Yutuk Kuliner Musiman Jadi Buruan Warga Pangandaran

Posted on

Buser Trans Online – Pangandaran

Yutuk atau undur-undur laut ini bisa dijadikan kuliner khas Kabupaten Pangandaran dengan berbagai jenis makanan seperti Rempeyek, digoreng kering. untuk jenis Yutuk memiliki beberapa jenis yaitu kethek, biasa dan bangkok. Namun jenis yutuk yang kerap kita temui yaitu yutuk biasa.

Adapun cara untuk mencari yutuk terbilang mudah,yakni dengan menggunakan kedua tangan kita menggali pasir dengan posisi badan jongkok dan badan berbalik arah dengan datangnya ombak. Namun apabila orang yang belum terbiasa mencarinya itu cukup sulit. Selain itu, yutuk juga dipercaya memiliki khasiat. Berbagai hasil penelitian menunjukkan undur-undur laut mengandung lemak total yang cukup tinggi, berkisar antara 17,22 – 21,56 persen. Kandungan asam lemak omega 3 total (EPA dan DHA) juga cukup tinggi, berkisar antara 7,75 – 14,48 persen dibandingkan dengan beberapa jenis crustacea lain seperti udang, lobster, dan beberapa jenis kepiting.

Sedangkan kandungan EPA (6,41 – 8,43 persen) lebih tinggi dibandingkan kandungan DHA (1,34 – 6,57 persen). Dengan adanya kandungan asam lemak omega 3 yang dimiliki undur-undur laut ini diyakini dapat menaikkan kadar insulin dalam tubuh sehingga dapat menurunkan kadar gula bagi penderita penyakit diabetes. Walaupun sudah banyak terbukti khasiatnya tetapi undur-undur sebagai obat alternatif bagi penderita diabetes ini masih menjadi polemik didunia kedokteran hingga sekarang.

Menurut salah seorang warga Pangandaran yang juga pencari Yutuk, Juariah mengaku bahwa  mencari binatang laut yang satu ini ( Yutuk ) di pantai Pangandaran tidaklah mudah, terlebih lagi binatang tersebut tidak ada di kalangan pedagang karena menginggat keberadaannya yang langka, ” Yutuk hewan laut yang menyerupai kepiting, namun yutuk lebih kecil, Undur-Undur ini hanya bisa didapatkan pada sore hari itupun tak mudah untuk mendapatkannya meskipun berada di atas pasir,” katanya.

Untuk mendapatkannya, Juariah menyebutkan, seriap sore dirinya ditemani suaminya meski menelusuri bibir pantai serta bolak balik sejauh dua sampai tiga kilometer,” Untuk mendapatkan makanan yang satu ini kita membutuhkan pengorbanan yang cukup ekstra,” tandas Juariah.

Hal senada juga di sampaikan oleh pencari Yutuk lainnya, Ujang menambahkan, seriap sore hari dirinya selalu mencari Yutuk di bibir pantai barat Pangandaran,” Makanan yang satu ini rasanya enak sekali bila di komsumsi, baik dengan cara di goreng ataupun di masak lainnya,” akunya.

” Yutuk sendiri memiliki rasa yang renyah dan gurih, dan binatang  laut yang di percaya oleh warga pangandaran ini bisa menambah gairah hubungan intim dan juga bisa menyembuhkan penyakit liver,” pungkasnya.  ( Andriansyah )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s