Para Pendiri Pangandaran Dianugrahi Anubawa Dharma Ekapada

Video Posted on

 pangandaran-1
Pangandaran, Buser Trans
Empat tahun sudah Pangandaran lahir, sebagai daerah otonomi baru setelah lepas dari Kabupaten Ciamis. Di momen milangkala ke empat Kabupaten Pangandaran ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran memberikan apresiasi sebagai bentuk rasa terima kasih dengan memberikan Anugrah Anubawa Dharma  Ekapada, kepada 152 pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran, Minggu 23 Oktober 2016 malam.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula para penerima dari tingkat pusat diantaranya Agun Gunandjar Sudarsa sebagai Bapak Pemekaran, Eka Santosa sebagai Panglima Pemekaran dan Hj. Siti Sopiah sebagai koordinator Presidium di Jakarta.
Namun beberapa tokoh tidak hadir dalam kesempatan tersebut seperti Solih, tokoh pencipta wangsit Pangandaran dan Supratman, tokoh Presidium.
Para pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran juga diberikan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.
Pemberian penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, didampingi Sekda Kabupaten Pangandaran Mahmud dan Ketua DPRD Pangandaran Iwan M Ridwan di Lapangan Alun-alun Parigi.
Mantan Ketua Pansus Percepatan Pemekaran Kabupaten Pangandaran yang kini Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan Muhammad Ridwan, menyampaikan rasa syukur bahwa Pangandaran telah menjadi daerah baru pemekaran Kabupaten Ciamis di Jawa Barat
Menurut Iwan, Pemerintah Pangandaran ingin memberikan penghargaan tertinggi kepada pada pejuang pemekaran Pangandaran.
“Tahun ini adalah tahun pertama dengan pemerintah lengkap. Bupati definitif, Ketua DPRD definitif sehingga kami ingin memberi satu penghargaan untuk pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran,” ucap Iwan.
Iwan menjelaskan sebelum Pangandaran menjadi daerah otonomi baru yang ditetapkan pada tanggal 25 Oktober 2012, kata dia, Pangandaran membentuk Tim Sembilang kemudian baru Presidium.
Dalam prosesi pemberian anugrah, Agun Gunanjar dianugrahi sebagai bidan pemekaran serta, Eka Santoso dianugerahi sebagai panglima pemekaran Pangandaran.
“Yang jelas, tanpa tangan besi bapak Agun Gunandjar Sudarsa juga Bapak Eka Santosa tentunya Pangandaran tidak menjadi daerah otonomi baru. Karena waktu itu, di seluruh Indonesia sedang ada moratorium daerah pemekaran. Namun dengan tangan besi pak Agun pada waktu itu sebagai ketua Komisi II DPR RI sehingga beliau menetapkan UU tentang persiapan daerah otonomi baru. Disanalah Pangandaran bisa masuk menjadi daerah persiapan pemekaran,” tambah dia.
Dia berharap, dengan dimekarkannya Pangandaran perataan pembangunan menuju kesejahteraan rakyat yang sama tetap terwujud.
“Saya sebagai pelaku sejarah kami titipkan kepada masyarakat cintai Pangandaran. Inilah daerah milik bersama, oleh siapa lagi Pangandaran dijaga jika tidak oleh rakyat Pangandaran,”pungkasnya.
Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan saat ini Bupati, Ketua DPRD dan seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten Pangandaran sedang bersinergis membangun Kabupaten Pangandaran.
“Pemerintahan Kabupaten Pangandaran manyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada para pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran,”kata Jeje.
Untuk itu, lanjut Jeje, pada momen milangkala Kabupaten Pangandaran, Pemerintah memberikan penghargaan kepada seluruh pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran.
“Ini sebagai salah satu bukti bahwa pemerintah dan rakyat tidak melupakan sejarah. Mari kita bangun Pangandaran untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. (ateng jaelani)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s