Kiayi Bersatu Siap Tumpas Bangkitnya PKI

Posted on

Jatim, Buser Trans Online

Maraknya atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jatim yang bertepatan dengan Hari Jadi PKI yang ke-102 pada 9 Mei 2016 mendapat respon dari tokoh agama.

Koordinator Kiai Kampung Jatim Fahrurrozy mengatakan, mulai bangkitnya organisasi yang sempat marak di era tahun 1965 itu tak bisa dibiarkan. Sehingga perlu ada antisipasi dari pihak keamanan mengatasi hal itu.

“Embrio ini muncul lagi karena perkembangan zaman ada celah kecil yang bisa dimasuki oleh kelompok (PKI) ini. Kita diingatkan agar tak lupa dengan kejadian tahun 1965, karena itu agar tidak berkembang meluas pihak keamanan harus segera bertindak tegas,” ujar Gus Fahrur (sapaan akrabnya) .Senin (09/05/2016).

Menurutnya, para kiai juga tak kurang-kurang dalam melakukan dakwah untuk mengajak masyarakat untuk berperilaku baik. Namun dengan maraknya kembali PKI yang mulai berani menunjukkan atribut dan membagi-bagikan ke masyarakat luas, pihaknya tak akan tinggal diam.

“Kami para kiai akan terus mengintensifkan dakwah dan memberikan support moral kepada masyarakat. Bahwasannya perbuatan biadab yang dulu itu, Naudzubillahimindzalik jangan sampai terulang lagi. Harus diantisipasi sedini mungkin,” tegas Pimpinan Ponpes Cangaan, Bangil, Pasuruan ini.

Terpisah, Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar menuturkan munculnya berbagai hal yang tidak sesuai dengan NKRI tidak akan ditolerir. Pemerintah maupun para wakil rakyat akan tegas dalam bersikap menentang berbagai hal yang bisa merusak kesatuan Republik Indonesia ini.

Semua pihak diminta bersatu menentang munculnya berbagai hal yang bertentangan dengan NKRI sekaligus menanamkan kembali nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar menjadi pedoman mereka dalam bergaul.

“Jangan sampai karena ketidakpahaman generasi muda terhadap sejarah dan nilai luhur yang menjadi jatidiri bangsa ini lantas para generasi bangsa salah jalan dan terjebak dengan pergaulan yang merusak NKRI,” pungkas Ketua DPW PKB Jatim ini.

Seperti diketahui, masyarakat di sejumlah daerah mulai marak mengenakan atribut PKI bergambar palu arit. Seperti di Bandar Lampung dan Malang, beberapa pemuda baru-baru ini diringkus oleh petugas Kodim karena ketahuan mengenakan kaos bergambar palu arit.

Tak hanya itu, ratusan massa dari ormas Front Pancasila dan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur juga sempat menggelar aksi menolak rekonsiliasi, rehabilitasi dan kompensasi terhadap PKI serta menyerukan bahaya laten komunis.

Mereka menyerukan agar Presiden Joko Widodo tidak membuka celah bagi bangkitnya PKI di Indonesia.

Ketua FPI Jatim, Habib Haidar Al Hamid menyatakan bangkitnya PKI akan mengancam NKRI dan Pancasila. Pihaknya meminta agar Jokowi lebih membuka mata terkait gerakan PKI di negeri ini. ( sumber. Licom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s