​Penertiban Pedagang Pasar Cicalengka Kabupaten Bandung Terkendala

Posted on

Kab. Bandung Buser Trans online

“Pedagang Pasar Cicalengka Enggan Di Relokasi”

Bandung,-Rencana pengosongan lapak pedagang di pasar Cicalengka Kabupaten Bandung yang menempati fasilitas umum (fasum) terminal Cicalengka, Trotoar Jalan Raya dan drainase jalan pasar Cicalengka, masih terkendala dan gagal dikosongkan. Pasalnya, para pedagang mengaku akan tetap bertahan selama tidak ada kejelasan nasib mereka ketika berdagang di tempat yang disediakan perusahaan, dalam hal ini Pt, Binabangun Persada.
Sebelumnya diberitakan, Pt. Binabangun Persada siap menampung sebanyak 345 pedagang yang berjualan di luar pasar sehat Cicalengka, yang difollow up Muspika dengan demlayangkan surat kepada para pedagang pasar nomor 300/1167/trantibum  tanggal 1 Nopember 2016 terkait pemberitahuan pengosongan lapak. Mendapat reaksi bermacam-macam dari pedagang namun pada intinya para pedagang akan bertahan untuk sementara. 
Menurut informasi yang dikumpulkan dari pedagang pasar, alasan pedagang akan bertahan di lokasi saat ini karena; merasa belum terakomodir, lapak relokasi tidak layak untuk berjualan, dan tidak meratanya kepindahan pedagang. Menurut pantauan dilapangan, ada dua kubu pedagang yang jumlahnya dapat mencapai 500 san pedagang menyatakan akan tetap bertahan, sementara itu daya tampung pasar hanya sebanyak 345 lapak. 
Kubu pertama, sebanyak 110 pedagang pasar yang berada di lokasi jalan pasar  barat RT. 05 RW 02 Desa Cicalengka Wetan, dan Rt. 02 RW 03 Desa Cicalengka wetan yang berdagang dengan menempati drainase jalan, serta pedagang disamping kantor Mapolsek Cicalengka Desa Cicalengka kulon. Mereka mengaku akan bertahan sementara sehubungan tidak ada tempat di pasar baru Cicalengka. 
Uus Handi, dan Heri selaku kordinator pedagang mengatakan, keinginan para pedagang di lokasi itu tetap bertahan sehubungan pedagang di wilayah tersebut tidak terakomodir oleh perusahaan, bahkan  semenjak ditinggalkan pemerintah dalam hal ini UPTD pasar, terkait dengan sampah dan keamanan saat ini dikelola oleh karang taruna desa Cicalengka.
Sementara itu, kubu kedua para pedagang terminal Cicalengka dan sekitarnya pun melakukan hal yang sama akan bertahan di lokasi berjualannya saat ini. Jumlahnya dapat mencapai 500 pedagang menurut pengakuan mereka. Alasan mereka bertahan, akan menunggu surat jawaban dari muspika Cicalengka, kalau mereka tidak sampai mengakomodir harapan para pedagang terminal. Pihaknya akan bersatu bersatu dan solid untuk tetap bertahan berjualan di lokasi saat ini.
Muhammad Abdul Galih, selaku Pendamping para pedagang pasar di terminal dan sekitarnya mengatakan, pada prinsipnya siap untuk dipindahkan dengan catatan minimal ada toleransi untuk pedagang terminal Cicalengka sekarang.
Pihaknya menilai, akibat tidak ada musyawarah dengan pihak pedagang terminal dan sekitarnya, pihaknya akan menolak untuk direlokasi.  “kami akan menolak untuk direlokasi, dengan alasan pasar baru saat ini dalam keadaan tidak siap dan tidak memenuhi  kapasitas. Kalau perusahaan hanya menyediakan tempat sebanyak 345 lapak/kios, pedagang di terminal dan jalan raya dapat mencapai 500 san,”katanya. 
Pada prinsipnya siap dipindahkan,  lanjut Galih. “Asal lapak di pasar sehat Cicakengka refresentatif, namun apabila pengembang tidak siap dengan itu, pada intinya akan sangat menolak dan akan terus berdagang di lokasi saat ini sampai menemukan solusi terbaik,” tegasnya.
Sona (40) pedagang alat baso di Terminal Cicalengka berharap, para pedagang diterminal 

pada intinya mendukung penataan kota asal sesuai kesiapan stakeholder yang ada, serta menganut asas keadilan bagi pedagang. “kita pedagang kaki lima (PKL) jangan hanya dijadikan tumbal oleh perusahaan.  untuk sementara keadaannya darurat
Asep Mambo Ketua LSM GMB Kabupaten Bandung, mengaku mendapat laporan dari para pedagang pasar tersebut. Pihaknya berharap pemerintah dapat mencari solusi dengan tidak mengorbankan para pedagang. “orang yang cari nafkah dari berdagang dan harus berhenti berdagang salah besar, pemerintah harus mencari solusi untuk para pedagang, “katanya. 
Sementara itu, Kanit Pol PP Kecamatan Cicalengka DA Muhaimin mengetakan, langkah pertama adalah upaya persuasif untuk pengosongan pasar cicalengka memantau dampak surat yang dilayangkan kepada para pedagang. “kita lihat hasilnya besok (Senin/7/11/2016),” katanya.  

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada upaya mediasi ulang antara pedagang, dan perusahaan melalui muspika untuk mencari solusi, serta tidak menutup kemungkinan kalau upaya persuasif ini tidak diindahkan oleh pedagang maka akan dilakukan upaya lain dengan melibatkan satpop pp kabupaten bandung. 
“tidak menutup kemungkinan ada upaya preventif, karena ada data pedagang baru,data yang sah berada di UPTD Pasar Cicalengka, tolong disikapi surat dan diindahkan surat kecamatan oleh pedagang, kita masih ada toleransi,” tegasnya. (Andi Rohendi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s