Oknum PNS di Pangandaran Siksa Tenaga Sukwan

Posted on

Pangandaran Busertrans Online

Salah satu oknum Pegawai Negri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dispuhubkominfo) Kabupaten Pangandaran di duga melakukan kekerasan terhadap Enok (45) yang merupakan salah satu tenaga sukarelawan ( Sukwan ) di kantor Kebersihan.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, korban mendapatkan perlakuan kekerasan dari salah seorang oknum PNS bernama, Keri (33) yang bekerja di Dinas PU Hubkominfo, Kabupaten Pangandaran, Kamis (12/5).

Korban kekerasan, Enok mengaku dirinya sudah hampir 20 tahun menjadi tenaga sukwan di kantor Kebersihan itu, ” Saya sangat kecewa atas perbuatan pak Keri yang berani menampar hingga menjambak rambut,” akunya kepada media. Kamis (12/5).

” Padahal pelaku itu sudah saya anggap seperti saudara sendiri, karena kami bertugas bersama pelaku itu sudah puluhan tahun,” tutur Enok sambil menangis di ruang Kepegawaian Dinas PU Hubkominfo, saat dipangil Bagian Sub Kepegawaian Dinas PU Hubkominfo, Kamis (12/5/2016).

Enok menjelaskan, bahwa dirinya ditampar oleh pelaku setelah bercanda dengan pelaku di belakang kantor kebersihan.

“Waktu itu saya sedang menyapu, kemudian saya bilang ke pak Keri, sang ratunya tuh sudah ada,Namun tiba-tiba pak Keri mendekati lalu menampar dan menjambak rambut saya,” jelasnya.

Hal tersebut dibenarkan saksi mata, Eroh (52) yang mengaku melihat perlakukan pak Keri terhadap Enok,” Sebelum kejadian kekerasan itu, saya sedang menyapu bersama Enok, namun setelah bercanda Keri menamparnya dan menjambak Enok,” katanya.

Perbuatannya itu, diketahui oleh sebagian karyawan Dishubkominfo,  apalagi halaman luar kantor Dinas PU Hubkominfo terpasang kamera pengintai CCTV. “Jika gak percaya lihat saja di CCTV,” katanya.

Ditempat yang sama, Pelaku Keri yang diduga melakukan penamparan dan penjambakan terhadap tenaga sukwan itu, membantahnya.

“Saya tidak menamparnya, namun menjambak rambutnya saja,” bantahnya.

Kendati demikian, Keri mengakui, apa yang dilakukanya itu salah, hingga berkali-kali Keri meminta maaf kepada Dinas PU Hubkominfo dimana dirinya sekarang bertugas.” Saya minta maaf kepada seluruh jajaran di Dinas PU, khususnya sama Enok,” pinta Keri.

Namun, apapun alasannya, Seorang Pegawai Negri Sipil yang diduga melakukan kekerasan dianggap melanggar etika disiplin Pegawai Negeri yang diatur dalam PP 53 tahun 2010, tentang disiplin pegawai. ( Andriansyah )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s