Warga Desa Ciparanti Jadi Korban Sandera Abu Sayyaf di Filipina

Posted on Updated on

IMG_20160419_165457

Buser Trans online, Pangandaran

Dua kapal berbendera Indonesia yang dibajak di perairan Malaysia-Filipina. Dua kapal tersebut yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi dibajak dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan. dalam pembajakan kapal TB Henry milik PT Global sedikitnya ada 10 Anak Buah Kapal (ABK) yang jadi korban Sandera. dari jumlah tersebut empat diantaranya warga Negara Indonesia (WNI), salah satunya Dede Irvan Hilmi (25) warga Dusun Cisempu RT 8/3 Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. yang diculik dan kemudian disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan perbatasan Malyasia dengan Filipina, Jum’at (15/04) lalu

Kepala Desa Ciparanti, Dadang Suherman membenarkan kabar yang menimpa salah satu warganya yang menjadi korban Sandera kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina,” Kami mengetahui adanya penculikan ABK oleh kelompok Abu Sayyaf dari berita di televisi, namun belum tahu kalau salah satu korban Sandera merupakan warga saya,” ujarnya.

Dadang mengaku tahu persis dengan perjalanan Dede yang mulai bekerja di perusahaan pelayaran pada tahun 2013 silam, Saat itu,Dede baru saja selesai menempuh pendidikannya di Akademi Pelayaran Niaga Tangerang. “ Setelah dia (Dede-red) lulus dari pendidikan pelayarannya, diapun langsung bekerja di salah satu perusahaan PT Global batu bara di kalimantan, ”katanya.

Dadang yang masih kerabat dengan keluarga Dede, mengaku kerap berbincang dengan Dede apabila dia pulang ke kampung halamannya. “ Dede anak yang sangat pintar. Dan karier di perusahaannya pun terbilang cukup bagus,”tukasnya.

Untuk memastikan kabar yang menimpa keluarga Ono Suharno itu,Dadang menyebutkan, dirinya tidak begitu percaya dengan kabar yang terdengar di lingkungan, ” Karena penasaran dan ingin memastikan informasi tersebut, sayapun langsung menghubungi PT. Global Pertambangan Batubara Kalimantan tempat Dede bekerja, ternyata benar, menurut pihak perusahaan Dede diduga disandra oleh kelompok Abu Sayyaf,” katanya.

Setelah berkomunikasi melalui telepon dengan salah seorang yang mengaku dari perusahaan PT Global, Dadang mengaku, dirinya disarankan untuk menghubungi pimpinan perusahaan tersebut. “Karena yang menelpon bapaknya Dede hanya seorang staf biasa sekedar untuk memberikan informasi saja, tapi kalau ingin menanyakan lebih jauh, saya harus menghubungi pimpinan di perusahaan tersebut,” aku Dadang.

” Kasus ini pun sudah saya laporkan ke pak Camat  untuk diteruskan laporannya ke Bupati Pangandaran. dan kita meminta bantuan Pemkab Pangandaran untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri guna mendorong upaya pembebasan Dede,” harapnya.

Sementara itu, orang tua Dede Irvan Hilmi, Ono Suharno (48) mengaku kaget saat mendapatkan kabar dari perusahaan tempat anaknya bekerja bahwa anaknya ikut jadi korban penculikan dan dan penyanderaan Abu Sayyaf sdi filipina,” Dua Minggu sebelum di culik, dia (Dede) sempat pulang  kampung dulu karena neneknya meninggal dunia,” ucap Ono.

Setelah itu, lanjut Ono, setelah pemakaman jenazah neneknya, Dede pun langsung kembali lagi ke kalimantan untuk bekerja seperti biasanya,” Saat mau berangkat kerja, Dede sempat meminta doa restu kepada saya dan ibunya menginggat dede akan berlayar kembali dan tujuannya kali ini adalah filipina,” tutur Ono dengan mata berkaca-kaca.

” Menurut kabar yang kami terima,  bahwa dede dan kru lainnya sedang berlayar dari pelabuhan kalimantan menuju ke filipina dengan membawa batu bara, setibanya di perairan tawe – tawe filipina kapal TB Hendry langsung di bajak dan semua kru kapal di sandera,” paparnya.

Ono berharap pemerintah RI terus mengupayakan pembebasan para sandera Abu Sayyaf termasuk anaknya Dede,” Semoga Indonesia bisa cepat menyelamatkan para sandera termasuk anak kami,” pinta Ono.

Dede Irvan Hilmi Berikan kabar ke pihak Keluarga dan Pacarnya melalui media sosial Facebook.

melalui pesan di facebook, Dede mengaku dirinya baik-baik saja dan diperlakukan dengan baik oleh para kelompok teroris abu sayyaf. Namun, dia mengaku jika dirinya tidak tahu tengah berada di daerah dimana. Karena pengawasan dari kelompok Abu Sayyaf sangat ketat.

“Tadi pagi saya kaget dan bercampur senang ketika mendapatkan pesan melalui facebook dari Aa Dede.” aku pacar Dede Irvan Hilmi,  Rica Rismawati yang didampingi ibu Dede Juju Juhana kepada wartawan.

Dalam perbincangan di inbok itu,  Aa mengaku baik-baik saja dan diperlakukan sangat baik oleh para teroris, Bahkan, saat itu dia (Dede-red) mengaku sedang makan bersama ABK lainnya yang sama tengah disandera,” terangnya.

Rica menambahkan, Dede pun mengaku dalam kondisi sehat dan tidak mengalami penyiksaan selama berada di lokasi penyanderaan. “Yang pasti, saya sedikit lega setelah mendapat kabar tersebut. Saya hanya bisa berdoa semoga Aa Dede cepat dibebaskan dalam kondisi selamat,” pungkasnya ( Andriansyah )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s