Iring iringan FPI yang di ikuti mobil patroli POLISI, hanya melintas sempat berhenti Di salah satu kios tuak namun sudah tutup.

Sumber yang bisa dipercaya, hal ini diduga kuat pedagang tuak sudah ada informasi dari onum petugas, onum petugas ini yang memdapat koordinasi uang dari hasil penjualan tuak. Mampukah penegak hukum mengungkap secara jujur dan benar atas dugaan kong – kalingkong ini, masyarakat sangat menunggu hasilnya. nurdin s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s