Polsek Cijeruk Amankan 3 Pelaku Curat di Villa Orange Milik Staf Kementrian Ketenagakerjaan

Posted on Updated on

Buser Trans online Bogor

Satuan Reskrim Polsek Cijeruk berhasil menangkap tiga orang pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di sebuah villa Orange di Kampung Cigoang RT 5/3 Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada hari Minggu (10/04/2016) sekira pukul 05.00 WIB.

berdasarkan infomasi yang dihimpun di lapangan, salah satu pelaku yang juga warga Bogor sudah melarikan diri. ketiga pelaku bisa tertangkap karena terdeteksi dari GPS handpone yang dicuri oleh kawanan perampok, selain handpone para pelaku juga berhasil menggondol puluhan uang dolar Singapura. Namun nominal uang yang sudah ditukarkan ke uang rupiah itu tidak jelas berapa jumlahnya karena seriap harinya terus berubah.

saat ditemui di ruang tahanan Mapolsek Cijeruk, salah satu pelaku berinisial UR mengaku dirinya melakukan pencurian di villa milik orang Jakarta itu karena di ajak temannya yang kini sudah melarikan diri,” Yang kami curi di villa itu sejumlah uang dolar Singapura dan satu buah handpone,” akunya kepada busertansonlinr Kamis (21/4).

” Saat tertangkap sisa uang yang ada di ATM saya sekitar Rp 52 juta, sedangkan dari Ucok dan rekannya ada sekitar Rp 42 juta, barang bukti uang dan handpone kini sudah di amankan oleh pihak polisi,” paparnya.

Namun, kata UR, kepada awak media barang bukti uang hanya sebesar Rp 25 juta,” Kemarin ada wartawan yang meliput, tapi barang bukti uangnya yang disampaikan ke media cuma Rp  25 juta,” jelas UR.

sementara itu, salah satu keluarga UR yang minta namanya di rahasiakan saat ditemui di rumahnya mengaku heran dengan pernyataan pihak penyidik yang seriap harinya terus berubah-rubah,” Sewaktu pertama saya datang kepolsek penyidik bilang barang buktinya satu buah handpone dan uang sebesar Rp 150 juta, tapi besoknya rubah lagi jadi 84 juta,” cetusnya.

Dia mengatakan, pada hari Selasa tanggal 12/4 kami datang lagi ke Mapolsek Cijeruk, dan ada pernyataan lagi dari pihak polisi jumlah barang bukti uang jadi Rp 45 juta,” Pihak keluarga juga bingung berapa jumlah barang bukti yang sebenarnya, dan anehnya lagi kenapa di villa itu banyak uang dolar Singapura dan dolar negara lainnya.”tanyanya.

Selain itu, pihak penyidik juga sudah membebaskan kedua orang penadah dengan bantuan saudaranya yang juga seorang polisi yang bertugas di Polresta Bogor,” Kedua penadah asal Sumatera itu sudah bebas pada hari Kamis (21/4) sekitar pukul 12.00 WIB, mereka bisa bebas karena mengganti uang kepada pihak korban sebesar Rp 50 juta,” paparnya.

Saat di temui, Kapolsek Cijeruk Kompol Suharto mengatakan barang bukti uang sebesar Rp 162 juta, Namun, pernyataan Kapolsek berbeda dengan pernyataan salah seorang penyidik bahwa barang bukti uang sebesar Rp 168 juta.” Kasus ini akan terus lanjut ke kejaksaan, karena jumlah uang hasil curian cukup besar,” tegas salah seorang penyidik. Kamis (21/4).

Ketika di sindir kedua penadah bisa bebas, Penyidik menyebutkan uang dolar hasil kejahatan dari UR diserahkan ke Ucok yang kemudian diserahkan lagi ke Dendi untuk di tukar,” Berdasarkan pengakuan UR kepada penyidik Ucok ikut terlibat, padahal gak boleh menuduh sama orang lain, pasalnya, pengakuan Ucok ke penyidik tidak ikut terlibat, mereka (Ucok) dan rekannya hanya membantu menukarkan uang hasil kejahatan dan di simpan di ATM Ucok, mereka dikenakan pasal 480 aja, bukan pasal 55,” kilahnya.
” Mereka bebas karena sudah mengembalikan uang kepada korban sebesar Rp 50 juta,” sebut penyidik.

Sementara pihak korban, Dion pemilik Villa Orange mengaku trauma saat insiden pencurian terjadi,” Bapak silahkan komunikasi dengan polisi saja. Yang pasti bahwa pristiwa pencurian di rumah saya benar dan saya dirugikan. Bukan hanya rugi materi, tapi istri, anak dan cucu saya mengalami trauma. Sekali lagi, saya sampaikan kepada bapak; silahkan berkomunikasi dgn polisi. Dan soal uang sebagai barang bukti, sikahkan juga tanykan ke polisi.” singkat

Sementara itu, Busertrans berkonsultasi dengan salah seorang Kapolsek berpangkat Kompol. Pasal 363 KHUP yang jatuhkan penyidik kepada pelaku memang benar. Kendati demikian, dalam kasus pencurian berupa uang baik itu rupiah maupun dolar tidak ada pihak penadah, terkecuali berupa barang seperti sepeda motor, mobil dan barang-barang elektronik lainnya.

