Selamat Jalan Kepala Sekolah SMPN 1 Cimanggung

Posted on Updated on

KAB. SUMEDANG, BUSERTRANS ONLINE

Ucapan ini pantas diberikan karena  rencana kepindahannya dari SMPN 1 Cimanggung ke salah satu jabatan yang masih di pemda sumedang. Namun, perpindahan kepala sekolah ini menyisakan banyak pertanyaan selama menjabat dilingkungan SMPN 1 Cimanggung. Salahsatunya pungutan senilai tiga ratus ribu rupiah per-murid untuk pembangunan lapang sekolah, permintaan senilai dua juta rupiah bagi murid baru yang nem nya dibawah passing grade, penjualan buku lks senilai seratus tujuh puluh ribu per-paket per-murid.

Kepala sekolah Wawan membantah semua isu yang beredar,bahkan untuk pemungutan tiga ratus ribu per-murid bukan atas dasar prakarsanya, melainkan dilakukan oleh komite sekolah. Wawan mengaku tidak tahu menahu tentang pemungutan tersebut, sedangkan isu yang beredar mengenai pemungutan uang dua juta rupiah bagi siswa baru yang nemnya dibawah passing grade ia pun mengatakan no comment menurut pesan singkat yang dikirimkan kepada wartawan BuserTransOnline, kamis(25/08) .

Lain hal yang dikatakan ketua komite Asep,rabu (24/08), mengaku permintaan uang tiga ratus ribu rupiah per-murid untuk pembangunan sekolah sebelumnya atas restu dari kepala sekolah. Ia sangat terpukul atas pernyataan wawan kepada wartawan mengenai hal tersebut. Seolah dirinya berkerja sendiri padahal komite sebagai pengontrol jalannya organisasi sekolah, namun pihak sekolah seolah tidak mau dikontrol oleh komite.

Asep pun sudah mengetahui mengenai pemungutan uang dua juta rupiah bagi siswa yang masuk dibawah nem passing grade dan pembelian LKS. Namun ia masih mencari kebenaran dan bukti terhadap isu yang beredar. Ia sangat menyayangkan bila hal ini benar-benar terjadi dikampus SMPN 1 Cimanggung.

Warga cimanggu A.Rahmat, kecewa terhadap pihak sekolah dengan adanya isu ini. Ia juga berharap kepala sekolah yang menjabat di SMPN 1 Cimanggung dapat seiring sejalan dengan komite sekolah dalam pengelolaan sekolah, sehingga murid dapat  menuntut ilmu tanpa dibanyangi adanya dugaan pungutan liar.

Lain hal dengan Praktisi Pengamat Pendidikan Deden, berharap isu ini tidak dibiarkan, harus diusut tuntas hingga terbuka permasalahannya. “ jangan habis manis sepah dibuang “ pungkasnya. ( Nurdin senjajaya, isyudistira / BTO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s