Ucok dan rekannya mengetahui tidak asal usul kalau uang itu hasil dari kejahatan. atau pelaku UR mempunyai utang piutang kepada Ucok dan rekannya itu?..Kalau kedua orang itu gak tau asal usul uang itu dari mana ataupun ada kaitan dengan utang piutang maka mereka bisa bebas. tapi kalau mereka tahu dan memang mereka yang mencairkan uang dolar Singapura dan dolar Amerika maka mereka pun turut serta melakukan kejahatan apalagi uang yang sudah dicairkan ke rupiah disimpan di ATM Ucok dan jelas ada bukti sebesar Rp 41,900.000. kasus pencurian uang mah tidak ada penadah, kecuali pencurian mobil atau motor terus kita jual ke seseorang maka orang yang membeli mobil itu kena pasal 480 atau penadah, kalau berupa uang sulit dijadikan pihak penadah. kalau kasus perampokan itu, hasil perampokannya kalau yang dicurinya uang dolar nantipun di kejaksaan atau di pengadilan barang buktinya tetap dolar. tinggal di selidiki saja Ucok dan rekannya itu tahu tidak uang itu hasil dari kejahatan, atau pelaku mempunyai hutang, kalau si Ucok dan rekannya tahu bahwa uang itu hasil kejahatan maka kesimpulannya mereka juga jadi tersangka bukan sebagai penadah. dan seharusnya mereka belum bisa dibebaskan walaupun sudah mengganti rugi kepada pihak korban.
Pasal 363KUHP

(1). Dengan hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun, dihukum
1e. pencurian hewan
2e. pencurian pada waktu kebakaran, letusan, kebanjiran, gempa bumi, atau gempa laut, letusan gunung merapi, kapal selam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan dimasa perang
3e. pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang yang ada disitu tiada dengan setahunya atau bertentangan dengan kemauannya orang yang berhak (yang punya)
4e. pencurian dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih
5e. pencuria yang dilakukan oleh tersalah dengan masuk ketempat kejahatan itu atau dapat mencapai barang untuk diambilnya, dengan jalan membongkar, memecah atau memanjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu

(2). Jika pencurian yang diterangkan dalam No.3 disertai dengan salah satu hal yang tersebut dalam N0.4 dan 5, dijatuhkan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun

1.Pencurian dalam pasal ini dinamakan pencurian dengan pemberatan atau pencurian dengan kwalifikasi dan diancam dengan hukuman yang lebih berat
Pencurian dengan pemberatan itu adalah pencurian biasa (pasal 362) disertai dengan salah satu keadaan seperti berikut ;

a.bila barang yang dicuri itu adalah hewan yaitu semua macam binatang yang memamah biak (kerbau, sapi, kambing dan lain sebagainya),binatang yang berkuku satu (kuda, keledai) dan babi. Anjing ,ayam, bebek, angsa tidak termasuk disini karena tidak memamah biak dan tidak berkuku Satu

b.bila pencurian itu dilakukan pada waktu ada kejadian macam malapetaka , karena pada waktu semacam itu orang-orang semua ribut dan barang-barang dalam keadaan tidak terjaga

c.apabila pencuria itu dilakukan pada waktu malam, dalam rumah atau pekarangan tertutup yang ada dalam rumahnya ,,pekarangan tertutup’’ suatu pekarangan yang sekelilingnya ada tanda-tanda batas yang kelihatan nyata seperti selokan, pagar bambu, pagr hidup, pagar kawat dll. Disini pencuri itu harus betul-betul masuk kedalam rumah, dan melakukan pencurian disitu

d.apabila pencurian itu, dilakukan dua orang atau lebih. Supaya masuk disini, maka dua orang atau lebih itu semua harus bertindak sebagai pembuat atau turut melakukan (pasal 55), bukan misalnya yang satu sebagai pembuat (pasal 55) sedang yang lain hanya membantu saja (pasal 560)

e.apabila dalam pencurian itu, pencuri masuk ketempat kejahatan atau mencapai barang yang dicurinya dengan jalan membongkar, memecah dll ,,Membongkar’’= merusak barang yang agak besar, misalnya membongkar pintu jendela. Disini harus ada barang yang rusak, putus atau pecah. Pencuri yang mengangkat pintu daru engselnya, sedang engsel itu tidak ada kerudakan sama sekali, tidak masuk pengertian ,,membongkar’’. ,,Memecah’’= merusak barang yang agak kecil, misalnya memecah peti kecil, memecah kaca jendela dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s